'Surga' Wisata Bahari Kepulauan Togean Dibuka Kembali

CNN Indonesia | Jumat, 11/09/2020 13:35 WIB
Lokawisata di Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, beroperasi kembali mulai pada 7 September 2020. Taman Nasional Kepulauan Togean. (Istockphoto/witte-art_de)
Jakarta, CNN Indonesia --

Lokawisata di Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, beroperasi kembali mulai pada 7 September 2020 setelah sempat ditutup selama enam bulan di masa pandemi COVID-19.

"Kami membuka kembali aktivitas pariwisata di kawasan Togean pada Senin (7/9) berdasarkan keputusan KLHK," kata Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (BTNKT), Bustang, seperti yang dikutip dari ANTARA pada Jumat (11/9).

"Pemerintah telah memberikan izin beroperasinya objek wisata ini di masa adaptasi kehidupan normal baru," lanjutnya.


Izin pengoperasian objek wisata Kepulauan Togean berdasarkan Surat Keputusan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktur Jendral Sumber Daya Alam dan Ekosistem nomor: 177/KSDAE/PJLHK/KSA.3/8/2020 tertanggal 31 Agustus 2020 tentang Reaktivasi Tahap III kawasan taman nasional, taman wisata alam dan suaka margasatwa untuk kunjungan wisata alam dalam kondisi transisi akhir COVID-19.

Sebagaimana rencana awal, BTNKT telah merampungkan seluruh persyaratan untuk menjadi pedoman dalam pelaksanaan kebijakan setiap kegiatan kepariwisataan di kawasan konservasi yang berada di darat maupun perairan Togean.

Bustang menjelaskan, kegiatan kepariwisataan di Kepulauan Togean tetap memperhatikan protokoler kesehatan COVID-19, dimana setiap wisatawan wajib menggunakan alat pelindung diri, minimal masker.

"Mulai dari pelabuhan Ampana, pelabuhan Feri di Wakai, otoritas setempat menyediakan sejumlah sarana pendukung protokoler kesehatan termasuk pemeriksaan suhu tubuh, hingga di penginapan objek wisata," ujarnya.

Destinasi wisata bahari Kepulauan Togean, sudah tidak asing bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kepulauan Togean sudah ditetapkan sebagai Cagar Biosfer oleh UNESCO, yang semakin mempertegas kedudukannya sebagai salah satu objek wisata bahari unggulan di Tanah Air.

Dengan beroperasi kembali aktivitas pariwisata di Kepulauan tersebut, maka peruntukannya dibuka secara internasional.

"Namun sejauh ini belum ada wisatawan mancanegara berkunjung, sebab masih dalam situasi pandemi COVID-19. Kunjungan di destinasi wisata tersebut masih dominan oleh wisatawan lokal," ujar Bustang.

(ANTARA/ard)

[Gambas:Video CNN]