Kabur dari Stres Corona ke Pulau Tanpa Manusia di Ukraina

CNN Indonesia | Senin, 14/09/2020 16:30 WIB
Pulau Dzharylhach diserbut turis semasa pandemi virus corona. Pulau tanpa manusia itu menyuguhkan keelokan alam yang masih perawan. Pulau Dzharylhach di Ukraina. (iStockphoto/Yevheniia Kudrova)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pulau Dzharylhach - taman nasional seluas 56 kilometer persegi, terletak di antara daratan utama Ukraina dan semenanjung Krimea.

Tidak ada yang tinggal di sini secara permanen.

Sejak tahun 1902 mercusuar telah menjaga pantai, tetapi hanya tim yang terdiri dari tiga penjaga yang berada di sini sepanjang tahun.


Dua puluh pekerja musiman tinggal selama musim panas untuk melayani pengunjung di tempat makan dan penginapan, tetapi mereka akan meninggalkan pulau pada akhir September.

Pulau ini tidak pernah dihuni oleh komunitas manusia yang permanen, sehingga keanekaragaman hayatinya masih terjaga.

Namun, sejak pelonggaran penguncian virus corona awal musim panas ini, banyak orang telah mengunjunginya, ingin sekali menemukan kesenangan dari kesendirian dan alam.

"Hampir semua wilayah Eropa dihuni. Dan sulit untuk menemukan sudut alam liar yang belum disentuh manusia," kata pemandu lokal, Vladyslav Chebotaryov, seperti yang dikutip dari AP pada Senin (14/9).

Mercusuar asli dengan struktur logamnya yang khas dibangun pada tahun 1902, dirancang oleh seorang siswa dari Gustav Eiffel, arsitek Menara Eiffel.

Mercusuar ini dioperasikan oleh penjaga yang tinggal di dalamnya.

Mercusuar konvensional ini beroperasi sampai tahun 1997 ketika mercusuar otomatis dibangun.

"Pulau Dzharylhach unik dan menarik karena tidak dihuni sepanjang hayatnya. Tangan manusia tidak menyentuhnya sampai awal abad ke-20 saat manusia memulai aktivitas pertanian di sini," kata Chebotaryov.

"Pada tahun 1960-an, pos penjaga hutan didirikan di sini dan para pekerjanya menanam zaitun dan buah beri perak. Mereka juga membawa hewan untuk berburu," lanjutnya.

Pada 2010 pulau itu menerima status Taman Nasional dan perburuan dilarang.

Aerial view of the eastern edge of the Dzharylhach islandPemandangan Taman Nasional Pulau Dzharylhach dari ketinggian. (iStockphoto/Yevheniia Kudrova)

Penjaga hutan, Olexandr Vedening, dan rekannya - mantan pemburu - berpatroli di wilayah Dzharylhach dengan truk atau dari laut dengan perahu.

Setiap pagi mereka datang ke danau tempat binatang berkumpul untuk minum. Jumlah mereka terus dikontrol. Di musim dingin, Vedenin memberi makan hewan agar mereka mampu melalui bulan-bulan yang sulit.

Pulau ini adalah rumah bagi 200 rusa sika dan 170 rusa fallow - tiga di antaranya adalah albino. Pada musim gugur beberapa rusa dipindahkan ke taman nasional lainnya.

Domba liar yang dikenal sebagai mouflon merupakan fauna terbesar di pulau itu - dianggap sebagai salah satu dari dua nenek moyang domba masa kini. Rubah dan babi hutan juga tinggal di sini.

Di laut, tiga jenis lumba-lumba dapat dilihat dari pantai, lumba-lumba hidung botol Laut Hitam, lumba-lumba umum berparuh pendek dan "Azovka", subspesies porpoise.

Menurut Chebotaryov, ada lebih dari 70 tumbuhan langka yang tumbuh di pulau itu. Banyak tumbuhan tumbuh di tengah pulau, di area yang dilarang didatangi pengunjung demi kelestariannya.

Wisatawan diperbolehkan mendirikan tenda di area seluas 45 hektare di dekat mercusuar atau lebih jauh di pantai. 5.000 hektare area lainnya tetap bebas manusia.

Turis pertama muncul di Dzharylhach pada 1990-an, ketika hanya perahu kecil yang mengangkut mereka.

Pulau ini menjadi lebih populer selama lima tahun terakhir dan terutama sejak pandemi.

Tahun ini Dzharylhach hampir kosong hingga pertengahan Juni karena restiksi COVID-19 yang mempengaruhi perjalanan domestik.

Tapi setelah langkah-langkah dilonggarkan, pulau itu menyambut ribuan pengunjung pada Juli dan Agustus dan sekitar 3.000 orang pada September.

Sekarang dua kapal uap mendatangkan hingga 800 wisatawan, tiga kali sehari, tetapi hanya 30 persen yang menginap.

"Jiwa kita tenang di sini. Sayangnya, hampir tidak mungkin menemukan pulau seperti itu di Ukraina. Tapi di sini ada kebebasan yang tersisa," kata Anatoliy Skachkov, seorang turis dari Kyiv.

"Apa yang saya rasakan di sini? Ketenangan pikiran. Menjauh dari teknologi," kata Volodymyr Rotar, seorang turis dari Ukraina Barat.

Pulau ini hanya membentang sepanjang 42 km dan memiliki luas 56 km persegi.

Wilayah Kherson telah digolongkan sebagai zona hijau untuk virus corona, dengan hanya 228 kasus aktif dan 14 kematian menurut Kementerian Kesehatan Ukraina.

Angka saat ini (11 September 2020) untuk Ukraina secara keseluruhan berdiri di 152.373 kasus secara total sejak Maret dan 3.132 kematian menurut John Hopkins Coronavirus Resource Center.

(AP/ard)

[Gambas:Video CNN]