Siap Buka Oktober, Thailand Giring Turis Karantina di Phuket

CNN Indonesia | Kamis, 17/09/2020 12:30 WIB
Thailand kemungkinan membuka gerbang pariwisata untuk turis mancanegara pada Oktober dan menggiring mereka yang datang untuk karantina di Phuket. Pemandangan salah satu pantai di Phuket, Thailand. (Mladen ANTONOV / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Thailand kemungkinan membuka gerbang pariwisata untuk turis mancanegara pada Oktober, dengan ketentuan wisatawan mau dikarantina setelah mendarat dan hanya mengeksplor kawasan yang telah ditentukan.

Dalam forum publik yang diadakan akhir pekan lalu, Menteri Pariwisata Thailand, Phiphat Ratchakitprakarn, mengatakan negaranya bertujuan untuk mengizinkan turis mancanegara masuk ke negara itu melalui program yang disebut "Aman dan Terpantau (Safe and Sealed)."

"Saya telah meminta persetujuan perdana menteri untuk menetapkan 1 Oktober sebagai tanggal untuk mengizinkan wisatawan (mancanegara) masuk," katanya.


"Saya juga telah meminta untuk menggunakan Phuket sebagai model percontohan ... dan telah mendapat persetujuan dari Pusat Administrasi Situasi Ekonomi."

Jika berhasil, proyek ini akan diperluas hingga mencakup destinasi lainnya di Negara Gajah.

Dalam rencana awal, wisatawan akan diizinkan terbang ke Phuket - pulau terbesar di Thailand, dan perlu melakukan karantina di resor yang ditentukan selama 14 hari.

Phiphat mengutip Pantai Patong yang populer sebagai lokasi percontohan program ini.

Zona khusus 1 kilometer yang terdiri dari tiga hingga empat resor dapat disiapkan di sana, memungkinkan wisatawan yang dikarantina untuk menghabiskan waktu di pantai - selama mereka tinggal di area yang ditentukan.

Wisatawan harus menjalani tes Covid-19 di awal dan akhir masa karantina. Jika hasilnya negatif, mereka dibebaskan berwisata di pulau itu.

Tetapi menteri mengatakan wisatawan yang ingin bepergian ke luar Phuket harus tinggal di karantina selama tujuh hari tambahan dan akan menjalani tes Covid-19 ketiga pada akhir periode karantina 21 hari itu.

Staf hotel yang bekerja di zona yang ditentukan ini tidak akan diizinkan pergi tanpa terlebih dahulu menjalani karantina dan akan diuji secara teratur untuk Covid-19 serta untuk mencegah penyebaran virus.

Yuthasak Supasorn, Pemimpin Otoritas Pariwisata Thailand, mengatakan kepada CNN Travel bahwa rencana tersebut telah disetujui oleh pemerintah dan langkah selanjutnya adalah mengadakan audiensi publik untuk mendapatkan persetujuan dari masyarakat setempat.

Proyek ini telah berlangsung sejak awal September.

Seperti kebanyakan negara yang sangat bergantung pada pariwisata, pandemi telah memukul perekonomian Thailand.

Sektor pariwisata negara itu biasanya menyumbang hampir 15 persen dari PDB-nya, menurut Bank Dunia.

Semua penerbangan komersial internasional telah dilarang, tidak termasuk penerbangan repatriasi.

Penduduk Thailand dan penduduk yang kembali dengan penerbangan ini dimasukkan ke fasilitas karantina selama 14 hari.

Untuk saat ini, gelombang pelancong domestik cukup membantu.

Hingga Kamis (17/9), Thailand mencatat 3.490 kasus virus corona dengan 58 kasus kematian dan 3.316 kasus kesembuhan. Belum ada lagi kasus positif baru.

Tetapi untuk destinasi wisata seperti Phuket dan Koh Samui, yang cukup jauh dari Bangkok, berkurangnya wisatawan mancanegara telah menghancurkan industri pariwisata di sana.

Bill Barnett yang berbasis di Phuket, direktur pelaksana perusahaan konsultan yang berfokus di Asia C9 Hotelworks, mengatakan bahwa rencana pemerintah untuk menyambut wisatawan mancanegara ke Phuket adalah langkah yang baik.

"Covid-19 tidak tertandingi dibandingkan dengan kejadian lain, tetapi melihat 9/11 dan memulai kembali perjalanan, program ini adalah langkah kecil mungkin membantu," kata Barnett.

Menepis kritik bahwa proyek tersebut mungkin terlalu membatasi gerak wisatawan, dia mengatakan Phuket telah lama menunjukkan daya tariknya sebagai destinasi hangat bagi wisatawan yang datang dari negara salju.

Barnett mencatat bahwa orang Skandinavia, Rusia, Inggris, dan Jerman pasti kembali ke Phuket setiap tahun dan bermalam dalam durasi yang lama.

"Satu hal yang pasti adalah, begitu suhu turun di Eropa, mereka akan datang ke destinasi wisata yang hangat, dan salah satunya ke Phuket."

[Gambas:Video CNN]



(ard)

[Gambas:Video CNN]