Wisata Terbang dengan Pesawat Tanpa Tujuan

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Sabtu, 19/09/2020 18:12 WIB
Sejumlah maskapai penerbangan komersial menawarkan layanan terbang tanpa tujuan untuk mengobati rasa rindu para wisatawan. Ilustrasi wisata penerbangan tanpa tujuan. (Foto: AFP Photo/Peter Parks)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketika pandemi Covid-19 banyak negara melarang pendatang masuk menggunakan pesawat terbang. Ini berlangsung selama berbulan-bulan tanpa kepastian.

Kondisi saat ini tentu membuat para wisatawan rindu berpelesir menumpangi pesawat. Rindu suasana melihat pemandangan langit dari jendela pesawat, makan serta minum di pesawat, hingga keramahan para pramugari-pramugara.

Untuk mengobati rasa rindu para wisatawan tersebut, salah satu maskapai penerbangan komersial Qantas menawarkan layanan terbang menikmati perjalanan udara tanpa tujuan selama 7 jam di tengah pandemi Covid-19.


Pesawat yang digunakan tipe Boeing 787 Dreamliner Qantas. Perusahaan menjamin pesawat akan berputar-putar mengelilingi beberapa daerah dengan beberapa hiburan yang ditawarkan di dalam pesawat.

Perjalanan udara melintasi beberapa tempat populer di Australia seperti negara bagian Queensland, Gold Coast, New South Wales, dan pedalaman-pedalaman terpencil di Australia.

Ini merupakan hiburan baru dan menarik para masyarakat Australia, alhasil tiket wisata ludes terjual hanya dalam 10 menit.

"Ini mungkin penerbangan dengan penjualan tercepat dalam sejarah Qantas," kata CEO Qantas, Alan Joyce, dalam sebuah pernyataan dilansir dari CNN, Sabtu (19/9).

"Orang jelas merindukan perjalanan dan pengalaman terbang. Jika ada permintaan, kami pasti akan melakukan lebih banyak penerbangan wisata ini sementara kita semua menunggu perbatasan dibuka," ucap Joyce.

Australia termasuk salah satu negara yang masih mengetatkan prosedur penerbangan. Hanya ada sedikit penerbangan yang beroperasi baik dari maupun ke negeri kanguru tersebut.

Sebelumnya, maskapai Taiwan, Eva Air juga telah melakukan hal serupa. Pada 8 Agustus 2020, maskapai ini menawarkan perjalanan satu kali dengan jet A330 Dream bertema Hello Kitty.

Selanjutnya ada juga maskapai Jepang, All Nipon Airways (ANA) yang juga mengoperasikan penerbangan wisata singkat tanpa tujuan di Jepang.

Maskapai tersebut berusaha meniru "pengalaman resor Hawaii", dengan 300 penumpang naik dalam penerbangan berdurasi 1,5 jam.

Singapore Airlines juga dilaporkan mempertimbangkan untuk mengoperasikan wisata penerbangan tanpa tujuan mulai Oktober, menurut surat kabar lokal Straits Times.

Seorang juru bicara Singapore Airlines mengatakan kepada CNN Travel bahwa maskapai "sedang mempertimbangkan beberapa inisiatif yang akan memungkinkan kami untuk terus melibatkan pelanggan dan anggota masyarakat. Saat ini, tidak ada satu pun dari rencana ini yang ditetapkan."

(ndn/mik)

[Gambas:Video CNN]