Protokol Kesehatan Taj Mahal: Turis Diminta Kurangi Selfie

CNN Indonesia | Selasa, 22/09/2020 17:31 WIB
Saat dibuka kembali di tengah pandemi virus corona, pengelola Taj Mahal melarang turis membuka masker terlalu lama hanya demi selfie. Sekelompok turis yang datang saat pembukaan kembali Taj Mahal pada Senin (21/9). (AP/Pawan Sharma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dari Putri Diana hingga Presiden Trump, semua orang ingin mengunjungi Taj Mahal. Tetapi di tengah pandemi virus corona, memenuhi bucket-list di sini jadi sedikit kurang istimewa.

Saat "monumen cinta" India dibuka kembali pada hari Senin (21/9) setelah enam bulan ditutup, peraturan khusus diberlakukan, termasuk tidak menyentuh dinding marmer putih dari mausoleum yang dibangun untuk istri kesayangan seorang kaisar Mughal.

Hanya 5.000 pengunjung yang diizinkan masuk setiap harinya - seperempat dari kapasitas normal, dan semua suhu mereka diukur oleh staf yang mengenakan pelindung wajah, masker, dan sarung tangan.


Pengunjung dapat melepas masker mereka untuk berfoto, tetapi petugas keamanan dengan cepat mengingatkan mereka untuk mengenakannya kembali.

Dan bangku terkenal tempat orang biasanya duduk untuk berfoto telah dilaminasi dengan plastik, untuk membantu pembersihan di antara setiap sesi foto.

"Kami memiliki semua langkah pengamanan," kata Vasant Swarnkar dari Survei Arkeologi India (ASI), yang mengawasi situs warisan dunia UNESCO di Agra, selatan New Delhi, ini.

"Kami ingin mengirimkan pesan bahwa segala sesuatunya tidak terlalu buruk dan Anda akan aman jika mengikuti instruksi."

Baik aturan baru maupun ancaman tertular virus corona tidak menghentikan arus pengunjung ke monumen abad ke-17 yang menakjubkan itu pada Senin pagi.

Bantuan untuk penduduk setempat

"Saat saya mendengar Taj dibuka kembali, saya memutuskan untuk mengunjunginya. Saya telah merencanakannya selama bertahun-tahun," kata insinyur bernama Debargha Sengupta (25) yang naik kereta api dari Allahabad sejauh 500 kilometer.

"Sungguh menakjubkan, sungguh luar biasa. Saya telah membaca tentang Taj di buku dan melihat gambar-gambarnya, tetapi melihatnya secara nyata sungguh menakjubkan," katanya kepada AFP.

"Saya tidak khawatir tentang virus corona. Sudah enam bulan dan saya benar-benar muak sekarang. Kami tidak bisa duduk di rumah selamanya."

Kembalinya pengunjung merupakan kelegaan besar bagi banyak orang Agra yang bergantung pada wisatawan Taj Mahal untuk mata pencaharian mereka.

"Sungguh frustrasi duduk diam di rumah selama enam bulan," kata Zahid Baig, seorang pengemudi becak yang mengaku gembira mendapat banyak penumpang.

"Agra tampak seperti kota hantu tanpa turis Taj," katanya.

Pembukaan kembali terjadi ketika pemerintah India berusaha untuk membuat negara dengan ekonomi terbesar ke-tiga di Asia itu bergerak lagi, bahkan ketika kasus infeksi melonjak.

Sejauh ini India telah mencatat lebih dari 5,4 juta kasus virus corona - ke-dua setelah Amerika Serikat, yang dikhawatirkan dapat menyusul posisi teratas dalam beberapa minggu mendatang.

'Kita harus terbiasa'

Penguncian yang diberlakukan pada bulan Maret menyebabkan puluhan juta kehilangan pekerjaan hampir dalam semalam, sementara ekonomi menyusut hampir seperempat antara bulan April dan Juni.

"Orang-orang sangat menderita dan inilah saatnya negara terbuka sepenuhnya," kata pejabat bank Ayub Sheikh (35) yang mengunjungi Taj Mahal bersama istri dan bayi perempuannya.

"Kami tidak takut virus. Jika harus menginfeksi kami, itu akan terjadi," katanya kepada AFP.

"Tidak banyak orang yang sekarat sekarang. Saya rasa virus tidak akan segera hilang. Kita yang harus terbiasa sekarang."

Hanya ada beberapa orang asing yang hadir pada hari Senin, karena India belum terbuka untuk wisatawan mancanegara.

Salah satunya Ainhoa Parra, warga negara Spanyol yang telah tinggal di India dan terlihat datang di hari pembukaan Taj Mahal.

"Virus corona ada di setiap negara," kata Parra kepada AFP setelah berfoto selfie dengan suami dan dua temannya.

"Kami harus berhati-hati, tetapi jika kami harus tertular, kami hanya bisa pasrah."

Daya pikat monumen, yang dibangun sekitar tahun 1630 oleh Kaisar Mughal Shah Jahan untuk istrinya Mumtaz Mahal, tampaknya akan bertahan.

"Taj Mahal memiliki seakan jadi magnet bagi orang-orang. Mereka tergila-gila padanya," kata Vasant.

"Semua orang ingin mengunjunginya setidaknya sekali seumur hidup."

[Gambas:Video CNN]



(AFP/ard)