Kenali Gejala Dehidrasi Agar Tetap Fit Hadapi Perubahan Cuaca

CNN Indonesia | Senin, 28/09/2020 20:02 WIB
Kecukupan kebutuhan air tubuh adalah salah satu hal pokok menjaga kesehatan tubuh, apalagi di tengah cuaca tak menentu. Jangan sampai tubuh mengalami dehidrasi. Ilustrasi: Kecukupan kebutuhan air tubuh adalah salah satu hal pokok menjaga kesehatan tubuh, apalagi di tengah cuaca tak menentu. Jangan sampai tubuh mengalami dehidrasi. (Foto: AFP PHOTO / GEORGES GOBET)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mencukupi kebutuhan air harian tubuh adalah salah satu yang penting dipastikan untuk menjaga kesehatan di tengah cuaca yang tak menentu. Karena itu dokter mengingatkan agar jangan sampai tubuh mengalami dehidrasi.

Meski Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim hujan baru akan tiba pada Oktober mendatang, namun saat ini telah memasuki masa pergantian cuaca.

Itu sebab Dokter umum yang berpraktik di RSUD Koja, Tanjung Priok, Siti Rosidah berpesan, baik pada musim hujan maupun musim panas, tubuh harus mendapatkan asupan cairan yang cukup.


"Intinya jangan sampai dehidrasi karena kalau sudah dehidrasi bisa timbul demam dan tubuh bisa lemas. Apalagi di masa pandemi COVID-19 dengan cuaca tidak menentu," terang Siti Rosidah dikutip dari Antara.

Dehidrasi terjadi saat tubuh menggunakan atau kehilangan lebih banyak cairan daripada cairan yang masuk. Tubuh tidak memiliki cukup air dan cairan lain untuk menjalankan fungsi normalnya.

Jika Anda tidak mengganti cairan yang hilang maka Anda akan mengalami dehidrasi.

Rasa haus tidak selalu menjadi indikator awal saat tubuh kekurangan cairan. Sebagian besar orang, terutama orang dewasa yang lebih tua, tidak merasa haus sampai mereka mengalami dehidrasi.

Itulah alasan, penting untuk menambah asupan air saat cuaca panas atau saat Anda sedang sakit.

Manfaat minum segelas air hangat setiap pagi. (CNN Indonesia/Hafshah Fakhrin)Foto: Hafshah Fakhrin
Manfaat minum segelas air hangat setiap pagi. (CNN Indonesia/Hafshah Fakhrin)

Gejala Dehidrasi

Selain tak melulu perkara haus, tanda dan gejala dehidrasi juga bisa jadi berbeda bergantung usia. Pada bayi atau anak kecil gejalanya dapat berupa mulut dan lidah kering tidak ada air mata saat menangis, mata dan pipi cekung dan, lesu.

Sementara pada orang dewasa, tanda dehidrasi antara lain haus yang ekstrem, jarang buang air kecil, urin berwarna gelap, lelah, pusing dan bingung.

Di sisi lain Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga di Bluetail Medical Group, Naples, Florida, Amerika Serikat, Luga Podesta menuturkan gejala lain dehidrasi yakni tubuh menggigil

"Kondisi ini terjadi karena tubuh mulai membatasi aliran darah dalam kulit," tutur Podesta dikutip dari Health.

Air memiliki sifat menahan panas, jadi jika Anda terhidrasi maka tak akan mudah kedinginan bahkan ketika berada di lingkungan yang dingin sekalipun.

Kebutuhan Air Ideal per Hari

Agar tubuh tak mengalami dehidrasi, Rosidah menyarankan asupan air putih delapan gelas per hari. Namun, jumlah asupannya bisa lebih dari itu jika Anda melakukan aktivitas fisik yang lebih banyak.

Selain asupan air putih, menjaga kesehatan tubuh juga menyangkut terpenuhinya kebutuhan tidur per malam. Rosidah menganjurkan Anda tidur sekitar 6 hingga 8 jam (per malam).

"Tidak baik lembur atau tidak tidur malam karena proses detoksifikasi tubuh terjadi pada malam hari oleh organ hati. Jadi jika seseorang sering bergadang bisa bermasalah dengan proses di heparnya (hati)," jelas Rosidah.

Selain itu, lakukan aktivitas fisik seperti olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang, lalu lakukanlah pekerjaan yang bisa menambah semangat, mengelola stres, membuat suasana hati menjadi baik, bahagia dan mencukupi asupan makanan sehat.

"Batasi jam kerja, jangan over dan melakukan protokol kesehatan melalui 3M yakni mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak, serta stay at home," Rosidah mengingatkan.

(Antara/NMA)

[Gambas:Video CNN]