Austria Tetap Buka Resor Ski Tanpa Pesta di Bar Tahun Ini

CNN Indonesia | Rabu, 30/09/2020 11:50 WIB
Austria tetap buka resor ski tahun ini, namun melarang penyelenggaraan pesta di bar. Kota Ischgl, salah satu resor ski di Austria. (iStockphoto/ Bob Douglas)
Jakarta, CNN Indonesia --

Austria, destinasi olahraga musim dingin pada Kamis (24/9) mengumumkan larangan pesta di resor ski, yang dituduh menciptakan klaster virus corona pada awal tahun ini, dan mengeluarkan peringatan perjalanan untuk Paris, Praha, dan tujuan lainnya.

Ketika infeksi meningkat dengan cepat lagi di negara Alpen, pihak berwenang bersikeras bahwa resor ski Austria yang terkenal di dunia - yang menghasilkan pendapatan turis dalam jumlah besar - akan tetap buka di musim dingin mendatang.

Ribuan turis dari seluruh dunia terinfeksi di bar di lereng ski yang padat sekitar awal Maret.


Kali ini, jarak fisik yang ketat dan langkah-langkah kebersihan akan diberlakukan, kata Kanselir Sebastian Kurz.

"Tidak mungkin melakukan pesta di resor ski seperti yang biasa kita lakukan di masa lalu, karena risiko infeksi terlalu tinggi ... Bermain ski menyenangkan ya, tapi tidak boleh dengan pesta," katanya kepada wartawan, seperti yang dikutip dari AFP.

Wisatawan harus menjaga jarak setidaknya satu meter setiap saat, mengenakan masker di kereta gantung dan gondola, dan bar serta restoran akan menyajikan minuman dan makanan hanya untuk pelanggan yang duduk.

"Berdiri bahu-membahu, menari, bernyanyi di bar kecil atau bar luar ruangan merupakan pusat infeksi yang potensial," kata Menteri Pariwisata Elisabeth Koestinger.

Objek wisata utama lainnya, pasar Natal di negara itu, juga akan diizinkan buka tahun ini, dengan syarat mematuhi pedoman keselamatan seperti penggunaan masker dan jarak fisik.

Austria sangat bergantung pada pariwisata, dan peringatan perjalanan baru-baru ini untuk beberapa bagian Austria, termasuk dari negara tetangga Jerman, telah menghantam industri dengan keras.

Austria juga telah memperkenalkan aturan yang mewajibkan pelancong dari daerah dengan tingkat infeksi tinggi untuk menunjukkan tes virus corona atau menjalani isolasi mandiri.

Pada hari Kamis, Austria mengeluarkan peringatan perjalanan baru untuk Paris, Praha, Israel, dan sejumlah tujuan lain, tetapi menghapus Swedia, Australia, Jepang, dan lainnya dari daftar tersebut.

Austria dengan populasi hampir 9 juta jiwa telah mencatat lebih dari 41 ribu kasus dan total 783 kematian akibat virus corona hingga saat ini.

"Dalam beberapa pekan mendatang, kami harus melakukan segala yang kami bisa untuk menjaga jumlah infeksi tetap rendah ... karena itulah dasar di mana para tamu dapat datang ke Austria," kata Kurz.

Pada hari Rabu (23/9), kelompok pengawas konsumen mengatakan pihaknya menuntut pemerintah atas wabah virus corona di resor ski negara itu.

(AFP/ard)

[Gambas:Video CNN]