Hari Jantung Sedunia

Syarat Agar Olahraga Bisa Membuat Jantung Benar-benar Sehat

tim, CNN Indonesia | Selasa, 29/09/2020 17:57 WIB
Selain menjaga pola makan sehat, kesehatan jantung juga bisa dijaga dengan olahraga. Hanya saja bagaimana menentukan olahraga yang tepat demi jantung sehat? Selain menjaga pola makan sehat, kesehatan jantung juga bisa dijaga dengan olahraga. Hanya saja bagaimana menentukan olahraga yang tepat demi jantung sehat? (Istockphoto/ Drazen Zigic)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hari Jantung Sedunia dirayakan setiap tanggal 29 September setiap tahunnya. Hari jantung dirayakan sebagai sebuah peringatan agar setiap orang menjaga kesehatan jantungnya.

Selain menjaga pola makan sehat, kesehatan jantung juga bisa dijaga dengan olahraga. Hanya saja bagaimana menentukan olahraga yang tepat demi jantung sehat?

"Olahraga seperti pisau bermata dua untuk jantung. Bahwa olahraga itu bagus untuk jantung, itu betul, asal olahraga tepat, tapi di sisi lain olahraga berlebihan terutama yang melampaui batas kemampuan, meskipun pada orang yang sehat atau orang dengan keadaan yang tidak sehat maka berpotensi untuk membahayakan jantung," ungkap dokter spesialis olahraga, Michael Triangto kepada CNNIndonesia.com, Senin (28/9).


"Kalau lagi merasa tidak sehat (untuk orang tidak memiliki masalah jantung apapun) tidak disarankan untuk olahraga, apalagi di masa pandemi seperti sekarang."

Michael menambahkan, ketika memilih olahraga yang bisa menyehatkan jantung, ada beberapa faktor yang harus diketahui dan diperhatikan, yaitu BBTT.

BBTT yang diperkenalkan oleh Kementerian Kesehatan P2PTM ini merupakan kependekan dari Baik, Benar, Terukur, dan Teratur.

"Olahraga yang Baik itu harus dilakukan dalam keadaan sehat. Kalau sakit jangan olahraga karena ingin cari keringat biar segar, itu sebaiknya jangan. Metabolisme mungkin naik, tapi itu bisa jadi tanda awal ada gangguan jantung," ucapnya.

"Selain itu baik juga berarti tempat latihannya baik, bukan di tempat berbatu, atau bahkan di pinggir tebing untuk sekadar foto-foto media sosial. Selain itu memakai pakaian yang nyaman untuk olahraga."

Sedangkan arti olahraga yang Benar adalah melalui proses yang bertahap yaitu dari peregangan, pemanasan, latihan inti, pendinginan dan selanjutnya. Hal ini kerap diabaikan, padahal pemanasan bertujuan untuk mempersiapkan tubuh, otot, dan jantung untuk berolahraga.

"Banyak orang yang langsung lari saja, tanpa pemanasan, padahal jantungnya belum siap. Ini yang mengganggu kesehatan jantung."

Arti Terukur adalah olahraga yang terkontrol dengan menghitung intensitas latihan dan zona latihan. Diungkapkan Michael, cara paling mudah mengukur batas olahraga adalah melalui denyut jantung maksimal.

"Kalau tujuannya untuk menjaga kesehatan jantung, untuk tujuan jaga kesehatan jantung, maka denyut jantung harus 100-140 per menit," ucapnya.

Yang terakhir adalah Teratur. Olahraga yang menyehatkan adalah olahraga yang teratur atau berkesinambungan. Dia menyarankan untuk berolahraga minimal 30 menit, 3-5 kali per minggu 150 menit.

"Jantung yang lebih sehat setelah olahraga teratur ditandai dengan denyut jantung yang melambat. Sebelum olahraga denyut jantung istirahat 90 denyut per menit, olahraga teratur, setelah 1 bulan dillihat denyut jantungnya turun. Denyut yang lebih lambat tapi volume darah yang dipompa akan lebih banyak, jadi jantung bekerja lebih efisien."

Sehatkah bersepeda untuk penderita penyakit jantung?

A couple is biking uphill on a scenic forest road with an overview of Lake Millstatt, Carinthia, southern Austria. The region is a very attractive holiday area and is famous for hiking, mountainbiking and swimming during summertime. In wintertime there lots of skiing areas as well.Foto: iStockphoto/Saro17
ilustrasi bersepeda

Belakangan ini, olahraga sepeda tengah jadi tren di masa pandemi. Banyak orang, tua dan muda bersepeda demi menjaga kesehatan. Namun bagaimana untuk penderita penyakit jantung?

"Bersepeda itu juga sehat, tapi ya seperti pisau bermata dua," katanya.

"Olahraga sepeda, termasuk olahraga aerobik karena intensitasnya ringan dan dilakukan dengan gerakan yang berulang dan dalam jangka panjang. Jika melakukan seperti ini maka itu sehat buat jantung."

"Tapi beda cerita jika olahraga sepedanya dilakukan dengan intensitas tinggi, misalnya untuk olahraga balap sepeda, itu termasuk anaerobik dan tidak bagus untuk jantung. Apalagi kalau medannya berat karena berbatu atau naik turun bukit."

Bagaimana mengetahui jika Anda sudah memaksakan diri untuk berolahraga atau bersepeda?

Michael mengatakan, pascaolahraga ada yang disebut sebagai jejak metabolisme dan dikenal sebagai asam laktat. Jika usai berolahraga, Anda merasa kaku, pegal, dan tubuh kesakitan, maka olahraga yang dilakukan sudah berlebihan atau memaksakan diri sehingga tak baik untuk kesehatan jantung.

Selamat Hari Jantung Sedunia.

(chs)

[Gambas:Video CNN]