HARI JANTUNG SEDUNIA

Jenis Penyakit Jantung dan Gejala Umum yang Perlu Diwaspadai

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 29/09/2020 13:03 WIB
Hari Jantung Sedunia diperingati untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya kesehatan jantung. Kenali beberapa jenis penyakit jantung berikut ini. Ilustrasi. Masing-masing jenis penyakit menyerang jantung dengan cara yang saling berbeda satu sama lain. (Istockphoto/ RapidEye)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hari Jantung Sedunia diperingati saban tahun pada 29 September. Momen ini diperingati untuk memberikan kesadaran pada masyarakat luas akan pentingnya menjaga kesehatan jantung.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat penyakit kardiovaskular-termasuk salah satunya gangguan jantung-sebagai salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Penyakit kardiovaskular merenggut nyawa 17,9 juta orang setiap tahunnya, menyumbang 31 persen angka kematian global.

Tak seperti kardiovaskular yang menggambarkan masalah pada pembuluh darah serta jantung, penyakit jantung mengacu pada masalah dan kelainan bentuk pada jantung itu sendiri.


Ada banyak jenis penyakit atau gangguan jantung yang umum dialami masyarakat. Masing-masing jenis menyerang organ jantung dengan cara yang berbeda-beda.

Berikut jenis-jenis penyakit jantung, mengutip Healthline dan Medical News Today.

1. Penyakit jantung bawaan

Penyakit jantung bawaan adalah istilah umum untuk beberapa kelainan bentuk jantung yang telah ada sejak lahir. Beberapa penyakit jantung bawaan di antaranya:

- cacat septum, munculnya lubang di antara dua bilik jantung

- cacat obstruksi, aliran darah yang melalui berbagai ruang jantung tersumbat sebagian atau seluruhnya

- penyakit jantung sianotik, cacat pada jantung yang menyebabkan kekurangan oksigen di seluruh tubuh

2. Aritmia

Aritmia adalah kondisi di mana jantung tak berdetak secara teratur. Aritmia dibagi lagi ke dalam beberapa jenis, di antaranya:

- takikardia, saat jantung berdetak terlalu cepat

- bradikardia, saat jantung berdetak terlalu lambat

- kontraksi ventrikel prematur, denyut abnormal

- fibrilasi, saat detak jantung tidak teratur

Aritmia terjadi saat impuls listrik yang bertugas mengkoordinasikan detak jantung tidak berfungsi dengan baik. Kondisi ini membuat jantung berdetak dengan cara yang tidak semestinya, baik itu terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur.

Detak jantung yang tidak teratur sebenarnya umum terjadi pada banyak orang, seperti jantung yang berdebar kencang. Namun, bila terlalu sering berubah atau terjadi karena jantung yang rusak atau lemah, maka hal tersebut perlu ditangani dengan lebih serius.

Aritmia bisa berakibat fatal dan menjadi salah satu faktor risiko serangan jantung.

3. Penyakit arteri koroner

Arteri koroner memasok otot jantung dengan nutrisi dan oksigen melalui sirkulasi darah.

Kerusakan pada arteri koroner biasanya disebabkan oleh timbunan plak yang mengandung kolesterol. Penumpukan plak mempersempit arteri koroner dan menyebabkan pasokan oksigen dan nutrisi ke jantung jadi lebih sedikit.

The photo of heart is on the woman's body, Severe heartache, Having heart attack or Painful cramps, Heart disease, Pressing on chest with painful expression.Ilustrasi. Hari Jantung Sedunia menjadi waktu yang tepat bagi Anda untuk kembali mengingat betapa pentingnya menjaga jantung tetap sehat. (Istockphoto/Tharakorn)

4. Kardiomiopati dilatasi

Kardiomiopati dilatasi merupakan kondisi saat bilik jantung melebat akibat kelemahan otot jantung. Kondisi ini menyebabkan jantung tak dapat memompa darah dengan baik.

Selain itu, kurangnya pasokan oksigen akibat penyakit arteri koroner bisa memicu kardiomiopati dilatasi.

5. Infark miokard

Kondisi ini juga dikenal dengan istilah serangan jantung atau trombosis koroner. Pada kondisi ini, aliran darah terputus atau menghancurkan otot jantung. Kondisi ini umumnya dipicu oleh pembekuan darah pada salah satu arteri koroner. Namun, Anda juga perlu waspada karena kondisi ini juga dapat terjadi secara tiba-tiba saat ada penyempitan arteri.

6. Gagal jantung

Kondisi ini terjadi saat jantung tidak memompa darah ke seluruh tubuh dengan baik. Penyakit arteri koroner dan tekanan darah tinggi dapat membuat jantung terlalu kaku atau lemah untuk memompa darah dengan benar.

7. Kardiomiopati hipertrofik

Kardiomiopati hipertrofik adalah kelainan genetik di mana dinding ventrikel kiri mengalami penebalan. Hal itu membuat darah lebih sulit dipompa keluar dari jantung. Kondisi ini menjadi penyebab utama kematian mendadak pada atlet.

Orang tua dengan kardiomiopati hipertrofik memiliki 50 persen untuk menurunkan gangguan tersebut kepada anak-anak mereka.

8. Regurgitasi mitral

Kondisi ini terjadi ketika katup mitral di jantung tidak menutup cukup rapat. Hal ini memungkinkan darah mengalir kembali ke jantung saat seharusnya mengalir ke seluruh tubuh. Akibatnya, darah tidak dapat bergerak dan mengaliri tubuh dengan baik.

Orang dengan kondisi ini umumnya sering kali merasa lelah dan sesak napas.

9. Prolaps katup mitral

Katup antara atrium kiri dan ventrikel kiri tidak menutup sepenuhnya, membengkak ke atas, atau kembali ke atrium. Pada kebanyakan orang, kondisi ini tak mengancam jiwa dan tak memerlukan pengobatan.

10. Stenosis

Kondisi ini terjadi saat jantung kesulitan memompa darah dan ventrikel kanan ke arteri pulmonal. Hal ini disebabkan oleh katup pulmonal yang terlalu kencang. Akibatnya, ventrikel kanan harus bekerja lebih keras untuk mengatasi obstruksi.

Bayi dengan stenosis yang parah akan mengalami kulit yang membiru. Sementara anak-anak yang lebih tua dengan kondisi ini umumnya tidak memperlihatkan gejala.

Perawatan akan diperlukan jika tekanan di ventrikel kanan terlalu tinggi.

Gejala Penyakit Jantung

Gejala akan tergantung pada kondisi yang dialami seseorang. Namun, pada umumnya, masalah pada jantung akan menimbulkan beberapa gejala seperti nyeri dada, sesak napas, dan jantung berdebar-debar.

An ECG heart monitor printout with a stethoscopeIlustrasi. Gejala penyakit jantung akan muncul saling berbeda sesuai kondisi yang dialami seseorang. (Istockphoto/clubfoto)

Nyeri dada menjadi salah satu gejala umum dan dapat terjadi pada berbagai jenis gangguan jantung. Gejala ini umumnya terjadi kurang dari 10 menit. Nyeri dada juga bisa dipicu oleh kondisi stres atau aktivitas fisik.

Sementara serangan jantung dapat terjadi akibat berbagai jenis penyakit jantung. Tanda-tanda serangan jantung mirip dengan angina, tapi dengan intensitas yang lebih parah.

Tanda serangan jantung meliputi:

- nyeri yang menjalar ke seluruh tubuh, seperti dari dada ke lengan, leher, punggung, perut, atau rahang

- pusing

- banyak berkeringat

- mual dan muntah

Sementara penyakit jantung bawaan umumnya menimbulkan gejala seperti:

- berkeringat

- rasa lelah yang intens

- detak jantung dan ritme napas cepat

- sesak napas

- nyeri dada

- warna biru pada kulit

Tak ada salahnya bagi Anda untuk kembali mengingat pentingnya menjaga kesehatan jantung di Hari Jantung Sedunia ini. Berhenti merokok dan aktivitas fisik atau olahraga secara rutin dapat membantu mencegah penyakit jantung.

(asr/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK