Hari Jantung Sedunia

Gunakan Hati untuk Lawan Penyakit Jantung di Tengah Pandemi

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 29/09/2020 10:47 WIB
Pada peringatan kali ini, kampanye Hari Jantung Sedunia mengambil tema 'Gunakan Hati untuk Melawan Penyakit Jantung'. Ilustrasi. Pada peringatan kali ini, kampanye Hari Jantung Sedunia mengambil tema 'Gunakan Hati untuk Melawan Penyakit Jantung'. (Istockphoto/ Simarik)
Jakarta, CNN Indonesia --

Saban tahun, masyarakat dunia memperingati Hari Jantung Sedunia pada 29 September. Hari ini diperingati untuk membentuk kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga jantung tetap sehat.

Pada peringatan kali ini, kampanye Hari Jantung Sedunia mengambil tema 'Gunakan Hati untuk Melawan Penyakit Jantung'. Slogan ini muncul di tengah situasi serba tak pasti seperti pandemi yang membuat kesehatan jantung semakin penting.

"Kita tidak tahu jalan apa yang akan diambil pandemi di masa depan, tapi kita tahu bahwa menjaga jantung tetap sehat saat ini jauh lebih penting dari sebelumnya," tulis World Heart Federation dalam memperingati Hari Jantung Sedunia.


Di tengah pandemi, menjaga kesehatan jantung menjadi lebih penting. Penyakit jantung menjadi salah satu penyakit penyerta yang banyak menimbulkan kematian pada pasien Covid-19.

Saat Covid-19 melanda, penderita penyakit jantung dihadapkan pada ancaman bermata dua. Tak hanya berisiko mengembangkan infeksi virus yang lebih parah, tapi mereka juga mengalami kesulitan untuk menjalani perawatan jantung di rumah sakit.

Slogan 'Gunakan Hati untuk Melawan Penyakit Jantung' adalah tentang menggunakan tiga hal dalam diri Anda. Pertama, masyarakat diharapkan bisa menggunakan pikiran terbaiknya untuk tetap menjaga kesehatan jantung dengan melakukan perubahan gaya hidup yang lebih baik.

Kedua, masyarakat juga diminta untuk saling memberi contoh pada orang lain mengenai pentingnya menjaga kesehatan jantung, baik itu untuk masyarakat umum, tenaga kesehatan, hingga pemerintah.

Ketida, di tengah pandemi ini, masyarakat diminta untuk saling mendukung dan melindungi satu sama lain, khususnya orang dengan gangguan jantung. Sebagaimana diketahui, penyakit jantung berisiko tinggi untuk menimbulkan komplikasi akibat Covid-19.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, penyakit kardiovaskular merenggut nyawa 17,9 juta orang setiap tahunnya, berkontribusi terhadap 31 persen penyebab kematian secara global. Kebiasaan merokok, pola makan yang tidak sehat, dan gaya hidup sedenter menjadi pemicu dari penyakit jantung.

Diinisiasi oleh World Heart Federation sejak 2012 lalu, Hari Jantung Sedunia memberi tahu masyarakat dunia bahwa penyakit kardiovaskular adalah penyebab utama kematian di dunia.

Pada Mei 2012, para pemimpin dunia berkomitmen untuk mengurangi kematian global akibat penyakit tidak menular-termasuk salah satunya penyakit kardiovaskular-hingga 25 persen pada tahun 2025 mendatang. Penyakit kardiovaskular bertanggung jawab atas hampir setengah dari semua kematian akibat penyakit tidak menular. Tak heran jika penyakit jantung dan kardiovaskular menjadi pembunuh nomor satu di dunia.

Kampanye ini juga mendorong tindakan yang dapat dilakukan oleh individu demi mengendalikan penyakit kardiovaskular. Masyarakat diharapkan sadar akan pentingnya untuk menghindari beberapa faktor risiko pemicu penyakit kardiovaskular. Dengan menghindari beberapa faktor risiko, 80 persen kematian dini akibat penyakit kardiovaskular dapat dihindari.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]