Efek Samping Remdesivir yang Sudah Tersedia di Indonesia

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 01/10/2020 19:47 WIB
Obat remdesivir yang kini telah tersedia di Indonesia diduga dapat menimbulkan beberapa efek samping, dari ringan hingga berat. Ilustrasi. Obat remdesivir yang kini telah tersedia di Indonesia diduga dapat menimbulkan beberapa efek samping, dari ringan hingga berat. (AFP/ULRICH PERREY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menyetujui penggunaan darurat obat remdesivir untuk menangani Covid-19 di Indonesia. Obat ini hadir dengan beberapa efek samping yang perlu Anda ketahui.

Remdesivir sendiri merupakan obat antivirus yang dianggap potensial mengobati pasien Covid-19. Obat ini bekerja dengan menghambat proses replikasi virus yang bisa menekan tingkat keparahan penyakit pada pasien.

Pada pasien Covid-19, virus yang masuk ke dalam tubuh akan menempel pada reseptor ACE2, yang banyak ditemukan di saluran napas. Saat telah berikatan dengan ACE2, virus akan masuk jaringan paru dan mereplikasi diri hingga menimbulkan keparahan.


"Diharapkan dengan masuknya remdesivir ini bisa menghambat sintesis dari RNA virus dan tidak terjadi kerusakan yang lebih luas," kata dokter spesialis paru, Erlina Burhan, dalam konferensi pers peluncuran obat remdesivir Covifor di Jakarta, Kamis (1/10).

Namun, selayaknya obat, remdesivir juga diduga bisa menimbulkan beberapa efek samping dari ringan hingga berat.

"Diduga akan memengaruhi liver dan ginjal," kata Erlina. Dia melanjutkan, ada dugaan yang menemukan bahwa remdesivir dapat meningkatkan kadar enzim hepatik. Untuk itu, dia menekankan, pasien dengan masalah liver dan ginjal tidak disarankan untuk menjalani pengobatan dengan remdesivir.

Untuk itu, ada beberapa kriteria pasien yang bisa mendapatkan remdesivir untuk mencegah terjadinya efek samping. Berikut di antaranya:

- Tidak memiliki riwayat alergi

- Tidak memiliki kelainan liver

- Tidak memiliki kelainan ginjal

Sebelumnya, sebuah uji klinis juga telah mencoba menemukan efek samping yang ditimbulkan oleh pengobatan remdesivir. Mengutip Medine Plus, ditemukan bahwa sebanyak 23 persen dari pasien mengalami efek samping serius seperti syok sepsis, gangguan hati, hingga cedera ginjal akut.

Dalam catatannya, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat juga menemukan pasien yang mengalami peningkatan kadar enzim di hati setelah mendapatkan pengobatan remdesivir secara intravena. Peningkatan kadar enzim di hati dapat memicu peradangan dan kerusakan sel-sel yang ada di dalam liver.

FDA juga mencatat, remdesivir bisa menyebabkan reaksi alergi yang serius. Beri tahu tenaga medis jika Anda mengalami gejala reaksi alergi seperti tekanan darah rendah, perubahan detak jantung, sesak napas, pembengkakan pada wajah, ruam, mual, muntah, berkeringat, dan menggigil.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]