Alasan Jaga Jarak Bisa Cegah Penyebaran Corona

Satgas Covid-19, CNN Indonesia | Minggu, 04/10/2020 09:07 WIB
Selain mencuci tangan dan memakai masker, salah satu dari protokol kesehatan yang harus dipatuhi adalah menjaga jarak. Ilustrasi: Salah satu dari protokol kesehatan yang harus dipatuhi adalah menjaga jarak. Masyarakat harus paham alasan pentingnya menjaga jarak. (Foto: AP/Natacha Pisarenko)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menjaga jarak masih menjadi salah satu protokol kunci dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19. Hal tersebut adalah satu poin dari kampanye 3M: memakai #pakaimasker, #jagajarak, dan #cucitangan.

Ketiga hal tersebut, termasuk menjaga jarak adalah hal yang bisa masyarakat lakukan saat kepastian kehadiran vaksin Covid-19 belum jelas.

Seperti diberitakan Healthline, sebuah penelitian di Amerika Serikat mencatat bahwa orang yang menerapkan jaga jarak secara ketat saat beraktivitas di luar hanya memiliki 10 persen kemungkinan positif Covid-19.


Macam-macam Alasan Pentingnya #JagaJarak

Tentunya terdapat alasan medis mengapa menjaga jarak harus dilakukan untuk mencegah penularan virus, berikut di antaranya:

1. Covid-19 Menular Lewat Udara

Tingkatan menjaga jarak yang paling baik adalah tidak keluar dari tempat tinggal. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan bahwa terdapat kemungkinan penularan Covid-19 lewat udara.

Memilih untuk tidak keluar dari tempat tinggal sama saja melindungi diri dari paparan udara bebas. Keramaian di ruang terbuka maupun tertutup merupakan kondisi berisiko tinggi terjadinya penularan Covid-19.

Seperti ditulis di Healthline, dokter dari Upstate Medical University menyatakan membatasi waktu di ruang publik bisa jadi jalan tengah. Jika harus berada di luar ruangan, ia menyarankan untuk seseorang tidak menghabiskan waktu terlalu lama di lokasi yang sama.

2. Menghentikan Laju Penularan Covid-19

Seseorang tidak bisa setiap saat memastikan bahwa diri mereka tidak terjangkit Covid-19. Maka dari itu, seseorang harus memiliki kesadaran untuk menjaga jarak dengan orang lain. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan penularan tanpa disadari.

Hal sebaliknya juga terjadi dengan kemungkinan orang-orang di sekitar kita membawa virus Corona. Kondisi berkerumun atau tidak menjaga jarak tentu menjadi situasi berisiko berpindahnya virus dari satu orang ke orang lainnya.

Maka dari itu, menjaga jarak adalah sikap dasar yang harus seseorang lakukan sebelum menggunakan masker dan mencuci tangan. Menjaga diri kita tetap jauh secara fisik dengan orang lain adalah pilihan sadar yang paling penting dilakukan.

3. Virus Mampu Menular dari Jarak Dekat

Belakangan baik WHO dan pemerintah Indonesia memperbarui aturan menjaga jarak. Dari sebelumnya 1 meter, kini masyarakat dianjurkan menjaga jarak 2 meter antar-manusia.

Sejumlah pekerja melakukan proses produksi di salah satu pabrik di Kudus, Jawa Tengah, Selasa (12/5/2020). Sejumlah pabrik di wilayah itu menerapkan kebijakan mencegah penyebaran COVID-19 seperti pengaturan jaga jarak fisik saat bekerja, wajib mengenakan masker, pemeriksaan suhu tubuh hingga mencuci tangan sebelum dan sesudah bekerja. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/foc.Ilustrasi: Jaga jarak jadi salah satu protokol utama mencegah penularan Covid-19 (Foto: ANTARA FOTO/YUSUF NUGROHO)

Menjaga jarak merupakan hal vital namun paling sering dilanggar. Pemerintah menyatakan bahwa masyarakat pada dasarnya berasumsi teman dekat aman dari Covid-19.

"Yang paling sulit adalah menjaga jarak, karena berasumsi dia teman dekat, oh dia aman kok, justru yang menularkan virus bukan orang jauh tapi orang terdekat," ujar Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Bidang Perubahan Perilaku Sonny Harry B Harmadi, Jumat (2/10).

Hal tersebut harusnya mengingatkan masyarakat kembali alasan pentingnya menjaga jarak. Kondisi kesehatan orang lain tak bisa setiap saat kita pastikan baik, maka dari itu jaga jarak dianjurkan dilakukan tanpa pandang kedekatan hubungan.

4. Kontak Sosial Bisa Digantikan Kegiatan Lain

Betul memang mengurangi interaksi sedikit banyak berpengaruh pada kesehatan mental seseorang. Medical News Today mencatat bahwa pembatasan sosial mampu memicu seseorang mengalami kesepian, stres, frustasi, dan resah.

Namun, hal-hal tersebut mampu dapa diobati dengan beberapa aktivitas. Dampak buruk dari aktivitas sosial secara fisik bisa diobati dengan beberapa aktivitas sebagai berikut:

  • Tetap terhubung dengan lingkungan sosial melalui dunia maya
  • Memastikan tubuh tetap aktif bergerak, salah satu caranya adalah berolahraga di rumah
  • Lakukan latihan pernapasan atau meditasi, salah satu panduan yang mudah adalah dengan melakukan gerakan yoga
  • Perbanyak aktivitas menenangkan seperti membaca buku dan mandi air hangat

Lindung Diri Sendiri, Lindungi Orang Sekitar

Menjaga jarak bukan hanya upaya untuk melindungi diri dari Covid-19, tapi juga melindungi orang sekitar. Menjaga jarak tidak hanya dilakukan untuk mencegah tertular, tapi juga menularkan virus.

Untuk itu, alasan pentingnya menjaga jarak di atas harus dipahami. Setelah memahami pentingnya menjaga jarak, lakukanlah dengan ketat. Menjaga jarak adalah salah satu protokol inti untuk mencegah penularan Covid-19.

Pemerintah mengampanyekan 3M sebagai upaya masyarakat mencegah penularan Covid-19, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

(fjr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK