Perempuan Lebih Patuh Protokol Kesehatan Daripada Pria

tim, CNN Indonesia | Jumat, 02/10/2020 15:44 WIB
Survei Satgas Covid-19 Bidang Sosialisasi Perubahan Perilaku dan BKKBN mengungkapkan perempuan lebih patuh daripada pria untuk menaati protokol kesehatan. Survei Satgas Covid-19 Bidang Sosialisasi Perubahan Perilaku dan BKKBN mengungkapkan perempuan lebih patuh daripada pria untuk menaati protokol kesehatan.(Istockphoto/Oleksandr Shatyrov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Selama obat dan vaksin Covid-19 belum ditemukan, protokol kesehatan 3M yaitu Memakai masker, Menjaga jarak, dan Menghindari kerumunan menjadi salah satu cara yang paling efektif mencegah penularan.

Sayangnya tingkat kepatuhan masyarakat masih sangat rendah untuk melaksanakan protokol kesehatan tersebut.

Survei yang dilakukan oleh Satgas Covid-19 Bidang Sosialisasi Perubahan Perilaku dan BKKBN mengungkapkan bahwa ternyata perempuan jauh lebih patuh dibandingkan laki-laki dalam urusan menaati protokol kesehatan.


"Berdasarkan jenis kelamin kaum perempuan jauh lebih patuh ketimbang laki-laki dalam menerapkan protokol kesehatan," ungkap Ketua Sub Bidang Sosialisasi Perubahan Perilaku - Satuan Tugas (SATGAS) Penanganan COVID-19 - Dwi Listyawardani.

"Nanti kami akan menggencarkan lagi agar laki-laki, anak-anak, bapak-bapak untuk lebih patuh lagi meski ini tidak mudah. Mengapa angka kepatuhan bervariasi dari kelompok ke kelompok, ada beberapa sebab hal itu masih terjadi terutama dalam persepsi responden dalam efektivitas kesehatan."

Lebih lanjut diungkapkannya, dalam urusan memakai masker, 94,8 persen perempuan patuh memakai masker. Sedangkan pria 88,5 persen. Untuk penggunaan hand sanitizer, perempuan sekitar 83,6 persen dan pria 70,5 persen.

Sekitar 80,1 persen perempuan lebih taat mencuci tangan selama 20 detik dengan sabun, sedangkan pria hanya 69,5 persen.

Sekitar 87,2 persen perempuan sudah tak lagi berjabat tangan, sedangkan pria baru 75,3 persen. Dalam urusan kerumunan, perempuan juga kini mulai menghindari kerumunan (81,2) dan pria 71,1 persen. Perempuan juga lebih memilih untuk menjaga jarak minimal 1 meter (77,5 persen) dan pria 68,7 persen.

Lalu apa alasan mereka tidak menerapkan protokol kesehatan?

Dalam survei tersebut, lebih dari setengah responden berpendapat bahwa tak ada sanksi menjadi alasan masyarakat untuk tak menerapkan protokol kesehatan (55 persen). Di posisi bawahnya, alasan ogah terapkan protokol kesehatan adalah karena tak ada penderita Covid-19 di lingkungan sekitar mereka (39 persen), dan karena bekerja jadi sulit jika harus menerapkan protokol kesehatan (33 persen).

"Berbagai penelitian menunjukkan dalam 3 minggu angka penularan bisa ditekan secara drastis kalau kita mampu mendorong kepatuhan masyarakat 3 M," ungkap Sony Harmadi, Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Bidang Perubahan Perilaku.

"Kalau kita cuci tangan dan pakai masker bedah risiko kita turun 30 persen kalau kita tambah jaga jarak turun risikonya sampai 15 persen. Menjaga protokol saja masih ada risiko. Ternyata dari tiga hal 3M yang paling sulit adalah menjaga jarak, karena berasumsi dia teman dekat, oh dia aman kok. (Padahal) justru yang menularkan virus bukan orang jauh tapi orang terdekat."

(chs)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK