Menapaki Sejarah 'Manhwa' di Jalan Zaemiro

CNN Indonesia | Minggu, 04/10/2020 16:02 WIB
Di Negara Ginseng, pecinta manhwa bisa mendatangi Songwol-dong, yang dikenal sebagai Desa Dongeng atau Zaemiro, jalanan berisi sejarah dan pernak-pernik komik. Ilustrasi. Desa Dongeng di Songwol Dong, Incheon, Korea Selatan. (istockphoto/AaronChoi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jika di Jepang disebut manga, maka kata 'komik' di Korea Selatan disebut manhwa. Di Negara Ginseng, para pecinta manhwa bisa mendatangi Songwol-dong, yang dikenal sebagai Desa Dongeng atau Zaemiro, jalanan yang berisi sejarah dan pernak-pernik komik.

Jalan Zaemiro di mulai dari Stasiun Myeongdong dan menuju titik masuk Gunung Namsan.

Di masa lalu, penggemar manhwa harus menunggu setiap minggu atau setiap bulan untuk mendapatkan edisi terbaru. Namun seiring perkembangan zaman, kini komik bisa diterbitkan secara digital, atau yang disebut webtoon.


Meski webtoon semakin populer, namun Jalan Zaemiro tak lekang oleh zaman. Berlokasi di pusat kota Seoul, jalanan ini masih ramai dikunjungi turis setiap harinya sebelum pandemi virus corona melanda dunia.

Mengutip Korea.net, Zaemiro berupa gang kecil yang terletak di antara Pintu Keluar 2 dan 3 Stasiun Myeongdong, di sepanjang jalur kereta bawah tanah Nomor 4.

Di kanan dan kiri gang, pengunjung bisa melihat mural karakter manhwa yang populer di Korea Selatan, mulai dari Jjibba, Run Hany, Gung, sampai Princess Hours.

Di setengah perjalanan, pengunjung akan menemukan museum buku manhwa, Zaemirang.

[Gambas:Instagram]

Galeri tiga lantai ini dibuka Desember 2013 dan sering mengadakan pameran dan diskusi bersama seniman manhwa, termasuk seniman webtoon.

Salah satu sesi yang paling menarik ialah 'Konser Kartun', dimana seniman menggambar di tempat sembari berbincang dengan penggemarnya.

Dinding-dinding di Zaemirang juga memajang profil seniman manhwa dan webtoon yang terkenal di Korea Selatan, berikut karya fenomenal mereka.

Di sini pengunjung bisa membaca koleksi manhwa sepuasnya, tepatnya di lantai tiga. Tak perlu khawatir kesemutan, karena lantai duduknya diberi pemanas.

Kalau masih belum puas dengan koleksi yang ada di Zaemirang, turis bisa beranjak ke Seoul Animation Center yang berlokasi sekitar 10 menit berjalan kaki dari Jalan Zaemiro.

Patung karakter Larva dan Pororo tak lama terlihat di ujung jalan.

Di Seoul Animation Center, pengunjung dapat menikmati sejarah manhwa dari dulu sampai sekarang.

The House of Cartoon, yang terletak di dalam Seoul Animation Center, adalah perpustakaan tiga lantai yang menampung total 56 ribu barang, termasuk 48 ribu buku manhwa dan 8.000 video animasi manwha.

[Gambas:Instagram]



(ard)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK