Asal Usul Nama Tanaman Janda Bolong dan Lidah Mertua

tim, CNN Indonesia | Selasa, 06/10/2020 08:16 WIB
Nama tanaman hias janda bolong dan lidah mertua menimbulkan banyak pertanyaan karena dianggap sedikit kasar. Bagaimana awal mula penamaannya? Nama tanaman hias janda bolong dan lidah mertua menimbulkan banyak pertanyaan karena dianggap sedikit kasar. Bagaimana awal mula penamaannya?(iStockphoto/Firn)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tanaman hias janda bolong naik daun selama pandemi Covid-19. Harga janda bolong terbilang fantastis, mencapai Rp100 juta dengan sehelai daunnya bisa dibanderol Rp15 juta. Nama janda bolong tak datang baru-baru ini saja, melainkan sudah melekat sejak bertahun-tahun lalu.

Pro-kontra tentang penamaan janda bolong ini pun terjadi. Ada yang beranggapan bahwa nama ini terdengar seksis karena identik dengan wanita. Namun bagaimana asal usul nama tanaman ini dikenal sebagai janda bolong?

Peneliti LIPI Yuzammi menjelaskan janda bolong merupakan tanaman dari suku Araceae atau talas-talasan. Lebih spesifik, janda bolong masuk dalam marga Monstera, tanaman yang berasal dari Amerika Tropis sama halnya dengan Anthurium dan Philodendron.


"Marga Monstera ini memiliki sekitar 38 spesies, yang salah satunya adalah Monstera adansonii atau yang kita kenal di Indonesia dengan nama dagang janda bolong," kata Yuzammi kepada CNNIndonesia.com, Senin (10/5).

Dari sejumlah sumber, menurut Yuzammi, nama janda bolong berasal dari bahasa Jawa. Karakteristik daun Monstera adansonii yang bolong membuat masyarakat Jawa menyebutnya dengan ron phodo bolong yang berarti daun pada bolong.

Jika diucapkan secara singkat, maka terdengar seperti ron dho bolong. Pengucapan ron dho terdengar hampir sama dengan rondo yang berarti janda.

Kultur budaya dan stereotip di Indonesia membuat nama ini semakin melekat pada Monstera adansonii.

"Dalam kultur masyarakat kita, kata janda sudah identik dengan tidak perawan lagi, dengan kata lain kasarnya disebut bolong. Nah, dengan bentuk daun yang bolong-bolong tersebut, maka 'seakan-akan' identik dengan kondisi seorang janda, maka nama tersebut menjadi langsung populer dan ngetrend di pasar tanaman hias," kata Yuzammi.

Menurut Yuzammi, sifat manusia yang lebih mudah mengingat sesuatu yang aneh dan sensasional semakin membuat janda bolong terkenal. Sebagian orang memanfaatkan situasi ini untuk mencari keuntungan.

Yuzammi sebenarnya mengaku risih dengan nama janda bolong yang melekat pada tanaman hias yang digelutinya sejak bertahun-tahun lalu.

"Sebetulnya saya agak risih dengan sebutan nama ini, tapi ya bagaimana lagi, sudah jadi trademark di Indonesia," ujar Yuzammi.

Janda Bolong VS Lidah Mertua

Variegated tropical leaves pattern of snake plant or mother-in-law's tongue (Sansevieria trifasciata 'Laurentii') and aloe succulent plant on dark nature background.Foto: istock/Chansom Pantip
Lidah mertua atau Sansevieria

Nama janda bolong, bukan satu-satunya nama tanaman hias yang aneh di Indonesia. Ada pula nama tanaman hias lidah mertua yang punya nama ilmiah Sansevieria.

Nama ini muncul karena bentuknya yang tajam seperti lidah. Yuzammi menyebut penggunaan nama pada suatu tanaman sering muncul dari perawakan tanaman tersebut.

"Perawakan tanaman ini, sepintas mirip dengan bentuk lidah yang menjulur, dengan pinggiran yang terlihat tajam. Barangkali ini yang dijadikan patokan dalam pemberian nama tanaman, di mana 'pameo' dalam masyarakat kita bahwa seorang mertua itu memiliki lidah yang tajam," kata Yuzammi.

Tak hanya di Indonesia, pemberian nama yang aneh juga terjadi di dunia, termasuk dalam penamaan secara ilmiah. Ahli taksonomi pada zaman dahulu kerap menggunakan nama yang sensasional.

Yuzammi mencontohkan nama ilmiah bunga bangkai, Amorphophallus titanum. Penemu jenis ini memberikan nama berdasarkan bentuk tongkol bunganya. Amorph berarti tidak berbentuk, phallus berarti penis, dan titan berarti besar.

Ada pula jenis palem dengan nama latin Oncosperma. Nama tanaman ini diambil dari bau yang dikeluarkan oleh bunganya yang seperti bau sperma.

(ptj/chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK