Dubai 'Sulap' Tempat Pembuangan Sampah Jadi Taman Safari

CNN Indonesia | Rabu, 07/10/2020 10:40 WIB
Tempat pembuangan sampah Dubai Safari Park. (AFP/GIUSEPPE CACACE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dubai Safari Park (Taman Safari Dubai) dibuka kembali pada hari Senin (5/10) setelah renovasi yang dilakukan dua tahun, karena negara emirat ini berupaya untuk meningkatkan sektor pariwisata yang terpukul parah di tengah pandemi virus corona.

Objek wisata seluas 119 hektare, yang dibangun di lokasi bekas pembuangan sampah, pertama kali membuka gerbangnya untuk umum pada Desember 2017, tetapi tiba-tiba ditutup lima bulan kemudian untuk "perbaikan taman".

Setelah penambahan variasi fauna dan tumbuhan serta pergantian pengelolaan, taman tersebut dibuka kembali untuk bisnis.


Direktur operasi, Muna Alhajeri, mengatakan situs - yang terletak di wilayah gurun timur Dubai, salah satu dari tujuh emirat yang membentuk UEA - adalah rumah bagi hampir 3.000 satwa.

"Ini termasuk fauna langka yang hadir untuk pertama kalinya di Uni Emirat Arab," katanya kepada AFP, dengan spesies termasuk Gajah Afrika, beruang hitam Asia - atau "beruang bulan" - dan antelop bongo Afrika.

"Situs itu diubah dari tempat pembuangan sampah menjadi tujuan wisata, hiburan dan budaya," kata Alhajeri.

Dari akhir 1970-an hingga awal 1990-an, kawasan itu berfungsi sebagai fasilitas persampahan.

Tumpukan sampah pernah menggunung di sana setinggi sekitar 30 meter, menurut laporan resmi.

Alhajeri mengatakan, sejak pembangunan danau di tengah taman, burung liar ramai berdatangan ke lokasi tersebut.

"Tempat itu dibangun sedemikian rupa untuk menampung satwa liar di habitat alami dengan baik," katanya.

People attend a show on birds at the Dubai Safari Park on October 4, 2020, in the United Arab Emirates. - Dubai's Safari Park reopened its doors after a two-year expansion, as the emirate seeks to boost its hard-hit tourism sector amid the coronavirus pandemic. The 119-hectare (294-acre) attraction, which is built on the site of a former waste dump, first opened its gates to the public in December 2017, but abruptly closed five months later for Atraksi fauna di Dubai Safari Park. (AFP/GIUSEPPE CACACE)

Dubai, yang memiliki ekonomi paling terdiversifikasi di kawasan Teluk yang kaya minyak, telah terpukul parah oleh pandemi virus corona.

PDBnya telah menyusut 3,5 persen pada kuartal pertama, menyusul pertumbuhan moderat selama dua tahun.

Pariwisata telah lama menjadi andalan negara emirat ini, yang menyambut lebih dari 16 juta pengunjung tahun lalu.

Sebelum pandemi melumpuhkan perjalanan global, targetnya adalah mencapai 20 juta turis mancanegara pada tahun ini.

Dubai sekarang membuka sebagian wilayahnya untuk bisnis dan pariwisata, tetapi tingkat infeksi telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Alhajeri mengatakan bahwa pengunjung Taman Safari Dubai harus memakai masker, menjalani pemeriksaan suhu dan mengikuti aturan jarak fisik, sejalan dengan tindakan pencegahan yang diberlakukan di seluruh UEA.

[Gambas:Video CNN]



(AFP/ard)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK