Jenis Ikan Hias Air Laut yang Agresif dan Suka Menyendiri

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 11/10/2020 12:01 WIB
Berikut jenis ikan hias air laut yang tak bisa hidup bergerombol karena suka berebut ruang dan makanan, bahkan jadi predator ikan lainnya. Berikut jenis ikan hias air laut yang tak bisa hidup bergerombol karena suka berebut ruang dan makanan, bahkan jadi predator ikan lainnya. (Foto: iStockphoto/artorn)
Jakarta, CNN Indonesia --

Umumnya ikan dapat hidup secara berkelompok, tapi ada beberapa jenis ikan hias air laut yang dikenal agresif sehingga mereka tidak bisa dicampur dalam satu wadah.

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak orang tertarik memelihara ikan hias air laut karena ikan jenis ini memiliki beragam warna yang cantik dan bentuk tubuh yang unik serta berbeda dari kebanyakan jenis ikan air tawar.

Namun, tidak semua ikan hias air laut dapat dipelihara secara bergerombol.


Berdasarkan hasil penelitian, beberapa ikan hias air laut dikenal memiliki perilaku agresif, seperti berebut ruang dan makanan dengan jenis lain. Bahkan bisa menjadi predator bagi ikan lainnya.

Untuk itu sebelum membeli ikan hias, ada baiknya melakukan riset guna mengetahui jenis ikan apa yang cocok untuk dipelihara secara bersamaan.

Berikut beberapa jenis ikan hias air laut yang tidak dianjurkan tinggal dalam satu tempat yang sama berdasarkan laman The Spruce Pets

1. Ikan Clown Triggerfish

ilustrasi ikan hias Clown TriggerfishFoto: iStockphoto/VargaJones
Clown Triggerfish adalah jenis ikan hias air laut yang agresif

Ikan hias bernama latin Balistoides conspicillum ini merupakan salah satu ikan hias air laut yang dapat tumbuh besar hingga mencapai lebih dari 30 cm.

Cara perawatan ikan clown triggerfish juga terbilang mudah yakni cukup menggunakan wadah berkapasitas 300 galon air.

Berdasarkan penelitian, mereka adalah jenis ikan ganas yang bertahan hidup dengan memakan batu-batuan hidup, karang dan hewan invertebrata dengan cara dililit menggunakan paruhnya.

Mereka adalah ikan agresif yang membutuhkan teman tinggal dengan karakter dan ukuran tubuh yang sama.

2. Ikan Blue and Gold Damselfish

[Gambas:Instagram]

Ikan air laut dengan nama latin Pomacentrus coelestis ini dikenal sebagai ikan yang gigih dalam mempertahankan wilayah mereka.

Memiliki ukuran tubuh yang kecil, ikan jenis ini dapat hidup dalam wadah berukuran sedang berkapasitas 30 galon air.

Jika Anda tertarik memelihara ikan berwarna cerah ini sebaiknya jangan digabung dengan ikan jenis lain lantaran mereka sangat agresif menyerang ikan lain yang mendekati gua atau wilayahnya.

Bahkan beberapa pemilik ikan hias ini juga tidak luput dari gigitan karena terlalu dekat dengan wilayah mereka saat membersihkan bagian dalam akuarium.

3. Ikan Blue Line Grouper

[Gambas:Instagram]

Ikan yang biasa kita kenal dengan Kerapu Garis Biru ini masih dalam keluarga ikan kerapu. Ikan tersebut membutuhkan perawatan yang tidak mudah.

Setidaknya Anda perlu menyiapkan wadah berukuran besar berkapasitas 250 galon air untuk satu ikan.

Dilihat dari struktur mulutnya yang besar, ikan bernama latin Cephalopholis formosa ini memiliki nafsu makan yang besar. Mereka bahkan sering memakan ikan-ikan dan krustasea yang berukuran lebih kecil.

Untuk itu Anda dianjurkan untuk tidak memelihara ikan dengan Kerapu Garis Biru dengan jenis ikan lain terutama yang berukuran lebih kecil, jika tidak ingin melihat hias lain masuk ke dalam mulutnya yang menganga.

Namun jika tetap ingin memeliharanya bersamaan dengan krustasea atau udang hias, Anda dapat menempatkan wadah lain sebagai tempat persembunyian agar tidak dapat dijangkau si ikan kerapu.

4. Ikan Goldbar Wrasse

[Gambas:Instagram]

Seperti namanya ikan ini memiliki warna emas yang khas melintang di badannya. Ikan bernama latin Thalassoma hebraicum ini merupakan ikan hias air laut yang sering dipilih warga untuk menghiasi tangki akuarium di rumah.

Untuk merawat ikan ini, Anda membutuhkan wadah berkapasitas minimal 125 galon air.

Perlu diingat, meski memiliki ukuran tubuh yang kecil namun ikan ini dikenal memiliki sifat agresif yang baru terlihat ketika bertemu ikan baru di lingkungannya.

Hal ini dibuktikan dengan karakter ikan Goldbar Wrasse yang gemar menyerang setiap penghuni baru yang masuk ke wilayah mereka. Namun Anda masih dapat memelihara ikan ini bersamaan dengan ikan lain.

Hal ini dapat disiasati dengan memasukkan mereka terakhir ke akuarium, sehingga semua ikan lain dapat membangun wilayah mereka terlebih dahulu dan secara tidak langsung dapat mengurangi sifat agresif pada ikan ini.

5. Ikan Coral Hogfish

ilustrasi ikan hias coral hogfishFoto: iStockphoto/marcduf
Coral hogfish adalah jenis ikan hias air laut agresif yang suka memangsa ikan lebih kecil darinya

Juga dikenal sebagai Eclipse Hogfish atau Mesothorax Hogfish, ikan ini bertransisi dari yang semula berwarna merah muda dan hitam dengan bintik-bintik kuning saat remaja, menjadi merah marun dan kuning dengan garis hitam di bagian tengah tubuh saat dewasa.

Ikan hias ini bisa tumbuh hingga 20 cm dan dapat hidup dalam wadah berkapasitas 70 galon air. Ikan ini dikenal gemar memasang parasit yang dibawa ikan-ikan berukuran besar sehingga membantu menjaga kebersihan akuarium.

Namun mereka juga terkenal suka memangsa ikan-ikan yang berukuran lebih kecil.

6. Ikan Banded Hawkfish

[Gambas:Instagram]

Jangan tertipu dengan ukurannya yang kecil dan warnanya yang cantik menyala. Ikan bernama latin Cirrhitops fasciatus ini adalah jenis ikan hias yang sangat agresif.

Dalam dunia perikanan laut, jenis ini juga dikenal sebagai Redbar atau Blood Red Hawkfish.

Ikan yang memiliki warna cerah ini tidak membutuhkan perawatan yang sulit. Anda cukup menyediakan tangki akuarium berkapasitas minimal 30 galon air.

Jika Anda berminat untuk merawatnya, sebaiknya ditempatkan bersamaan dengan ikan lain yang berukuran lebih besar. Hal ini baik untuk menghilangkan sifat agresif mereka untuk memangsa ikan yang lebih kecil termasuk golongan krustasea.

7. Belut Jewel Moray

[Gambas:Instagram]

Selain ikan, spesies lain seperti belut juga sering dipilih sebagai biotik akuarium.

Belut bernama latin Muraena lentiginosa ini tidak hanya memiliki satu, tetapi dua pasang rahang.

Deretan gigi yang berada di kedua rahang tersebut berguna dalam menarik makanan agar terperangkap lebih dalam di mulut mereka.

Meski belum ada laporan jenis ini dapat menyerang manusia, namun mereka tidak akan segan menggigit jika belut merasa terancam.

Selain itu, mereka adalah predator nokturnal yang siap menyergap ikan dan krustasea (udang-udangan) di malam hari. Namun Anda dapat melatih mereka untuk menyantap makanan di siang hari bersamaan dengan hewan lain.

Belut Jeweled Moray adalah belut berukuran kecil, sehingga mereka cocok untuk dipelihara dalam wadah berukuran kecil atau yang setidaknya berkapasitas 50 galon air.

Layaknya belut pada umumnya, mereka juga gemar melarikan diri. Jadi pastikan akuarium memiliki tutup dan terpasang dengan baik.

Nah, jika tertarik untuk mulai memelihara ikan di rumah, ada baiknya Anda mulai mengelompokkan jenis ikan hias air laut berdasarkan sifat dan karakter saat bertemu dengan ikan lain.

Hal ini sangat disarankan terutama untuk melindungi anak ikan yang sedang berkembang.

Anda dapat menyiasatinya dengan menambahkan tempat persembunyian untuk ikan kecil berlindung.

Perhatikan juga saat memberi makan ikan agar tersebar merata ke seluruh akuarium sehingga tidak menimbulkan kompetisi antarikan di dalam akuarium Anda.

(nly/fef)

[Gambas:Video CNN]