7 Mitos tentang Ikan Cupang yang Perlu Diluruskan

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 15/10/2020 19:16 WIB
Banyak mitos tentang ikan cupang yang tersebar di tengah masyarakat. Mitos membuat orang salah dalam merawat cupang. Ilustrasi. Banyak mitos tentang ikan cupang yang tersebar di tengah masyarakat. Mitos membuat orang salah dalam merawat cupang. (ANTARA FOTO/YUSUF NUGROHO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Warna-warnanya yang mencolok membuat ikan cupang jadi primadona di tengah pandemi. Sayang, banyak mitos tentang ikan cupang yang tersebar di tengah masyarakat.

Salah satu yang paling berkembang di tengah masyarakat adalah bahwa Anda cukup menempatkan ikan cupang dalam mangkuk dan memberinya makan setiap hari. Padahal, kenyataannya merawat ikan dengan nama latin Betta splendens itu tak semudah yang dipikirkan banyak orang.

Ikan yang juga dikenal dengan sebutan 'petarung Siam' ini berasal dari kawasan tropis Asia Tenggara. Ikan ini utamanya tersebar luas di Thailand dan hidup di perairan dangkal.


Dengan perawatan yang tepat, ikan ini dapat hidup selama lima hingga tujuh tahun. Namun, sebelum membelinya, ketahui terlebih dahulu beberapa mitos tentang ikan cupang agar tak salah dalam merawatnya. Berikut mengutip berbagai sumber.

1. Tak butuh banyak ruang

Mitos ini populer karena kebanyakan orang menganggap bahwa cupang dapat hidup dalam mangkuk kecil. Faktanya, cupang membutuhkan akuarium berukuran 5 galon (19 liter) atau 10 galon (38 liter).

Cupang bisa mengalami stres jika ditempatkan dalam wadah yang kecil, utamanya jika mereka harus berbagi ruang dengan ikan lain yang dianggap sebagai saingan. Cupang membutuhkan tempat untuk melarikan diri saat mereka tak ingin bersosialisasi.

Namun, meski harus luas, tapi ukuran akuarium tidak boleh terlalu dalam. Pasalnya, cupang berenang dengan jalur bolak-balik, bukan naik turun.

Setidaknya tempatkan ikan cupang pada akuarium yang luas dengan tinggi atau kedalaman tidak lebih dari 30 sentimeter. "Jika terlalu dalam, cupang mungkin tidak bisa naik ke permukaan dengan mudah," ujar salah seorang penggiat hobi ikan cupang, Matt Leighton, mengutip How Stuff Works.

2. Tidak membutuhkan pemanas air dan filter dalam akuarium

Ikan cupang adalah hewan tropis yang perlu disimpan di dalam air dengan kisaran suhu 24-27 derajat Celcius. Dengan demikian, Anda tetap membutuhkan pemanas air.

Filter air juga penting untuk kehidupan ikan cupang. Tanpa filter, bahan limbah (urine, feses) dan makanan yang tidak dimakan dapat membuat air menjadi beracun. Pastikan membeli filter dengan aliran yang lembut karena sirip cupang yang halus bekerja lebih baik dalam air yang tenang.

3. Senang hidup sendiri

Ikan cupang tak keberatan untuk sendirian. Memang benar bahwa cupang cenderung bermasalah dengan ikan lain. Namun, mereka juga dipastikan dapat hidup bersama makhluk air lainnya seperti udang, siput, dan katak. Mereka juga bisa hidup bersama spesies ikan lain seperti penghuni dasar laut atau ikan yang memiliki sirip kecil.

Peternak menunjukkan ikan cupang yang memasuki tahap pemisahan (soliter) pada botol-botol di salah satu peternkan di Bogor, Jawa Barat. ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRAIlustrasi. Banyak mitos tentang ikan cupang membuat banyak orang salah dalam memeliharanya. (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)

Cupang betina juga diketahui dapat hidup bersama secara harmonis dalam ruang yang memadai, setidaknya akuarium berukuran 10 galon.

Namun, cupang betina tetap perlu diawasi. Dokter hewan Jessica Kirk mengatakan bahwa cupang betina terkadang menjadi agresif dengan betina lain.

"Jika Anda ingin menempatkan cupang betina dengan ikan betina lainnya, perkenalkan satu per satu. Jika cupang ditemukan agresif, maka pindahkan," kata Kirk.

4. Bisa bertahan hidup di akar tanaman

Banyak orang beranggapan bahwa ikan cupang dapat bertahan hidup di akar tanaman. Ikan dianggap dapat hidup dengan bergantung pada tanaman sebagai makanan sehari-hari.

Namun, faktanya cupang adalah hewan karnivora. Di alam liar, cupang memakan serangga dan larva. Beri makan pelet atau makanan khusus ikan cupang lainnya.

5. Pemalas

Para ahli sepakat mitos malas ini didorong oleh dua faktor utama. Pertama, karena cupang kerap disimpan dalam wadah kecil yang menghambat aktivitas mereka. Kedua, banyak pemilik keliru menempatkan mereka dalam air dengan suhu yang tidak sesuai yang membuat mereka lesu.

"Ikan jenis ini bisa bermain aktif dalam lingkungan yang tepat," kata Leighton.

6. Berumur pendek tak lebih dari dua tahun

Dalam kondisi air yang buruk, ikan cupang akan berumur pendek. Tapi, di lingkungan yang tepat, ikan jenis ini dapat hidup lebih lama. Mengutip Tank Facts, rata-rata ikan cupang dapat hidup selama 5-7 tahun.

7. Mengeluarkan gelembung saat bahagia

Banyak pemelihara ikan yang berasumsi bahwa ikan cupang akan membuat sarang gelembung hanya saat bahagia. Namun, ikan ini mengeluarkan gelembung berdasarkan naluri, keinginan bawaan untuk kawin.

Mengutip Aquatic Delights, cupang akan mengeluarkan gelembung dalam kondisi apa pun, baik atau buruk. Namun, bukan berarti cupang yang tidak mengeluarkan gelembung bukan berarti tidak bahagia.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]