Manfaat Pare untuk Penderita Diabetes

Tim | CNN Indonesia
Rabu, 04 Nov 2020 13:20 WIB
Di balik rasa pare yang pahit, terdapat sejumlah nutrisi penting yang bisa meredakan sejumlah penyakit. Berikut manfaat pare untuk penderita diabetes. Ilustrasi: Salah satu makanan yang baik dikonsumsi penderita diabetes adalah pare. Berikut sejumlah manfaat pare untuk penderita diabetes. (Foto: Pixabay/VitaminaMov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Meski memiliki rasa yang pahit, kandungan nutrisi pada pare memiliki banyak manfaat terutama untuk penderita diabetes.

Di beberapa negara, pare juga dikenal sebagai mentimun liar. Tanaman bernama latin Momordica charantia ini dikenal memiliki cita rasa yang pahit, terlebih saat matang sempurna.

Sebagai tanaman yang bersifat merambat, pare umumnya tumbuh di sejumlah daerah, termasuk kawasan Asia, Amerika Selatan, Karibia, dan Afrika Timur. Tidak hanya digunakan untuk bahan pangan, masyarakat terdahulu juga kerap menggunakan pare sebagai obat untuk menangani berbagai kondisi medis dari waktu ke waktu.


Hal ini dibuktikan oleh sejumlah penelitian yang diberitakan Healthline menunjukkan pare mengandung banyak nutrisi sehingga bermanfaat bagi kesehatan, di antaranya sangat bagus untuk menurunkan kadar gula darah bagi penderita diabetes.

Manfaat Kandungan Pare untuk Penderita Diabetes

Melansir Healthline, kandungan pada pare berkhasiat sebagai obat berbagai penyakit mematikan mulai dari darah tinggi, kanker, hingga diabetes. Berikut manfaat sayur pare untuk penderita diabetes :

1. Mengontrol gula darah

Penderita diabetes disarankan untuk mengonsumsi pare karena senyawa pada pare dapat mengontrol kadar gula darah dalam tubuh. Berdasarkan penelitian, pare memiliki kandungan senyawa charantin dan polipeptida-P yang biasa terkandung dalam obat anti-diabetes di pasaran.

Senyawa charantin berfungsi menstimulasi kelenjar pankreas agar mampu memproduksi insulin lebih banyak dan menstimulasi penyimpan glukosa dalam bentuk glikogen di dalam hati. 

Sementara itu, senyawa polypeptida-P berfungsi menurunkan kadar glukosa darah secara langsung. Sehingga sayur pare sangat baik untuk penderita diabetes mengontrol gula darah.

2. Meningkatkan sensitivitas insulin

Pasien diabetes terutama diabetes melitus dianjurkan mengonsumsi pare untuk memperbaiki respon sel tubuh terhadap insulin. Menurut pakar kesehatan, pare mengandung lektin yang baik untuk meningkatkan sensitivitas insulin atau kerja insulin bagi penderita diabetes tipe 2.

Pada tahun 2007, sebuah studi yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan Filipina menyatakan bahwa mengkonsumsi pare sebesar 100 mg per kilogram berat badan setara dengan mengonsumsi 2,5 mg obat anti-diabetes Glibenklamid yang diminum dua kali sehari.

Lantaran memiliki banyak keuntungan, beberapa negara salah satunya Filipina mulai memproduksi tablet dari ekstrak buah pare. Bahkan kini tablet ekstrak pare telah diekspor ke banyak negara.

3. Bantu turunkan berat badan

Selain mengandung senyawa yang baik untuk organ tubuh, pare juga dikenal sebagai tanaman yang kaya serat. Menurut ahli gizi, penderita diabetes dianjurkan untuk sering mengkonsumsi pare karena kandungan serat dalam pare sangat baik untuk menjaga sistem pencernaan.

Serat pada sayur seperti pare dapat membantu organ tubuh mengusir racun akibat terlalu banyak asupan lemak dan kolesterol. Selain itu, sayur pare termasuk makanan yang cenderung lebih mudah dicerna sehingga tidak akan menaikkan kadar gula darah.

Pare juga memiliki kadar kalori yang rendah, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu menu ketika sedang menjalani diet obesitas, terutama untuk mencegah diabetes.

Kementerian Kesehatan RI menyatakan orang yang obesitas lebih berisiko terkena diabetes melitus atau diabetes tipe-2 dibandingkan dengan yang tidak obesitas. Karenanya, mengkonsumsi pare dinilai sebagai cara terbaik untuk menurunkan berat badan dan mencegah Diabetes Melitus tipe-2.

Ilustrasi Diet BuahIlustrasi Diet. Mengonsumsi pare bisa dijadikan menu alternatif menjalani diet untuk mengatasi obesitas. (Gadini/Pixabay)

Cara Mengolah Pare Agar Tidak Pahit

Meskipun dikenal memiliki banyak manfaat untuk penderita diabetes, pare masih jarang digunakan sebagai bahan baku olahan. Hal tersebut disebabkan pare mempunyai rasa pahit ketika dimakan. 

Namun rasa pahit pada pare dapat dikurangi dengan menerapkan metode memasak yang benar. Berikut beberapa cara pengolahan pare agar tidak pahit sebelum dikonsumsi:

Menggunakan garam

Anda dapat menghilangkan rasa pahit pada pare menggunakan garam. Caranya, sebelum diolah, cuci bersih pare lalu buang bijinya. Kemudian iris pare menjadi potongan-potongan kecil, taburi garam di atasnya hingga merata lalu remas-remas hingga getahnya keluar. Setelah itu, bilas menggunakan air mengalir untuk menghilangkan getah yang masih menempel pada pare.

Fine grain pink salt from HimalayasSalah satu bumbu yang bisa menetralisir rasa pahit pada pare adalah garam. (Fine grain pink salt from Himalayas)

Taburi gula

Selain garam, Anda dapat menggunakan gula untuk mengurangi rasa pahit pada pare. Pertama potong pare menjadi bagian-bagian kecil, lalu masukkan gula ke dalam potongan pare, kemudian remas-remas hingga getahnya keluar.

Setelah itu cuci pare hingga bersih menggunakan air mengalir dan pastikan getah yang menempel hilang. Selanjutnya, pare siap diolah menjadi menu makanan yang sehat dan bergizi.

Rebus bersama daun jambu biji

Agar rasa pahit pada pare berkurang, Anda dapat menambahkan beberapa lembar daun jambu biji saat merebus pare yang sudah dipotong tipis. Rebus keduanya hingga mendidih kemudian ditiriskan pare yang sudah matang dan buang daun jambu bijinya.

Supaya manfaat pada sayuran pare untuk penderita diabetes lebih maksimal, sebaiknya pare dimasak tanpa menggunakan minyak. Jika terpaksa menggunakan minyak, pastikan minyak goreng tersebut tidak mengandung lemak trans atau lemak jenuh. Namun pare lebih baik jika dimasak dengan cara dikukus atau direbus.

Ilustrasi diabetesIlustrasi: salah satu makanan yang sehat untuk penderita diabetes melitus adalah pare. Sejumlah manfaat terkandung pada pare untuk penderita diabetes (Foto: Pixabay/stevepb)

Mengenal diabetes melitus

Menurut American Diabetes Association, diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah. Penyakit ini ditandai dengan perasaan lemah, sering kencing dan muncul luka terbuka.

Berdasarkan penelitian, penyakit diabetes banyak diderita orang dewasa akibat tidak menerapkan pola makan yang seimbang. Seseorang yang menerapkan pola makan tidak seimbang cenderung mengkonsumsi makanan dengan kadar lemak atau gula yang tinggi.

Tubuh penderita diabetes kurang mendapat asupan nutrisi dari buah dan sayur sehingga menyebabkan gangguan pada pankreas. Gangguan ini dapat membuat pankreas kehilangan kemampuan memproduksi dan melepaskan insulin sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Ilustrasi sayur dan buah-buahanSayur-mayur dan buah-buahan bisa mendorong asupan nutrisi bagi penderita diabetes dan memperbaiki fungsi pankreas. (Picjumbo)

Jika diabetes melitus tidak segera ditangani, maka akan menyebabkan resistensi insulin atau kondisi dimana tubuh tidak mampu merespon hormon insulin yang biasanya berujung pada penyakit diabetes tipe 2 atau diabetes mellitus.

Berdasarkan Kementerian Kesehatan RI, diabetes melitus dapat memicu banyak penyakit, mulai dari gagal ginjal, katarak, impotensi, stroke, serangan jantung, dan kematian.

Karena itu apabila seseorang telah didiagnosa menderita diabetes melitus, maka penderita tersebut harus rutin mengontrol gula darah dan mengatur pola makan, mulai dari mengatur jumlah kalori, memilih jenis makanan yang baik untuk menjaga gula darah, hingga memperhatikan pola makan.

Dengan memperhatikan manfaat di atas, penderita diabetes juga disarankan untuk rutin memeriksakan kadar gula darah dan memperbaiki gaya hidup menjadi lebih sehat agar efek yang ditimbulkan pada tubuh tidak bertambah parah.

(nly/fjr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER