7 Wisata Geopark Sewu, dari Gunung Purba ke Perut Bumi

CNN Indonesia | Kamis, 15/10/2020 10:50 WIB
Indonesia punya belasan geopark, bahkan beberapa masuk daftar bergengsi UNESCO, salah satunya Geopark Gunung Sewu. Pemanjat berlatih di tebing batuan Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunungkidul, DI Yogyakarta. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Malaysia punya satu geopark UNESCO, tapi jumlah kunjungannya bisa 4 juta turis mancanegara per tahun. Sementara Indonesia punya lima geopark UNESCO, tapi angka kunjungannya masih di bawah 5 juta turis mancanegara per tahun.

Mengutip ANTARA pada Kamis (15/10), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas mendukung pembangunan dan pengembangan Geopark Gunung Sewu di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam rangka percepatan pencapaian kunjungan wisatawan mancanegara masuk ke Indonesia, khususnya di wilayah tersebut.

"Kami berharap Gunung Sewu sebagai UNESCO Global Geopark mampu mendongkrak sektor pariwisata dan menjadi daya ungkit pertumbuhan ekonomi di Gunung Kidul," kata Sekretaris Bappenas RI, Himawan Hariyoga Djojokusumo.


Kalau pemerintah punya harapan mendatangkan lebih banyak wisatawan ke geopark, mungkin kita sebagai turis juga boleh berharap bahwa situs promosi geopark bisa dibenahi ulang, sehingga informasi soal rute sampai biaya bisa diketahui secara jelas, baik dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris.

UNESCO telah melakukan tahap validasi ulang pada Geopark Gunung Sewu pada Juli 2019 silam, untuk memastikan kondisi alam di sana tidak mengalami kerusakan.

Jika sudah terbukti rusak, UNESCO akan memberikan kartu merah dan status Global Geopark bisa dicabut. Namun setelah validasi, Geopark Gunung Sewu masih mendapat Green Card (kartu hijau), jadi masih berhak menyandang predikat tersebut.

Pegunungan Sewu membentang di tiga wilayah yang berbeda, mulai dari Gunungkidul, Wonogiri hingga Pacitan.

Ketiga daerah itu terkenal sebagai kawasan karst, areanya lebih didominasi oleh pegunungan berbukit, tebing kapur, gua, sungai bawah tanah, air terjun, daerah cekungan, dan lain sebagainya.

Meskipun gersang, daerahnya kaya akan keanekaragaman hayati.

Bagi yang penasaran dengan Geopark Gunung Sewu, berikut sejumlah kegiatan wisata yang bisa dilakukan di sana:

1. Gunung

Gunung Api Purba NglanggeranGunung Api Purba Nglanggeran. (iStockphoto/smartseck)

Geopark Gunung Sewu memiliki Gunung Api Purba Nglanggeran yang berlokasi di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, yang yang berada pada deretan Pegunungan Baturagung.

Gunung ini merupakan suatu gunung api purba yang terbentuk sekitar 0,6-70 juta tahun yang lalu.

Pendakian menuju puncak Gunung Api Purba Nglanggeran berdurasi kurang lebih dua jam, Jika berangkat sore, turis bisa menikmati matahari terbenam dari puncaknya.

2. Sungai

Sungai Ngalang mengalir di Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul.

Jika air sedang surut, dari Jembatan Sungai Ngalang turis bisa melihat kontur sungai yang berlapis-lapis, yang merupakan fosil biota laut berupa cacing purba.

Keberadaan cacing purba membuktikan kalau Kabupaten Gunung Kidul dulunya adalah laut.

3. Hutan

Ada dua hutan di Geopark Gunung Sewu, yakni Hutan Wanagama yang berlokasi di Desa Banaran, Kecamatan Playen, dan Hutan Wisata Turunan yang berlokasi di Desa Girisuko, Kecamatan Panggang. Keduanya berada di Kabupaten Gunungkidul.

Hutan Wanagama dijadikan laboratorium alam oleh Universitas Gadjah Mada. Ada air terjun, sungai, dan lima mata air yang tak pernah kering di sini.

Sementara itu, Hutan Wisata Turunan memiliki objek wisata di ketinggian berupa Watu Payung Turunan, yang menjadi lokasi panorama "negeri di atas awan".

[Gambas:Instagram]

4. Lembah

Lembah Kering Sadeng - atau Bengawan Solo Purba, berlokasi di Desa Pucung, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul.

Medannya yang berbukit dan berkelok membuat area ini kerap dikunjungi para turis yang hobi bersepeda downhill.

Lalu ada juga Lembah Karst Mulo yang berlokasi di Desa Mulo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Beragam wahana permainan di ketinggian bisa dijajal di sini.

5. Air terjun

Air Terjun Sri Gethuk berlokasi di Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul.

Air terjun ini berada di tepi Sungai Oyo sehingga untuk menikmatinya harus menyelusuri sungai dengan rakit. Di musim kemarau, airnya bakal terlihat jernik bak biru turkis.

Setinggi 25 meter, air terjun ini berasal dari tiga sumber mata air, yaitu mata air Ngandong, Dong Poh, dan Ngumbul.

[Gambas:Instagram]



6. Gua

Gua Jomblang, Gua Pindul, Gua Kali Suci, dan Gua Cokro masuk dalam area Geopark Gunung Sewu.

Kegiatan wisata seperti caving dan tubing bisa dilakukan di sini. Pemandangan stalakmit dan stalaktit-nya juga sangat mempesona.

Turis wajib masuk gua dengan bantuan pemandu wisata demi menjamin keselamatan.

The holy light inside Goa Jomblang in YogyakartaGua Jomblang. (iStockphoto/grassflowerhead)

7. Pantai

Pantai Baron, Pantai Kukup, dan Pantai Krakal berlokasi di Kecamatan Tanjungsari.

Sementara Pantai Siung, Pantai Gunung Batur, dan Pantai Wediombo berlokasi di Kecamatan Girisubo.

Pantai Baron dikenal sebagai salah satu spot memancing yang paling menantang di Indonesia. Sementara Pantai Wediombo populer menjadi spot surfing karena gulungan ombaknya yang dahsyat.

[Gambas:Instagram]



[Gambas:Video CNN]




(ard)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK