Satgas Jelaskan Istilah Medis Seputar Covid-19

Satgas Covid-19, CNN Indonesia | Minggu, 18/10/2020 13:05 WIB
Jubir Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito ingin masyarakat memahami istilah medis seputar Covid-19 agar tak menimbulkan kesalahpahaman informasi. Jubir Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito ingin masyarakat memahami istilah medis seputar Covid-19 agar tak menimbulkan kesalahpahaman informasi. (Foto: AFP/NOEL CELIS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito ingin masyarakat memahami istilah medis proses vaksinasi Covid-19. Hal ini sehubungan dengan banyaknya masyarakat yang membutuhkan informasi resmi dari pemerintah.

"Masyarakat perlu mengetahui beberapa istilah terkait vaksinasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman informasi," ujar dalam keterangan pers yang disampaikan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (15/10).

Berikut 4 istilah medis seputar Covid-19:


1. Vaksin

Vaksin adalah produk atau zat yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia yang akan menstimulasi sistem kekebalan tubuh (imunitas). Vaksin melindungi manusia dari wabah penyakit seperti pandemi Covid-19.

2. Vaksinasi

Vaksinasi adalah prosedur memasukkan vaksin ke dalam tubuh untuk menstimulasi sistem imun dan akhirnya bisa memproduksi imunitas terhadap suatu penyakit.

3. Imunisasi

Imunisasi adalah suatu proses yang membuat tubuh manusia terlindung dari suatu penyakit melalui proses vaksinasi tersebut.

4. Imunitas

Imunitas adalah kemampuan kekebalan tubuh memerangi suatu penyakit.

"Dengan demikian, apabila terjadi imunisasi akan terbentuk imunitas dan akhirnya kita bisa terlindungi," jelas Wiku.


Pemerintah tengah mempersiapkan kandidat vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat, yaitu Sinovac, Sinopharm, Cansino, Astra Zeneca dan Genexine.

Namun sebelum vaksin-vaksin itu diproduksi secara massal, baik diproduksi dalam negeri maupun luar negeri, harus lulus beberapa tahapan uji klinis.

Tahapan-tahapan ini kata Wiku, bertujuan untuk memastikan keamanan pada manusia termasuk juga menentukan takaran dosis yang aman untuk digunakan.


Tahap Uji Klinis

Wiku memastikan Pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengawal jalannya uji klinis kandidat vaksin. Termasuk melakukan pengawasan mutu produk melalui sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) hingga produk akhir atau siap pakai.

Pemerintah, kata dia, akan mengedepankan azas keadilan. Masyarakat diminta bersabar dan memantau informasi resmi dari pemerintah. Sementara itu protokol kesehatan harus tetap dijalankan.

Protokol kesehatan tersebut adalah #ingatpesanibu untuk #pakaimasker, #cucitangan, dan #jagajarak hindari kerumunan.

"Seluruh alokasi prioritas mempertimbangkan kriteria dan prioritas penerima serta wilayah yang mengacu Perpres No. 99 Tahun 2020," jelas Wiku.

(ayo/fef)

[Gambas:Video CNN]