Komunikasi Keluarga Bantu Pulihkan Pasien Covid-19 Lansia

Satgas Covid-19, CNN Indonesia | Sabtu, 17/10/2020 17:18 WIB
Komunikasi anggota keluarga jadi faktor penting dalam proses penyembuhan pasien Covid-19 usia lanjut atau lansia. Ilustrasi: Komunikasi anggota keluarga jadi hal penting dalam proses penyembuhan pasien Covid-19 usia lanjut atau lansia. (Foto: AP/Emilio Morenatti)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perhatian keluarga sangat membantu masa perawatan pasien Covid-19 dari kalangan lanjut usia. Komunikasi melalui telepon ataupun video call beberapa menit saja dalam sehari dapat menumbuhkan semangat kelompok rentan Covid-19 ini.

Pasien Covid-19 dari kalangan lansia rentan terdampak secara psikologis di masa perawatan. Selain merasa terkucil dan terlupakan, rasa bersalah menularkan Covid-19 pada kerabat sekeliling kerap menghantui mereka.

Maka dari itu, perhatian kerabat dekat sangat mempengaruhi proses penyembuhan kalangan dengan resiko kematian 80-85 persen karena Covid-19.


Perawat Bagian Geriatri RSCM, Eva Rista Machdalena, mengaku permasalahan psikologis pada pasien Covid-19 kalangan lansia ini menjadi perhatian serius rumah sakit. Mereka perlu ruang perawatan tersendiri sehingga seringkali merasa ditinggalkan.

Pihaknya meluncurkan program khusus, yakni Sahabat Covid-19 untuk menjembatani komunikasi lansia pasien dengan kerabat. 

"Kami membantu dan men-support mereka fasilitasi mereka untuk komunikasi dengan keluarga. Ada dokter psikologi bawa HP untuk komunikasi," jelasnya dalam talk show di Media Center #SatgasCovid19 Graha BNPB, Rabu (14/10).

Eva menilai program ini cukup menumbuhkan semangat lansia, khususnya semangat mereka untuk sembuh meningkat. 

Selain itu, Ketua SMF Pulmonologi RSPI Sulianti Saroso Adria Rusli menyebut bahwa menumbuhkan semangat lansia ini sangat penting untuk menjaga imunitas. Adria berpesan bagi keluarga yang memiliki kerabat lansia dan tengah dirawat karena Covid-19 agar jangan menyepelekan komunikasi dengan pasien.

"Tidak ada istilah 'sedikit-sedikit kok telepon'. Itu sangat penting. Kalaupun ada kesempatan menjenguk dengan batas sekat kaca, datangilah," jelasnya, Rabu (14/10).

Staf Medis Departemen Ilmu Penyakit Dalam RSCM Soejono menyebutkan protokol kesehatan juga harus tetap didisiplinkan dalam proses perawatan lansia.

Pemerintah anjurkan masyarakat terapkan protokol kesehatan 3M seperti #ingatpesaibu untuk #cucitangan pakai sabun dan air mengalir, #pakaimasker, serta #jagajarak hindari kerumunan.

Orang-orang yang dekat dengan pasien lansia perlu dibatasi. Setelah sembuh, perawatan terhadap lansia harus terus dilakukan karena Covid-19 bisa berdampak terhadap penyakit bawaan atau membuat kondisi organ tubuh pasien melemah. 

(ayo/fjr)

[Gambas:Video CNN]