Hari Pangan Sedunia

4 Cara Meningkatkan Konsumsi Pangan Lokal

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 16/10/2020 19:05 WIB
Hari Pangan Sedunia mengingatkan orang akan pentingnya mengonsumsi pangan lokal. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan konsumsi pangan lokal. Ilustrasi. Hari Pangan Sedunia mengingatkan orang akan pentingnya mengonsumsi pangan lokal. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan konsumsi pangan lokal. (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hari Pangan Sedunia (World Food Day) yang jatuh hari ini, Jumat (16/10), semakin mengingatkan orang akan pentingnya konsumsi pangan lokal.

Brigita Sidharta, Direktur Nasional International Association of Student in Agricultural and Related Sciences (IAAS) Indonesia, mengatakan bahwa seseorang seharusnya melibatkan pangan lokal sebagai konsumsi harian. Dengan ini, otomatis pertanian maju dan petani sejahtera.

"Kita juga memberikan petani kesempatan untuk [mengembangkan potensi lahannya termasuk dengan] polikultur. Metode ini memanfaatkan lahan yang sama dengan masa tanam selang-seling, jadi tidak melulu beras, jagung tapi bisa tanaman lain," ujar Brigita dalam webinar Hari Pangan Sedunia, Jumat (16/10).


Di desa, perolehan pangan lokal mungkin tidak akan sesulit di kota besar. Namun, Anda masih bisa menggalakkan konsumsi pangan lokal dengan cara-cara berikut.

1. Manfaatkan teknologi

Pandemi membuat orang enggan ke pasar-pasar tradisional untuk memperoleh bahan pangan. Padahal, pasar tradisional jadi tempat penjualan bahan pangan lokal yang diperoleh dari pemasok maupun petani. Namun, kondisi pandemi membuat aktivitas belanja di pasar jadi cukup mengkhawatirkan.

Project Manager Peduli Pangan, Dede Rina mengatakan, kini banyak aplikasi atau penyedia pangan lokal, utamanya sayuran. Dia menyarankan untuk memanfaatkan layanan tersebut dan memastikan bahwa penyedia sayur memang bekerja sama dengan petani.

2. Pertanian urban

Siapa bilang tinggal di kota lalu tidak bisa bercocok tanam? Di lahan yang terbatas, Anda bisa melakukan pertanian urban (urban farming). Jenisnya pun beragam seperti vertikultur, hidroponik, kebun komunitas bersama warga satu RT atau RW, atau skala besar dengan rumah kaca (green house).

Dengan menanam tanaman sumber pangan seperti sayuran dan buah, Anda tidak hanya menggalakkan konsumsi pangan lokal, tetapi juga menyediakan bahan pangan di rumah secara mandiri. Apalagi kini bibir sayur dan buah tak sulit diperoleh.

3. Sistem kurir pasar

Private Chef Rayhan Dira mengungkapkan, pandemi membuat pasar tradisional jadi kurang diminati. Namun, pasar-pasar ini kadang membuat pasar-pasar kecil atau turunan dari pasar tradisional yang besar.

"Saya menemukan sayur keliling jadi tukang sayur sudah mendapatkan pembagian nomor rumah. Jadi tiap rumah tangga bisa menitipkan kebutuhan sayurnya misal, mau masak sop, ya, tinggal titip sama kurir pasarnya," katanya.

4. Menambah ragam olahan

Sumber karbohidrat tidak melulu berasal dari beras. Baiknya Anda mencoba bahan pangan lain untuk menambah ragam olahan. Beras bisa diganti dengan ubi-ubian, jagung, sagu, bahkan sorgum. Sorgum kini mulai dilupakan, padahal punya potensi baik dari segi nutrisi maupun ekonomi.

Dibanding beras, sorgum jauh lebih unggul dalam hal gizi seperti protein, kalsium, zat besi, fosfor, dan vitamin B1. Namun, cara pengolahannya pun cukup berbeda karena butiran biji yang lebih keras daripada beras. Biasanya sorgum terlebih dahulu direndam selama beberapa jam sebelum dimasak seperti Anda menanak nasi.

(els/asr)

[Gambas:Video CNN]


BACA JUGA