Hari Pangan Sedunia

Sejarah Hari Pangan Sedunia dan Relevansinya kala Pandemi

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 16/10/2020 16:10 WIB
Hari Pangan Sedunia diperingati setiap 16 Oktober sekaligus menandari lahirnya Organisasi Pangan dan Pertanian bentukan PBB pada 1945 silam. Ilustrasi: Hari Pangan Sedunia diperingati setiap 16 Oktober sekaligus menandari lahirnya Organisasi Pangan dan Pertanian bentukan PBB pada 1945 silam. (Foto: ANTARA FOTO/Aji Styawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hari Pangan Sedunia atau World Food Day diperingati setiap 16 Oktober. Ketika pertama kali mendengar soal perayaan hari pangan, sebagian dari Anda barangkali akan mengernyitkan kening lantas diikuti pikiran soal jenis-jenis makanan di benak.

Tapi sesungguhnya Hari Pangan Sedunia bukan soal itu, meski tak juga jauh-jauh dari perkara pangan sih.

Sebagaimana dilansir dari laman World Food Day, hari pangan yang tepat dirayakan hari ini adalah "aksi melawan kelaparan". Suatu hari ketika harus memutuskan untuk mengambil langkah memberantas kelaparan, baik secara global maupun lokal.


Tema Hari Pangan Sedunia 2020 adalah "Grow, Nourish, Sustain. Together. Our actions are our future."

"Hari Pangan Sedunia 2020 menandai ulang tahun ke-75 FAO dalam momen yang luar biasa karena negara-negara di seluruh dunia menghadapi dampak luas pandemi Covid-19 secara global. Ini waktunya untuk melihat ke masa depan, yang perlu kita bangun bersama," tulis pernyataan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO).

Ketika negara-negara menghadapi efek meluas pandemi Covid-19 maka Hari Pangan Sedunia tahun ini akan menyoroti bagaimana pangan dan pertanian merupakan bagian penting dari respons akan Covid-19.

Hari Pangan Sedunia 2020 ini bakal menyerukan kerja sama dan solidaritas global untuk membantu kelompok yang paling rentan agar pulih dari krisis. Seruan ini akan meminta negara-negara untuk membangun kembali dan memperbaiki sistem pangan yang lebih tangguh sehingga bakal lentur menghadapi peningkatan volatilitas dan goncangan iklim.

Selain itu juga akan mengkampanyekan pola makan yang sehat dan berkelanjutan serta mata pencaharian yang layak bagi pekerja dalam sistem pangan.

"Krisis kesehatan global Covid-19 memberi waktu untuk merefleksikan hal-hal yang perlu kita hargai dan kebutuhan paling mendasar kita," demikian tertulis di laman World Food Day.

Sejarah dan Relevansi Hari Pangan Sedunia

Hari Pangan Sedunia merupakan perayaan tahunan untuk menghormati tanggal berdirinya Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) yang dicanangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 1945 silam. Artinya perayaan tahun ini juga sekaligus menandai peringatan 75 tahun usia FAO.

Hari peringatan ini dirayakan secara luas dengan antusias oleh beberapa organisasi lain yang peduli dengan ketahanan pangan, seperti International Fund of Agricultural Development dan World Food Program.

Sementara di Indonesia, Hari Pangan Sedunia salah satunya dijadikan tonggak rangkaian helatan Indonesian Food System Summit (IFSS) yang digagas Koalisi Rakyat untuk Keadilan Pangan (KRKP) bersama Tani Center IPB. Ini merupakan pertemuan praktisi dan ahli sebagai ajang bertukar gagasan dan merumuskan model sistem pangan yang dibutuhkan, diselingi dengan pertunjukan musik virtual.

Koordinator KRKP Said Abdullah mengatakan, peringatan Hari Pangan Sedunia tahun ini penting dilakukan di tengah ancaman kerawanan pangan dan kelaparan akibat pandemi Covid-19.

"Pada tingkat global, tema peringatan tahun ini 'Grow, nourish, sustain. Together. Our actions are our future'. Tema ini sangat relevan dengan kondisi kekinian ketika sistem pangan pada tingkat global dan nasional goyah," kata Said dalam keterangan tertulis kepada CNNIndonesia.com.

"Diperlukan upaya kolektif, berkelanjutan dan mendasar untuk keluar dari ancaman krisis pangan," lanjut dia lagi.

Kekeringan dan krisis air bersih sudah akrab dengan warga Tambakromo Kabupaten Pati. Lingkungan tempat mereka memang dikelilingi hutan jati dan Pegunungan Kendeng yang dilingkupi batu kapur. Di lereng kawasan karst Kendeng Pati warga bisa berocok tanam jagung, kacang tanah, padi, terong, ubi, cabe dan apa saja jenis tumbuhan. Ketika di persidangan PTUN Semarang pihak Bappeda Pati secara tergas mengatakan, pendapat domestik Kabupaten Pati sebesar 54 persen dari pertanian dan 35 persennya dari Kecamatan Kayen dan Kecamatan Tambakromo yang akan menjadi lokasi pertambangan. Lahan pertanian di Pati terus berkurang. Jika pertambangan berlanjut, artinya pemerintah sengaja mematikan kehidupan petani. CNN Indonesia/Andry NovelinoFoto: CNN Indonesia/Andry Novelino
Ilustrasi: Peringatan Hari Pangan Sedunia mengambil tema, "Grow, Nourish, Sustain. Together. Our actions are our future."

Sementara Duta Petani Muda dari Pematang Siantar, Apni Naibaho mengingatkan pula akan peran krusial petani yang kian ketara di tengah wabah seperti ini. Ia pun mengajak seluruh pihak terutama generasi muda untuk ambil bagian, salah satunya dengan menjadi petani.

"Saya dan petani di Blok Songo, Pematang Siantar terus menanam pada situasi pandemi ini. Penyediaan pangan harus terus dilakukan walaupun petani sendiri menghadapi berbagai persoalan," ungkap Apni.

"Saat sekarang ini, saya sebagai petani muda bangga bisa berkontribusi menjaga ketahanan pangan negara." sambung dia lagi.

(NMA/NMA)

[Gambas:Video CNN]