Mengulik Risiko Penularan Corona Lewat Makanan Beku

Tim, CNN Indonesia | Senin, 19/10/2020 08:17 WIB
Penularan corona lewat makanan beku masih jadi pertanyaan. Meski virus ditemukan pada kemasan makanan, tapi para ahli sepakat risiko penularan sangat rendah. Ilustrasi. Penularan corona lewat makanan beku masih jadi pertanyaan. Meski virus ditemukan pada kemasan makanan, tapi para ahli sepakat risiko penularan sangat rendah. (iStockphoto/ArtCookStudio)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penularan virus corona lewat makanan beku masih jadi pertanyaan. Terbaru, Center for Disease Control and Prevention (CDC) China baru saja mengkonfirmasi keberadaan virus corona penyebab Covid-19 pada kemasan luar ikan beku.

Penemuan itu diumumkan setelah penyelidikan selama beberapa waktu untuk melacak sumber infeksi di Kota Qingdao. Hasilnya, diperlihatkan bahwa kontak dengan kemasan makanan beku yang terkontaminasi virus corona yang masih aktif dapat menyebabkan infeksi.

"Ini adalah pertama kalinya di dunia penemuan mengenai virus corona yang masih aktif pada kemasan luar makanan beku," ujar CDC China, mengutip Xinhua.


Kendati demikian, CDC menyebut bahwa risiko tertular virus corona melalui makanan beku masih sangat rendah.

Penularan virus corona lewat makanan beku memang masih jadi perdebatan. Para ahli sepakat, meski virus masih mungkin ditemukan pada makanan beku, namun ia tak lagi dapat menimbulkan infeksi.

"Sampai sekarang, tidak ada bukti penularan dari kemasan, terutama kemasan makanan beku," ujar ahli epidemiologi George Mason University, Amerika Serikat, Amira Roess, mengutip Healthline.

Jumlah virus yang ditemukan pada kemasan makanan beku, lanjut Roess, tidak cukup untuk menimbulkan risiko infeksi bagi manusia.

Hal yang sama juga diungkapkkan ahli mikrobiologi Rodney Rohde. Dia mengatakan bahwa virus tidak dapat bereproduksi di luar sel inang, seperti manusia.

"Tidak seperti bakteri, virus dapat tetap hidup di permukaan selama berjam-jam atau berhari-hari. Tapi, mereka tidak dapat bereproduksi, dan dengan demikian pada akhirnya akan mati serta tidak menimbulkan infeksi," ujar Rohde.

Dengan kata lain, virus akan menjadi rapuh saat berada di luar inang. Di luar, kata Rohde, virus rentan mengering karena paparan sinar UV dan perubahan suhu.

"Meski risikonya tidak nol, tapi itu [risiko penularan lewat makanan beku] sangat rendah," tegas Rohde.

Sebelumnya, sebuah penelitian di Singapura terhadap potongan ikan salmon, daging ayam, dan daging babi menemukan keberadaan virus corona pada makanan beku. Virus bahkan disebut dapat bertahan pada daging dan ikan beku hingga tiga pekan.

"Impor makanan yang terkontaminasi dan kemasan makanan bisa jadi salah satu sumber penularan," tulis para peneliti pada Agustus lalu.

Kendati demikian, peneliti tetap mengatakan bahwa makanan beku tak jadi rute utama penularan virus corona. Sering mencuci tangan dan rajin mendisinfeksi barang apa pun, termasuk kemasan makanan beku, secara menyeluruh tetap menjadi hal terbaik yang bisa dilakukan untuk mewaspadai potensi penularan.

(asr/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK