Prenatal Yoga: Manfaat dan Tips Aman Melakukannya

Tim, CNN Indonesia | Senin, 26/10/2020 08:00 WIB
Prenatal yoga bisa jadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh di masa kehamilan. Ilustrasi. Prenatal yoga bisa jadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh di masa kehamilan. (iStockphoto/nensuria)
Jakarta, CNN Indonesia --

Selama masa kehamilan, seorang ibu wajib menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Yoga untuk kehamilan bisa jadi salah satu upayanya.

Yoga untuk kehamilan disebut juga dengan istilah prenatal yoga. Umumnya, prenatal yoga meliputi latihan pernapasan, peregangan lembut, beberapa postur sederhana, dan meditasi.

Selain itu, seorang ibu hamil juga akan diajari teknik relaksasi yang bisa digunakan selama proses persalinan. Beberapa posisi yang bisa membantu mengurangi rasa sakit saat kontraksi juga bisa dipelajari.


Dengan rutin melakukan yoga selama masa persiapan persalinan, seorang ibu akan mendapatkan segudang manfaat. Berikut manfaat yoga untuk kehamilan, mengutip Net Doctor.

1. Meningkatkan fleksibilitas

Manijeh Nedas, seorang doula, mengatakan bahwa ibu hamil yang melakukan latihan yoga tampil lebih sehat, baik tubuh maupun pikiran.

"Tubuh mereka lebih fleksibel, yang mana membuat mereka mudah beradaptasi dengan beragam posisi saat persalinan dan ligamen jadi lebih elastis sehingga bisa membantu mengurangi rasa sakit saat persalinan," kata Nedas.

2. Mendorong sirkulasi cairan

Postur-postur yoga seperti membungkuk dan meregangkan tubuh dapat meningkatkan sirkulasi cairan. Sirkulasi cairan tubuh yang baik akan mencegah retensi cairan yang bisa memicu edema, atau kondisi saat tubuh kelebihan cairan pada sistem peredaran darah. Kondisi edema biasanya akan diperlihatkan dengan pembengkakan pada tangan dan kaki.

3. Melepas stres

Yoga akan mengajak ibu hamil untuk lebih rileks dan belajar melepas stres. Semakin rileks ibu selama kehamilan, semakin baik untuk kesehatan ibu dan bayi. Selain itu, dengan yoga, ibu hamil juga akan terhindar dari gangguan tidur.

4. Persiapan persalinan

Pelatih yoga untuk kehamilan, Andrea Fox mengatakan bahwa yoga dapat membantu seorang ibu mempersiapkan persalinan. Yoga membantu melatih napas dan kesadaran tubuh, mengurangi rasa cemas, dan mengajarkan ibu untuk beradaptasi dengan situasi baru.

5. Otot kuat dan postur lebih baik

Setelah persalinan, seorang ibu juga masih bisa berlatih yoga atau postnatal yoga. Ibu bisa mulai yoga enam minggu usai melahirkan. Yoga akan membantu ibu menguatkan otot perut dan otot pelvis dasar.

Ilustrasi Ibu HamilIlustrasi. Umumnya, yoga untuk kehamilan meliputi latihan pernapasan, peregangan lembut, beberapa postur sederhana, dan meditasi. (GGOMANG/Pixabay)

Tips Yoga untuk Kehamilan dengan Aman

Yoga untuk kehamilan paling baik dimulai saat kandungan berusia trimester kedua setelah sekitar 14 minggu. Pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan guru yoga atau doula sebelum mencobanya. Biasanya, ibu hamil pertama kali akan disarankan untuk melakukan hatha yoga atau kelas yoga restoratif.

Yoga aman dilakukan meski ada kemungkinan timbul rasa sakit atau mual setelah melakukannya. Jika ini terjadi, sebaiknya hentikan sementara dan konsultasi dengan dokter spesialis kandungan. Agar lebih aman, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan.

1. Postur sederhana

Pilih gerakan yang sederhana agar tubuh tetap nyaman. Hentikan gerakan yang dirasa membuat tubuh tidak nyaman.

"Menarik punggung ke belakang terlalu kuat harus dihindari, juga postur yang melibatkan penggunaan otot perut secara kuat seperti pose perahu atau kaki terlentang naik. Setiap postur yang melibatkan keseimbangan harus ditangani dengan hati-hati," kata Fox.

2. Santai saja

Anda tidak sedang berkompetisi. Ibu hamil harus santai dan fokus penuh agar tidak terlalu meregangkan tubuh. Pasalnya, ligamen sekitar persendian akan lebih lunak dan longgar selama hamil. Bagian perut harus rileks sehingga gerakan lebih memanfaatkan otot gluteus yang terletak pada area bokong.

3. Latihan sedang

Setidaknya ibu hamil melakukan aktivitas fisik berintensitas sedang selama 150 menit per minggu. Durasi ini bisa dipecah ke dalam latihan 5 hari selama 30 menit setiap sesinya.

(els/asr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK