Pentingnya Jaga Kesehatan Gigi Anak Selama Pandemi

tim, CNN Indonesia | Senin, 26/10/2020 05:58 WIB
Avianti Hartadi, dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak, berpesan buat orang tua agar mengontrol konsumsi makanan manis agar kesehatan gigi anak terjaga. Avianti Hartadi, dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak, berpesan buat orang tua agar mengontrol konsumsi makanan manis agar kesehatan gigi anak terjaga. (jarmoluk/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Selama di rumah, rasa bosan tidak hanya dialami orang dewasa tetapi juga anak-anak. Makan atau ngemil kerap jadi solusi penghilang rasa bosan. Namun camilan yang dipilih cenderung camilan serba manis dan lengket di gigi.

Avianti Hartadi, dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak, berpesan buat orang tua agar mengontrol konsumsi makanan serba manis agar kesehatan gigi anak terjaga.

"Sisa makanan bakal jadi tempat bakteri (dalam mulut) tumbuh sehingga menimbulkan suasana asam. Jika terjadi terus-menerus, bisa terjadi kerusakan berupa karies gigi," jelas Avianti dalam webinar bersama Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Group, Jumat (23/10).


Asam dari bakteri bisa mengakibatkan pengikisan di lapisan gigi paling atas. Saat tidak ditangani, pengikisan bisa berlanjut menjadi lubang dan merusak hingga ke saluran akar gigi. Avianti menambahkan infeksi bisa menimbulkan bisul dengan nanah hingga bengkak di area wajah.

Padahal, kesehatan gigi terutama di masa pertumbuhan anak begitu penting. Pertumbuhan gigi anak dimulai di usia 6 bulan. Namun orang tua tidak perlu menjadikan ini patokan sebab tiap anak memiliki fase pertumbuhan gigi berbeda. Baru usia 3 tahun, struktur gigi anak terbilang lengkap dengan 20 gigi susu.

"Masuk usia 6 tahun, akan tumbuh geraham atau molar permanen maka, perlu dijaga kebersihannya sedari dini. Anak harus bisa menyikat gigi secara maksimal hingga ke area belakang," jelasnya.

Saat gigi dan mulut terjaga kesehatan dan kebersihannya, struktur gigi susu akan terjaga hingga akhirnya tanggal dan berganti gigi dewasa. Avianti mengatakan gigi susu memiliki beberapa manfaat.

Beberapa di antaranya adalah:

- Mempertahankan ruang, artinya gigi susu nantinya akan memberikan tempat buat gigi permanen. Saat gigi susu selalu bergeser akibat kebiasaan buruk, karies gigi, nanti pertumbuhan dan letak gigi permanen pun jadi tidak karuan.

- Membentuk pola makan, apapun yang terjadi pada gigi susu akan mempengaruhi pola makan anak misal, gigi susu tanggal sebelum waktunya, ada karies gigi, anak bisa sulit makan dan nutrisi yang masuk pun terbatas.

- Dampak psikologis, kondisi gigi susu yang kurang baik bisa membuat anak kurang percaya diri.

- Mempengaruhi kecakapan bicara, gigi penting untuk kejelasan pengucapan saat berbicara. Saat gigi susu tanggal sebelum waktunya, anak akan sulit bicara khususnya kata-kata dengan huruf T, J, F, dan V.

- Perkembangan wajah, saat pertumbuhan gigi susu kurang maksimal, struktur wajah anak menjadi kurang proporsional. Saat gigi rata dengan gusi, ukuran wajah jadi lebih pendek dari kondisi seharusnya.

Sebaiknya, pastikan anak menyikat gigi minimal 2 kali sehari setelah sarapan dan sebelum tidur. Anak yang mulai tumbuh gigi dan belum memungkinkan menyikat gigi, sebaiknya orang tua menyiapkan kasa basah untuk membersihkan area rongga mulut, gusi, lidah dan seluruh area mulut anak.

"Flossing (benang gigi) benang gigi juga disarankan. Kalau sulit pakai benang, pakai benang gigi yang ada gagangnya. Ada kondisi di mana makanan terselip pada gigi anak dan tidak bisa diatasi dengan sikat gigi. Pakai dental floss sekali saat malam," kata Avianti.

(els/chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK