HARI POLIO SEDUNIA

Kegiatan Imunisasi Terganggu, Polio Jadi Ancaman kala Pandemi

CNN Indonesia | Sabtu, 24/10/2020 14:30 WIB
Diperkirakan lebih dari 80 juta anak tidak mendapatkan imunisasi polio di masa pandemi Covid-19. Ilustrasi. (Dok. HelloSehat)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pandemi virus Corona membuat kegiatan vaksinasi polio di seluruh dunia terhambat dan dikhawatirkan terjadi peningkatan risiko anak-anak terkena polio.

Diperkirakan lebih dari 80 juta anak tidak mendapatkan imunisasi polio di masa pandemi Covid-19.

"Pandemi membuat pemberian imunisasi sempat terhenti selama tiga bulan di seluruh dunia, lebih dari 80 juta akak tidak mendapatkan vaksin," kata Head of Medical Sanofi Pasteur Indonesia, dokter Dhani Arifandi, dalam konferensi per peringatan Hari Polio Sedunia setiap 24 Oktober.


Hari Polio Sedunia merupakan peringatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat global pada pentingnya vaksinasi polio.

Polio adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus polio.

Virus ribuan tahun lalu ini menyerang sistem saraf pusat anak-anak sehingga menyebabkan kelumpuhan. Kelumpuhan itu menetap seumur hidup dan tidak bisa disembuhkan.

Namun, polio dapat dicegah dengan imunisasi polio pada anak-anak menggunakan vaksin OPV dan IPV.

WHO menyatakan kasus polio di dunia sudah terkendali dibandingkan tiga dekade dengan 125 negara berstatus endemik.

Saat ini, hanya menyisakan dua negara saja yang masih berstatus endemik polio, yakni Pakistan dengan 77 kasus dan Afganistan 52 kasus. Indonesia dinyatakan bebas polio sejak 2014 lalu.

Faktor keberhasilan eradikasi polio ini terletak pada pemberian vaksin pada seluruh anak.

Tapi, situasi ini dapat berubah jika imunisasi tidak dilanjutkan.

"Jika dunia menghentikan usaha penghapusan polio hari ini, maka dalam 10 tahun, akan ada 200 ribu kasus per tahun secara global," kata perwakilan World Health Organization (WHO) Vinod Bura.

Dalam enam bulan ke depan, Bura mengatakan setiap negara harus bekerja sama dalam usaha mengeliminasi polio melalui vaksinasi dan penanganan wabah yang cepat tanggap. WHO juga merekomendasikan pemberian dua dosis vaksin IPV untuk meningkatkan efektivitas vaksin.

(ptj/ard)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK