Kenali dan Cegah Karies Gigi pada Anak

tim, CNN Indonesia | Sabtu, 24/10/2020 18:43 WIB
Saat anak kerap merasa tidak nyaman saat makan, gigi terasa sakit dan ngilu, orang tua patut khawatir. Anak bisa saja mengalami karies gigi. Saat anak kerap merasa tidak nyaman saat makan, gigi terasa sakit dan ngilu, orang tua patut khawatir. Anak bisa saja mengalami karies gigi.(pixabay/collusor)
Jakarta, CNN Indonesia --

Saat anak kerap merasa tidak nyaman saat makan, gigi terasa sakit dan ngilu, orang tua patut khawatir. Anak bisa saja mengalami karies gigi. Karies gigi merupakan kondisi infeksi akibat bakteri sehingga merusak struktur jaringan gigi. Karies gigi ditandai dengan gigi berlubang.

"Riset di Indonesia, rata-rata anak usia 5-6 tahun mengalami gigi berlubang, ada 93 persen karies gigi, jadi hanya 7 persen yang bebas dari gigi berlubang," kata Avianti Hartadi, dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak, dalam webinar bersama Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Group, Jumat (23/10).

Persoalan gigi pada anak tidak bisa dianggap sepele. Anak yang mengalami karies gigi cenderung sulit makan sehingga asupan gizi terganggu.


Karies gigi terutama timbul akibat kurang menjaga kebersihan gigi. Sisa makanan yang bertahan cukup lama di gigi akan diubah menjadi asam oleh bakteri alami mulut. Zat asam kemudian akan memicu kerusakan gigi.

- Asam mulai merusak lapisan email gigi (lapisan paling luar).

- Saat dibiarkan, kerusakan berlanjut ke dentin. Mulai timbul nyeri saat ada rangsangan berupa rasa manis, asam, dingin, panas dan rangsangan lain. Rasa nyeri atau ngilu timbul akibat dentin berada dekat dengan pulpa gigi yang berisi saraf.

- Jika kerusakan mencapai pulpa gigi, anak bisa merasakan nyeri spontan tanpa rangsangan saat malam.

- Tanpa tindakan berarti, bakteri akan mencapai saluran akar gigi. Kemudian timbul abses (kantung berisi nanah) dan bengkak hingga ke area wajah.

Bukan hanya dari persoalan kebersihan gigi, Avianti berkata karies gigi bisa menular lewat droplet air liur yang membawa bakteri Streptococcus mutans. Droplet air liur bisa sampai ke anak biasanya lewat penggunaan alat makan bergantian semisal orang tua dan anak makan sepiring bersama dan dengan sendok yang sama. Kemudian orang tua atau pengasuh yang meniup makanan terlebih dahulu sebelum menyuapi anak.

Lalu, bagaimana mencegah karies gigi pada anak?

"Untuk pencegahan, saat makan makanan yang panas, makanan didiamkan dulu, dikipas sampai suhu makanan turun. Baik orang tua maupun pengasuh sebaiknya punya gigi yang sehat agar tidak menulari," katanya.

Avianti menambahkan, penting pula untuk menjaga kebersihan gigi dengan sikat gigi minimal dua kali sehari dan penggunaan dental floss sekali sehari. Konsumsi camilan serba manis tidak dilarang tetapi sebaiknya 30 menit setelah makan kue, cokelat atau permen, anak diajak menggosok gigi. Untuk anak dengan pertumbuhan gigi belum sempurna, orang tua bisa menggunakan kasa basah untuk menggosok gusi, lidah dan area mulut.

Selain itu, lanjut dia, orang tua sebaiknya memperhatikan kebiasaan-kebiasaan buruk yang bisa memicu karies gigi, antara lain,

1. Minum susu dari botol sambil tidur

Ingat, susu itu mengandung gula. Bakteri akan mengubah gula menjadi asam sehingga memicu kerusakan gigi. Solusinya, anak sebaiknya menyikat gigi setelah minum susu dan jangan biarkan anak minum susu lagi.

"Latih anak minum susu dengan gelas sebelum usia 2 tahun," imbuh Avianti.

2. Mengemut makanan

Karies gigi bisa timbul karena kebiasaan mengemut makanan. Makanan yang dibiarkan lama di dalam mulut bisa menimbulkan suasana asam dan memancing kerusakan gigi.

Sebaiknya orang tua mengajak anak untuk memilih menu makanan mingguan. Keterlibatan anak akan membuat anak memilih makanan yang ia sukai. Aktivitas makan pun tidak lagi membosankan.

3. Tidak diberi camilan sebelum makan

Saat anak kenyang karena camilan, anak cenderung makan lebih lama. "Anak juga jangan dibiarkan makan sambil nonton, sambil bermain. Ajak anak duduk di meja makan," imbuhnya.

(els/chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK