Sedang Jadi Tren, Memeluk Sapi untuk Redakan Stres

Tim, CNN Indonesia | Senin, 26/10/2020 19:23 WIB
Berpelukan dengan sapi tengah menjadi tren yang digemari banyak orang di berbagai penjuru dunia. Memeluk sapi diklaim dapat meredakan stres. Ilustrasi. Berpelukan dengan sapi tengah menjadi tren yang digemari banyak orang di berbagai penjuru dunia. (iStockphoto/LivingImages)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ada banyak cara untuk meredakan stres. Namun, pernahkah terpikir dalam benak Anda untuk meredam stres dengan memeluk sapi?

Memeluk sapi atau yang dalam bahasa Belanda dikenal dengan istilah 'koe knuffelen' tengah menjadi kegemaran tersendiri bagi banyak orang. Memeluk sapi menjadi salah satu 'terapi' kesehatan mental untuk meredam stres dan membangun energi positif dalam diri.

Melansir Insider, tren ini berawal dari Kota Reuver, Belanda. Lambat laun, kebiasaan memeluk sapi menjadi populer hampir di berbagai penjuru dunia. Berbagai peternakan sapi di Swiss hingga Amerika Serikat menawarkan bentuk terapi anyar ini kepada pengunjung.


Jose van Stralen, yang mengelola Farmsurvival di Spanbroek, Belanda, mulai menawarkan sesi 'terapi' berpelukan dengan sapi sejak enam tahun lalu.

Stralen mengatakan, seseorang bisa mendapatkan ketenangan melalui bahasa tubuh sapi. "Saat mereka [sapi] setengah menutup mata dengan telinga ke bawah, atau terkadang menundukkan kepala ke pangkuan seseorang, itu memberikan rasa rileks tersendiri," ujar Stralen.

Menurut Stralen, terapi berpelukan dengan sapi ibarat pertukaran energi positif. Seseorang bisa mendapatkan perasaan rileks saat berada di samping tubuh sapi yang lebih hangat.

"Orang-orang sering mengatakan pada saya bahwa itu [berpelukan dengan sapi] sangat berarti bagi mereka. Mereka merasa hangat, diterima, dan dicintai," kata Stralen.

Sebuah studi menemukan, suhu tubuh sapi yang lebih hangat dan detak jantung yang lebih lambat diyakini dapat meningkatkan energi positif dan mengurangi stres dengan meningkatkan kadar hormon oksitosin pada manusia. Hormon ini memicu perasaan bahagia dan penuh cinta pada manusia.

Studi yang diterbitkan dalam Applied Animal Behavior Science juga menemukan bahwa sapi memperlihatkan tanda-tanda kebahagiaan dan relaksasi saat seseorang menggosok, memijat, atau mengelus tubuh mereka.

Manusia yang memeluk sapi juga ditemukan mengalami detak jantung yang lebih lambat. Detak jantung yang lebih lambat menjadi salah satu penanda rileksasi.

Kendati demikian, pada sisi lain, tren ini juga menimbulkan kontra. Terapi berpelukan dengan sapi dinilai sebagai tindakan eksploitasi yang tidak mengindahkan kesejahteraan hewan.

"Meski ada manfaat yang didapat oleh sapi, tapi tetap saja manfaat utamanya didapat oleh manusia yang memeluknya," ujar Philip Wilson dari World Animal Protection.

Sebagai organisasi kesejahteraan hewan, World Animal Protection, lanjut Wilson, prihatin melihat tindakan manusia yang mengambil manfaat dari sifat intrinsik hewan seperti sapi ini.

(asr/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK