Aksi Protes Seorang Model di Tengah Fashion Show Gucci

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 25/09/2019 04:14 WIB
Aksi Protes Seorang Model di Tengah Fashion Show Gucci ilustrasi gucci (REUTERS/Aly Song)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peragaan busana Gucci dalam gelaran Milan Fashion Week pada Minggu malam waktu setempat diramaikan oleh aksi seorang model. Aksi tak direncanakan itu memprotes tema kesehatan mental yang diangkat oleh Gucci dalam presentasinya.

Sebuah ruang disulap menjadi tak ubahnya klinik kesehatan. Dikelilingi dinding dan lampu neon panjang berwarna serba putih, satu per satu model keluar dari balik pintu melalui eskalator.

Di tengah ekspresi muram para model, Ayesha Tan Jones mengangkat kedua telapak tangannya yang terbuka. Dalam telapak tangan, tersemat tulisan 'mental health is not fashion'.


Aksi itu juga dibagikannya dalam sebuah video di Instagram. Dalam unggahan, Ayesha menyampaikan ketidaksepakatannya dengan cara Gucci menggunakan isu kesehatan mental sebagai tema koleksi busana teranyarnya. Baginya, stigma terhadap pengidap gangguan mental harus dihentikan.

Dalam presentasi Spring/Summer 2020 kali ini, Gucci menghadirkan ragam busana yang rata-rata berdasar pada jaket oversized berwarna putih. Jaket itu identik dengan pakaian seragam yang kerap digunakan oleh pasien rumah sakit jiwa.

[Gambas:Instagram]

Ayesha menilai Gucci tak sensitif karena bermain-main dengan isu kesehatan mental untuk sebuah peragaan mode yang memiliki nilai ekonomi. Ayesha juga merasa tak nyaman mengenakan pakaian yang dinilainya menyinggung pasien rumah sakit jiwa itu.

"Menyuguhkan kampanye kesehatan mental sebagai alat untuk menjual pakaian dalam iklim kapitalis adalah hal yang menyebalkan, tidak imajinatif, dan menyinggung jutaan orang di seluruh dunia," kaya Ayesha.


Mengutip Hypebae, seorang juru bicara Gucci mengatakan bahwa aksi yang dilakukan Ayesha muncul tanpa direncanakan.

Direktur Kreatif Gucci, Alessandro Michele menolak disebut menggunakan isu kesehatan mental untuk mempresentasikan koleksi busana teranyarnya. Lebih jauh dari itu, Alessandro ingin menyampaikan pesan kemanusiaan dan 'keseragaman' yang dialami manusia masa kini.

"Seragam adalah sesuatu yang membatasi Anda. Jaket [seperti yang diperagakan] adalah jenis seragam tertinggi," kata Michele.

[Gambas:Video CNN] (asr/asr)