Sebuah ruang disulap menjadi tak ubahnya klinik kesehatan. Dikelilingi dinding dan lampu neon panjang berwarna serba putih, satu per satu model keluar dari balik pintu melalui eskalator.
Di tengah ekspresi muram para model, Ayesha Tan Jones mengangkat kedua telapak tangannya yang terbuka. Dalam telapak tangan, tersemat tulisan 'mental health is not fashion'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam presentasi Spring/Summer 2020 kali ini, Gucci menghadirkan ragam busana yang rata-rata berdasar pada jaket oversized berwarna putih. Jaket itu identik dengan pakaian seragam yang kerap digunakan oleh pasien rumah sakit jiwa.
[Gambas:Instagram]
Ayesha menilai Gucci tak sensitif karena bermain-main dengan isu kesehatan mental untuk sebuah peragaan mode yang memiliki nilai ekonomi. Ayesha juga merasa tak nyaman mengenakan pakaian yang dinilainya menyinggung pasien rumah sakit jiwa itu.
"Menyuguhkan kampanye kesehatan mental sebagai alat untuk menjual pakaian dalam iklim kapitalis adalah hal yang menyebalkan, tidak imajinatif, dan menyinggung jutaan orang di seluruh dunia," kaya Ayesha.
Lihat juga:Buntut Kasus Rasial, Gucci Tunjuk 'Bos' Baru |
Mengutip Hypebae, seorang juru bicara Gucci mengatakan bahwa aksi yang dilakukan Ayesha muncul tanpa direncanakan.
Direktur Kreatif Gucci, Alessandro Michele menolak disebut menggunakan isu kesehatan mental untuk mempresentasikan koleksi busana teranyarnya. Lebih jauh dari itu, Alessandro ingin menyampaikan pesan kemanusiaan dan 'keseragaman' yang dialami manusia masa kini.
"Seragam adalah sesuatu yang membatasi Anda. Jaket [seperti yang diperagakan] adalah jenis seragam tertinggi," kata Michele.
[Gambas:Video CNN] (asr/asr)