HARI PAHLAWAN 2020

17 Pahlawan Nasional Indonesia yang Perjuangkan Kemerdekaan

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 10/11/2020 13:30 WIB
Berikut nama-nama pahlawan nasional Indonesia yang gugur saat melawan kolonialisme demi memperjuangkan kemerdekaan, termasuk Pangeran Diponegoro dan Bung Tomo. Berikut nama-nama pahlawan nasional Indonesia yang gugur saat melawan kolonialisme demi memperjuangkan kemerdekaan. (Foto: Ki Hadjar Dewantara, sumber Wikimedia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional. Penetapan ini berdasarkan Keputusan Presiden No. 361 Tahun 1959 tentang Hari Nasional yang ditandatangani oleh Presiden Pertama RI Soekarno.

Pada tahun ini, peringatan Hari Pahlawan 2020 mengusung tema 'Pahlawanku Sepanjang Masa'.

Seperti pada sebelumnya, tahun ini juga dilangsungkan upacara Peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, namun dilaksanakan secara daring dengan hening cipta.


Peringatan tahunan ini bertujuan untuk mengenang perjuangan para pahlawan dan pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Selain itu, Hari Pahlawan diharapkan dapat membangun ingatan kolektif dan kesadaran berbangsa dan bernegara.

Lantas siapa saja Pahlawan Nasional yang rela gugur demi kemerdekaan?

Berikut nama-nama pahlawan nasional yang gugur saat melawan kolonialisme untuk memperjuangkan Kemerdekaan Republik Indonesia.

1. Bung Tomo (1920-1981)

Membahas Sutomo atau lebih dikenal sebagai Bung Tomo, tidak lepas dari pertumpahan berdarah di Surabaya 10 November 1945 yang sekarang diperingati menjadi Hari Pahlawan Nasional.

Perjuangan arek-arek Suroboyo untuk memperjuangkan kemerdekaan ini tak lepas dari sosok Bung Tomo. Pahlawan Pejuang Kemerdekaan ini yang memegang komando dalam melawan kembali tentara Nederlandsch Indie Civil Administratie (NICA).

Bung Tomo juga memiliki semboyan khas untuk membakar semangat masyarakat yang berbunyi "Merdeka atau Mati".


2. Sutan Syahrir (1909-1966)

Kepala Kepolisian Negara Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo (empat dari kiri) bersama Perdana Menteri Indonesia Sutan Syahrir memeriksa barisan siswa Sekolah Tinggi Polisi di Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah, 17 Juni 1946. (Dokumentasi IPPHOS)Foto: Dokumentasi IPPHOS
Sutan Syahrir (tiga dari kiri) adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia

Mantan perdana menteri Indonesia ini juga tidak luput dari torehan perjuangan Republik Indonesia. Sutan Syahrir merupakan pahlawan nasional Indonesia yang dikenal sebagai orang yang mengorganisasi kemerdekaan Indonesia.

Pada masa pendudukan Jepang, Sutan Syahrir turut membangun jaringan untuk mempersiapkan diri merebut kemerdekaan tanpa bekerja sama dengan Jepang.


3. Tan Malaka (1897-1949)

Tan MalakaFoto: Dari Pendjara ke Pendjara. Djakarta: Widjaya. via Wikimedia Commons
Tan Malaka adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia

Pada 23 Maret 1963, Presiden Sukarno menetapkan Tan Malaka sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden No 53 Tahun 1963.

Merujuk Historia, meski nama Tan Malaka dihapus dalam buku sejarah sekolah pada masa Orde Baru, hingga kini gelar Pahlawan Nasional masih melekat di namanya dalam keikutsertaan dalam memperjuangkan kemerdekaan.


4. Mohammad Hatta (1902-1980)

Undated file picture of Mohammad Hatta, who was Indonesia's first vice president, later also serving as the country's Prime Minister. On August 17, 1945, he and Sukarno proclaimed the Independence of Indonesia from the Dutch. (Photo by AFP)Foto: AFP
Mohammad Hatta adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia

Pahlawan Nasional yang akrab dengan panggilan Bung Hatta ini sangat berperan besar dalam kemerdekaan Indonesia.

Semangat serta patriotisme Bung Hatta tumbuh sejak muda, memuncak sejak aktif dalam kegiatan organisasi pergerakan nasional hingga mendampingi Soekarno dalam melawan penjajah.


5. Soekarno (1901-1970)

SUKARNO'S ARRIVAL. Indonesian President Soekarno arrived at Asia Africa Street on April 18, 1955. (Source: Asian-African Conference Museum)Foto: dok. https://aacc2015.id/
Presiden Soekarno adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia

Ir. Soekarno adalah presiden pertama Indonesia yang berperan aktif sebagai proklamator kemerdekaan dan pencetus dasar negara Pancasila. Meski sempat menjadi tahanan politik di Bandung, Soekarno dinilai gigih dalam memperjuangkan kemerdekaan.


6. Soedirman (1916-1950)

Jenderal Soedirman merupakan tentara termuda yang bergabung dengan para pahlawan kemerdekaan. Selain itu Jenderal Soedirman juga menjadi Panglima Tentara dan Jenderal pertama di Republik Indonesia.


7. Agus Salim (1884-1954)

Pada awal berdirinya republik, Agus Salim memegang andil yang tidak kalah penting dibandingkan tokoh-tokoh pergerakan lainya. Agus Salim merupakan salah satu pimpinan organisasi Islam terbesar saat itu yakni Serikat Islam (SI).


8. Mohammad Natsir (1908-1993)

Mohammad Natsir (berkacamata dan memakai peci) Ketua Umum Masyumi, sedang menanti giliran untuk menukar surat suara, 29 September 1955. (Sumber: ANRI)Foto: Sumber: ANRI
Mohammad Natsir (berkacamata dan memakai peci) adalah satu pahlawan nasional Indonesia

Mohammad Natsir adalah seorang aktivis dan pemikir Islam yang sempat aktif sebagai Ketua Majelis Syuro Muslimin Indonesia atau Masyumi.

Natsir berperan aktif dalam dunia pergerakan Nasional sejak mengenyam pendidikan di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), setara dengan Sekolah Menengah Pertama pada zaman pemerintah kolonial Belanda.


9. Mohammad Yamin (1903-1962)

Selain dikenal sebagai sosok yang merumuskan Sumpah Pemuda dalam Kongres Pemuda II, Yamin juga dikenal sebagai aktivis dalam perjuangan kemerdekaan.

Keterlibatan Yamin dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) membuat Yamin berperan dalam merumuskan dasar negara untuk kemerdekaan Indonesia. Pengaruhnya yang besar dalam sejarah membuatnya dihormati sebagai salah satu pahlawan nasional Indonesia.


10. Ki Hadjar Dewantara (1889-1959)

Ki Hadjar Dewantara (Wikimedia)Foto: Wikimedia
Ki Hadjar Dewantara adalah satu pahlawan nasional Indonesia

Sosok yang memiliki nama lain Raden Mas Soewardi Soerjaningrat merupakan salah satu pejuang pendidikan. Sepanjang hidupnya, Ki Hadjar Dewantara juga menjadi anggota aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia.

Perguruan Taman Siswa merupakan hasil kerja kerasnya dalam memberikan pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia yang saat itu tidak dapat mengenyam bangku sekolah.


11. Hasyim Asyari (1871-1947)

Kyai Haji Mohammad Hasyim Asyari adalah Pahlawan Nasional sekaligus pendiri Nahdatul Ulama (NU). Hasyim Asyari juga dikenal sebagai intelektual muslim yang turut serta mewarnai perjuangan kemerdekaan Indonesia.


12. Abdul Haris Nasution (1918-2000)

Abdul Haris Nasution dikenal sebagai pengusung perang gerillya saat perang melawan Belanda, yang tertuang dalam buku yang ditulisnya berjudul "Strategy of Guerrilla Warfare".

Berkiprah sebagai Tentara dan berjuang membasmi penjajah membuat Nasution diberi gelar Pahlawan Nasional pada 5 Oktober 1997 lalu, pada saat ulang tahun ABRI.


13. Adam Malik (1917-1984)

Mengawali karier sebagai wartawan, pada masa mudanya Adam Malik Batubara sudah aktif ikut pergerakan nasional untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Dalam perjalanan kariernya, Adam Malik sempat menjadi wakil presiden ke-3 sebelum menjabat sebagai ketua parlemen. Adam Malik diangkat sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 1998 lalu.


14. Dewi Sartika (1884-1947)

Dewi SartikaFoto: Dok. Istimewa
Dewi Sartika adalah satu pahlawan nasional wanita Indonesia

Bisa mengenyam pendidikan karena masih keturunan ningrat, menginspirasi Raden Dewi Sartika untuk memperjuangkan hak pendidikan kepada rakyat pribumi khususnya.

Berbeda dengan pahlawan pada umumnya, Dewi Sartika membangun sekolah khusus wanita bernama Sakola Isteri di bumi Parahyangan. Berkat perjuanganya, Dewi Sartika mendapat gelar Pahlawan Nasional pada 1966.


15. Cut Nyak Dhien (1848-1908)

Cut Nyak Dien adalah pahlawan nasional perempuan asal Aceh yang turut serta berperang pada masa perang Aceh.

Kematian suami pertamanya, Ibrahim Lamnga, pada perang tersebut menjadi pemicu Cut Nyak Dien mengobarkan tekad untuk menghentikan penjajahan Belanda di tanah kelahiranya.


16. R. A. Kartini (1879-1904)

R.A KartiniFoto: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen via Wikimedia Commons (CC-BY-SA-3.0)
R.A Kartini adalah satu pahlawan nasional Indonesia

Raden Adjeng Kartini adalah pejuang yang telah berjasa dalam memperjuangkan kesetaraan hak kaum perempuan. Latar belakangnya sebagai priyayi atau bangsawan Jawa tidak membuatnya tunduk kepada aturan yang dinilai konservatif.

Kartini yang gigih mendirikan sekolah wanita dengan nama Yayasan Kartini di pada 1912. Selain itu, pemikiran progresif Kartini yang tertuang dalam surat-suratnya juga menggambarkan inti perjuangan kaum wanita untuk merdeka.


17. Pangeran Diponegoro (1785-1855)

Pangeran DiponegoroFoto: collectie.tropenmuseum.nl via wikimedia commons (CC-PD-Mark)
Pangeran Diponegoro adalah satu pahlawan nasional Indonesia

Pangeran Diponegoro adalah pemimpin dalam Perang Jawa yang terjadi pada 1825 hingga 1830. Perang ini berkobar di hampir seluruh daerah Pulau Jawa, dan menjadi salah satu perang terbesar dalam melawan penjajah.

Atas perjuanganya dalam melawan penjajah Belanda, pemerintah menganugerahi Pangeran Diponegoro sebagai Pahlawan Nasional.

Untuk mengenang jasanya, ia juga mendapat serangkaian penghormatan seperti didirikan Museum Monumen Pangeran Diponegoro, dan namanya juga digunakan sebagai nama stadion, jalan, hingga universitas.

Bahkan naskah kuno yang berisi kisah hidupnya meraih penghargaan tertinggi yang diberikan oleh dunia. Pada 2013, UNESCO menetapkan Babad Diponegoro sebagai Warisan Ingatan Dunia (Memory of the World).

Itulah nama-nama Pahlawan Nasional Indonesia yang turut serta berjuang dalam kemerdekaan. Beberapa gelar Pahlawan Nasional juga diberikan setiap tahunnya oleh Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk penghargaan atas perjuangannya.

(cha/fef)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK