Pertempuran dan Korban di Balik Peringatan Hari Pahlawan

CNN Indonesia | Selasa, 10/11/2020 09:24 WIB
Di balik peringatan Hari Pahlawan 10 November 2020, ada pertempuran dan korban akibat peristiwa puluhan tahun silam yang kemudian melatari perayaan momen ini. Ilustrasi. Suasana di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan (Foto: CNN Indonesia/ Martahan Sohuturon)
Jakarta, CNN Indonesia --

Setiap 10 November, Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Untuk peringatan Hari Pahlawan 2020 ini Presiden Joko Widodo bakal memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada enam tokoh dari sejumlah daerah.

Hal serupa dilakukan pada perayaan Hari Pahlawan tahun lalu.

Momen yang diperingati saban 10 November ini bertepatan dengan peristiwa Pertempuran Surabaya yang mencapai puncaknya pada 1945 silam.


Mengutip dari berbagai sumber, pertempuran itu terjadi antara pasukan Indonesia dengan tentara Britania Raya dan India Britania. Duduk perkaranya, bermula dari kedatangan tentara Inggris dan Belanda setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Tentara Inggris mendarat di Surabaya pada 25 Oktober 1945, setelah sebelumnya berlabuh di Jakarta. Ihwal kedatangan ini untuk melucuti dan memulangkan tentara Jepang.

Namun itu nyatanya bukan satu-satunya tujuan dari kedatangan Inggris. Mereka rupanya juga ingin mengembalikan Indonesia ke jajahan Belanda. Meskipun, deklarasi kemerdekaan sudah diteriakkan.

Buntutnya, gejolak perlawanan masyarakat Indonesia pun bergolak. Insiden berdarah pertama terjadi ketika Belanda di bawah pimpinan W.V.Ch. Ploegman mengibarkan bendera Belanda di Hotel Yamato tanpa persetujuan RI.

Melihat itu, Residen Daerah Surabaya Soedirman berunding dengan pihak Belanda di dalam hotel agar bendera tersebut dicopot. Namun permintaan ini ditolak dan perundingan berujung memanas ketika Ploegman mengeluarkan pistol.

Selanjutnya yang terjadi, Ploegman tewas dicekik Sidik yang datang bersama Soedirman. Sidik pun akhirnya tewas oleh tentara Belanda. Sementara Soedirman dan rekannya yang lain, Hariyono melarikan diri ke luar hotel.

Hariyono yang mulanya bersama Soedirman, lantas kembali memasuki Hotel Yamato bersama Kusno Wibowo untuk memanjat tiang bendera dan merobek bagian biru bendera Belanda agar menjadi merah-putih.

Insiden tersebut mengantarkan pertempuran pertama antara Inggris dan Indonesia pada 27 Oktober 1945. Ketegangan terus mencuat meskipun kedua pihak sempat melakukan gencatan senjata pada 29 Oktober.

Puncaknya meledak pada 10 November setelah terbunuhnya pimpinan tentara Inggris di Jawa Timur, Brigadir Jenderal Mallaby. Penggantinya, Mayor Jenderal Robert Mansergh mengultimatum agar Indonesia menyerah hingga batas waktu pukul 06.00 WIB.

Namun rakyat Indonesia tak gentar. Seruan itu justru kian menyulut amarah. Penolakan menyerah dari Indonesia dibalas serangan dari tentara Inggris pada pukul 10.00 WIB kala itu.

Sutomo, atau yang dikenal dengan sebutan Bung Tomo, merupakan salah satu tokoh yang berperan menggerakkan pasukan Indonesia pada Pertempuran Surabaya.Ada pula sejumlah tokoh seperti KH. Hasyim Asy'ari dan KH. Wahab Hasbullah.

Karena banyaknya korban yang berjatuhan, insiden ini pun dikenang sebagai Hari Pahlawan.

Setidaknya 6.000 sampai 16.000 pejuang Indonesia dan 200.000 masyarakat sipil di Surabaya tewas dalam pertempuran tersebut.

(fey/nma/NMA)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK