HARI PNEUMONIA DUNIA

Cara Membedakan Flu Biasa dan Pneumonia pada Anak

tim, CNN Indonesia | Kamis, 12/11/2020 21:39 WIB
Pneumonia sering kali terlambat disadari karena gejala yang sulit dibedakan dengan penyakit pernapasan lain yang ringan seperti pilek dan selesma (common cold). Gejala awal pneumonia sulit dibedakan dengan penyakit pernapasan lain yang ringan seperti pilek dan selesma (common cold). (IStockphoto/Ridofranz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hari Pneumonia Sedunia jatuh pada 12 November setiap tahunnya. Pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian balita terbesar di dunia.

Pneumonia merupakan penyakit peradangan akut pada paru-paru yang membuat paru-paru dipenuhi dengan cairan dan sel radang. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi kesehatan serius dan tidak jarang menyebabkan kematian.

Menurut Dokter Spesialis Anak, Nastiti Kaswandani, pneumonia sering kali terlambat disadari karena gejala awalnya yang sulit dibedakan dengan penyakit pernapasan lain yang ringan seperti pilek dan selesma (common cold).


Akibatnya, banyak anak-anak yang mengidap pneumonia tidak mendapatkan perawatan yang seharusnya dan berdampak fatal pada kesehatan mereka.

"Jaringan paru merupakan organ penting untuk pertukaran oksigen, kalau ada masalah di jaringan paru, terisi sel radang dan cairan maka fungsi pertukaran oksigen bisa terganggu dan anak bisa kekurangan oksigen. Kalau tidak ditangani ini bisa menyebabkan kematian," katanya dalam acara diskusi daring 'Selamatkan Anak dari Bahaya Pneumonia di Masa Pandemi,' beberapa waktu lalu.

Untuk itu, Nastiti kemudian memaparkan perbedaan antara flu biasa dengan pneumonia.

"Orangtua sudah familiar dengan flu, batuk pilek. Flu ini istilah yang agak rancu, kenapa? karena saluran nafas itu terdiri dari bagian atas hidung, lalu tenggorokan, pipa nafas, baru paru-paru.

Pneumonia itu kalau sudah kena paru-paru, jaringan paru," tuturnya.

Lebih lanjut, menurut Nastiti, flu yang umum diketahui banyak orang sebenarnya memiliki istilah common cold atau selesma.

"Istilah yang tepat itu selesma, ketika akut ini disebabkan influenza dan baru disebut flu," katanya.

Tanda yang harus dicermati orangtua pada anak yang mengidap Pneumonia adalah dari gejala awal menyerupai selesma yakni batuk, pilek serta demam yang berkelanjutan.

"Curigai kalau gejalanya sudah lanjut. Kalau demam berlangsung dua sampai tiga hari, tanda penting lainnya yang harus diperhatikan adalah ritme nafas. Jika anak mengalami sesak nafas atau nafas lebih cepat, segera bawa ke rumah sakit," ujarnya.

Sebagaimana dilansir Piedmont, terdapat beberapa gejala yang dapat diperhatikan untuk membedakan flu dan pneumonia.

Gejala flu meliputi:

- Badan sakit dan nyeri
- Batuk kering
- Kelelahan
- Demam di atas 38 derajat celsius
- Sakit kepala

Gejala pneumonia meliputi:

- Kuku dan bibir kebiruan
- Panas dingin
- Kebingungan (paling umum pada orang dewasa yang lebih tua)
- Batuk
- Nafsu makan menurun
- Kelelahan yang ekstrim
- Demam hingga 40 derajat celsius
- Nyeri saat menarik napas dalam
- Detak jantung dan pernapasan cepat
- Berkeringat
- Kesulitan mengatur napas
- Lendir berwarna kuning, kehijauan atau berdarah saat Anda batuk

Nastiti mengatakan ada beberapa faktor risiko anak mengidap pneumonia, di antaranya.

- Lahir prematur

- Berat badan kurang

- Kurang gizi

- Malnutrisi

- Imunisasi tidak lengkap

- Tidak mendapat ASI eksklusif

- Kekurangan vitamin

- Terpapar polusi asap rokok

(agn/agn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK