Mengenal Masker Jepang MA-9501 dan Efektivitasnya

CNN Indonesia | Kamis, 19/11/2020 08:32 WIB
Masker jenis MA-9501 yang berasal dari Jepang kini hadir di Indonesia. Bagaimana efektivitasnya? Ilustrasi. Masker Jepang MA-9501 diklaim memiliki tingkat proteksi yang tinggi terhadap virus corona penyebab Covid-19. (Istockphoto/ma-no)
Jakarta, CNN Indonesia --

Masker jenis MA-9501 yang sebelumnya ramai digunakan di Jepang kini hadir di Indonesia. Masker ini diklaim memiliki tingkat proteksi maksimal terhadap virus corona penyebab Covid-19.

Masker yang diproduksi oleh Sharp Indonesia ini juga diklaim telah lulus uji kesehatan di Jepang dan Amerika Serikat. Masker juga telah mendapatkan izin dari Kementerian Kesehatan RI.

Masker hadir dengan ukuran 95 mm x 178. Masker menggunakan bahan utama polipropilen dengan tiga lapisan pelindung.


Mengutip Antara, bagian paling luar menggunakan polipropilen spunbound yang tahan air hingga mampu mencegah cairan atau droplet menempel pada masker.

Pada bagian kedua, polipropilen meltblown mampu menahan atau menyaring debu, serbuk, virus, dan partikel lain sampai 98 persen. Ketiga, lapisan polipropilen thermalbonded yang mampu menyerap air atau droplet yang dikeluarkan dari mulut pengguna.

Polipropilen sendiri merupakan salah satu material yang sangat direkomendasikan untuk penggunaan masker. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan polipropilen bersama dengan beberapa material lainnya seperti katun, polyester, cellulose, sutra, dan nylon.

Ahli epidemiologi dari Colorado School of Public Health, May Chu mengatakan, polipropilen merupakan bahan terbaik yang dapat dijadikan sebagai filter pada masker. Polipropilen juga digunakan sebagai filter dalam masker N95.

Masker yang menggunakan material polipropilen dua lapis sebagai filter disebut dapat menyaring partikel hingga 70 persen.

Chu, yang juga menjadi penasihat ilmiah WHO dan membantu penyusunan panduan masker kain, mengatakan bahwa polipropilen memiliki sifat elektrostatis yang dapat memberikan perlindungan lebih terhadap penggunanya. Muatan elektrostatis yang dimiliki membuat lapisan kain pada masker saling melekat menjadi satu.

"Efek 'melekat' itu menjebak droplet yang masuk dan keluar. Itu-lah yang Anda perlukan," ujar Chu, mengutip NPR.

Namun, polipropilen bakal kehilangan muatan elektrostatisnya setelah dicuci. Isi kembali muatan elektrostatis dengan menyetrika atau menggosoknya menggunakan sarung tangan plastik selama 20 detik.

(asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK