CDC: Sebagian Besar Kasus Corona Ditularkan dari OTG

Tim, CNN Indonesia | Senin, 23/11/2020 20:01 WIB
Sebagian besar infeksi virus corona penyebab Covid-19 ditularkan melalui seseorang yang tidak atau belum menunjukkan gejala. Sebagian besar infeksi virus corona penyebab Covid-19 ditularkan melalui seseorang yang tidak atau belum menunjukkan gejala. (iStockphoto/Maridav)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebagian besar infeksi virus corona penyebab Covid-19 ditularkan melalui orang tanpa gejala. Kesimpulan itu dituangkan dalam pedoman Center for Disease and Prevention Control (CDC) Amerika Serikat yang baru diperbaharui.

"Itu-lah mengapa penggunaan masker sangat penting. Karena kebanyakan infeksi SARS-CoV-2 disebarkan oleh orang-orang tanpa gejala," tulis CDC dalam situsnya.

Melansir CNN, CDC dan lembaga kesehatan lainnya memperkirakan bahwa lebih dari 50 persen infeksi ditularkan melalui orang tidak bergejala.


Di Amerika Serikat, CDC mencatat, sekitar 24 persen orang yang menularkan virus corona tak mengalami gejala klinis. Sementara 41 persen lainnya menularkan virus saat mengalami gejala.

CDC juga mencatat bahwa puncak penularan terjadi pada lima hari setelah terinfeksi.

Dengan asumsi di atas, CDC menyimpulkan, 59 persen infeksi akan ditularkan saat tidak atau belum ada gejala yang muncul. Namun, kemungkinan penularan berubah menjadi 51-70 persen jika puncak infeksi berkisar antara 4-6 hari.

Hal itu disimpulkan dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences dan data CDC yang belum dipublikasikan.

"Di antara orang-orang yang mengembangkan penyakit symptomatic [bergejala], risiko penularan mencapai puncaknya pada hari-hari sebelum timbulnya gejala dan beberapa hari setelahnya," ujar CDC.

CDC kembali mengingatkan bahwa infeksi SARS-CoV-2 utamanya menyebar melalui paparan tetesan pernapasan yang diembuskan oleh orang yang terinfeksi saat bernapas, berbicara, batuk, bersin, dan bernyanyi,

Tak cuma itu, CDC juga menyebut, seseorang bakal mengeluarkan lebih banyak tetesan pernapasan saat berbicara dan bernyanyi dengan suara keras.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK