Siloam Luncurkan Tes Molekuler, Deteksi Covid Kurang 15 Menit

Siloam Hospitals Group, CNN Indonesia | Jumat, 20/11/2020 18:19 WIB
Siloam Hospitals Group meluncurkan layanan tes molekuler isotermal yang bisa mendiagnosis Covid-19 dengan cepat dan dapat dilakukan di luar laboratorium. Siloam Hospitals meluncurkan layanan tes diagnostik molekuler isotermal yang bisa mendiagnosis Covid dengan cepat dan dapat dilakukan di luar laboratorium. (Foto: Dok. RS Siloam)
Jakarta, CNN Indonesia --

Siloam Hospitals Group meluncurkan layanan tes diagnostik molekuler isotermal untuk pemeriksaan Covid-19. Ketersediaan tes cepat molekuler (TCM) ini bekerja sama dengan perusahaan kesehatan asal Amerika Serikat, Abbott. Indonesia menjadi negara kedua untuk mendapat teknologi alat tes ini.

Metode pemeriksaan dalam TCM menggunakan sampel dahak dengan amplifikasi asam nukleat berbasis cartridge.

Deputy President Director Siloam Hospitals Group Caroline Riady mengatakan layanan tes molekuler untuk menambah jenis tes pemeriksaan virus corona, mengingat kapasitas testing di Indonesia yang masih kurang.


"Ketersediaan jumlah testing masih kurang dibandingkan dengan populasi keseluruhan di Indonesia. Harapannya dengan tes diagnostik ini, pandemi akan lebih terkendali, sehingga kita lebih leluasa dan aman dalam beraktivitas," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (20/11).

Caroline menjelaskan, tes ini memiliki keunggulan dibandingkan dengan alat pemeriksaan yang sudah digunakan, yaitu polymerase chain reaction (PCR).

PCR membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan hasil karena hanya dapat dilakukan di laboratorium yang sudah ditunjuk pemerintah.

Sementara TCM, lanjutnya, bisa mendiagnosis dengan cepat, kurang dari 15 menit, dan bisa dilakukan di luar laboratorium.

"Kalau kita melihat PCR biasa memang sangat akurat dan menjadi standar, tapi tes ini cukup memakan waktu. Sedangkan tes molekuler isotermal kami sangat cepat sekali hasilnya. Jika positif, hasilnya akan keluar dalam 5 menit, sedangkan negatif keluar dalam 13 menit," ujarnya.

Begitu pula dalam aspek efektivitasnya. Caroline mengungkapkan, tes ini punya sensitivitas tinggi.

"Akurasi molekuler ini sensitif di hari kedua dan ketiga (masa inkubasi, sejak pertama terpapar virus), sehingga kita lebih cepat mendeteksi. Orang lain yang terpapar juga lebih sedikit," ujarnya.

"Selain itu, dalam isotermal prosesnya lebih simpel, dengan risiko yang lebih rendah. Memiliki sekitar 95 persen sensitivitas dan 97 spesifisitas."

Diketahui, masyarakat sudah mulai dapat melakukan tes TCM hari ini di unit Siloam Hospital seluruh Indonesia. Kisaran biayanya sekitar Rp1,299 juta dan untuk pengetesan lebih dari 10 dikenai Rp999 ribu.

(fef)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK