Semangat Kearifan Lokal di Desa Arborek, Raja Ampat

Kemenparekraf, CNN Indonesia | Sabtu, 21/11/2020 17:51 WIB
Di luar wisata laut Raja Ampat, ada desa wisata Arborek yang mengelola kawasan wisata setempat secara kolektif. Di luar wisata laut Raja Ampat, ada desa wisata Arborek yang mengelola kawasan wisata setempat secara kolektif. (Foto: dok CNNIndonesia TV)
Jakarta, CNN Indonesia --

Selama ini, Raja Ampat dikenal sebagai salah satu destinasi premium #DiIndonesiaAja, berjuluk Surga Dunia Bawah Laut. Di luar wisata laut yang ditawarkan Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, ada desa wisata bernama Arborek. Desa ini termasuk dalam desa-desa di pulau-pulau setempat yang mengelola kawasan wisata secara kolektif.

Menjejakkan kaki di Desa Arborek akan langsung memberi kesan menawan. Lingkungan desa begitu bersih, ditambah laut jernih yang tanpa ragu memamerkan karang dan ikan-ikan cantik. Pemandangan itu akan langsung menimbulkan perasaan ingin menyelam.

Memiliki luas sekitar 7 hektare, Arborek dihuni sekitar 80 keluarga. Namun, melalui kearifan lokal yang dimiliki, Arborek adalah pelopor desa wisata di Papua Barat. Untuk tamu-tamu spesial, ada tarian penyambutan khusus yang melibatkan seisi desa.


Meski terletak di ujung timur Indonesia, fasilitas penunjang wisata di Arborek sudah cukup lengkap. Di sini juga telah diterapkan protokol kesehatan CHSE (Clean, Health, Safety, and Environment). Produser Lapangan CNN Indonesia TV Reza Ramadhan yang berkesempatan mengunjungi Arborek pun mengakui kebersihan tempat itu.

Karena pandemi Covid-19, jumlah wisatawan yang mendatangi Desa Arborek berkurang drastis. Namun warga ternyata masih menyimpan asa dan semangat untuk kembali bangkit setelah pandemi. Hal itu terlihat dari kerajinan mereka untuk menjaga kebersihan desa, serta tetap produktif menghasilkan karya-karya buatan tangan.

"Untuk menghadapi pandemi Covid yang sekarang di seluruh dunia ini, masyarakat kampung [Arborek] secara khusus menyiapkan protokol kesehatan sesuai yang disampaikan Kementerian Kesehatan kepada kami," kata Kepala Desa Arborek, Daud Mambrasar.

Daud lantas memberi contoh, para pemilik homestay tetap membersihkan kamar-kamar dengan disinfektan secara teratur, sekalipun tak ada tamu. Selain itu, ibu-ibu di Arborek pun tetap berkumpul dengan untuk membuat kerajinan tangan yang biasa jadi cendera mata oleh para wisatawan.

Kemampuan menganyam noken, kotak, topi, hingga tas merupakan ilmu yang disampaikan secara turun temurun, dari generasi ke generasi. Kreativitas itu dikembangkan untuk kemudian dikomersialisasikan dengan selera pasar. Harga satu topi misalnya, dibanderol seharga Rp250 ribu, tas buku seharga Rp200 ribu, dan yang termahal, topi manta yang mencapai Rp300 ribu.

Menurut salah seorang perajin, anyaman itu dijual kepada wisatawan yang mengunjungi Arborek. Dengan kata lain, di masa pandemi saat ini roda ekonomi lokal pun tak berputar sebagaimana mestinya.

Hal lain yang tak boleh dilewatkan kala berada di Desa Arborek, adalah snorkeling. Wisatawan diingatkan untuk membawa peralatan snorkeling sendiri demi keamanan dan kenyamanan bersama. Di dalam air, akan terjawab mengapa Raja Ampat disebut sebagai Surga Bawah Laut. Dari Dermaga Borek saja, pengunjung sudah bisa melihat aneka terumbu karang cantik, ditambah beragam ikan karang.

Yang patut dicatat, keanekaragaman biota laut itu tak lepas dari kearifan lokal warga Arborek bernama Sasi Laut. Sasi adalah aturan adat yang melarang penduduk untuk mengeksploitasi ikan secara berlebihan. Menurut otoritas setempat, pemulihan pariwisata merupakan usaha bersama.

"Kita tidak tahu kapan pandemi ini berakhir. Tapi selain pemerintah berusaha, mereka [masyarakat] juga harus berusaha memenuhi [protokol kesehatan] itu, karena kita tidak bisa cuma sampai di sini. Walaupun pandemi, kita harus berusaha mengakali pandemi itu sehingga ekonomi tetap jalan," kata Engelbert Wader, Sekretaris Dinas Pariwisata Raja Ampat.

Engelbert menegaskan, berwisata #DiIndonesiaAja kala pandemi bukan menjadi hal tak mungkin. Asalkan, wisatawan tetap patuh mengikuti protokol kesehatan dengan memakai masker dan membawa masker cadangan, menjaga jarak agar tidak berkerumun, serta rajin mencuci tangan atau membawa hand sanitizer. Selain itu, tetap menjaga kebersihan lingkungan dan diri sendiri.

[Gambas:Youtube]

(gea/rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK