'Misteri' Kalkun Panggang saat Thanksgiving

tim, CNN Indonesia | Jumat, 27/11/2020 13:00 WIB
Pernahkah Anda berpikir mengapa harus ada kalkun panggang dalam hidangan Thanksgiving? Pernahkah Anda berpikir mengapa harus ada kalkun panggang dalam hidangan Thanksgiving? ( iStockphoto/evgenyb)
Jakarta, CNN Indonesia --

Thanksgiving 2020 dirayakan pada Kamis (26/11) oleh orang-orang di Benua Amerika dan Eropa. Dalam perayaan ini, orang-orang berkumpul untuk makan malam bersama. Mereka menyantap menu Thanksgiving tradisional yang sama yaitu kalkun panggang dengan saus cranberry, dan pie labu.

Pernahkah Anda berpikir mengapa harus ada kalkun panggang dalam hidangan Thanksgiving?

Sejarah awal kaitan keduanya sebenarnya masih menjadi misteri dan sebuah ide yang belum bisa disepakati. 


Sebenarnya kaitan antara kalkun panggang dan thanksgiving tak bisa disepakati begitu saja oleh sejarahwan, meskipun hidangan itu sudah ada selama berabad-abad. Ketika berbicara tentang Thanksgiving pertama, Anda berbicara tentang perayaan panen yang terjadi pada tahun 1621. Hanya ada dua saksi mata tentang apa yang terjadi selama pesta tiga hari itu, sepucuk surat yang ditulis oleh Edward Winslow dan dikirim kembali ke Inggris dengan catatan tertulis dari gubernur Plymouth, William Bradford.

Ini tertuang dalam buku Winslow yang berjudul Mourt's Relation: A Journal of the Pilgrims at Plymouth. Catatan tangan pertama Winslow pada Thanksgiving pertama tidak menyebutkan secara eksplisit tentang kalkun. 

Mengutip Mental Floss, kalkun mungkin tidak ada dalam menu pada perayaan 1621 oleh Pilgrims of Plymouth yang dianggap sebagai Thanksgiving pertama. Sudah jelas ada kalkun liar di daerah Plymouth, seperti yang dicatat oleh kolonis William Bradford dalam Book Of Plymouth Plantation.

Sementara Winslow sama sekali tidak menyebut kalkun, Bradford menulis, "Dan selain unggas air, ada banyak kalkun liar yang banyak mereka ambil, selain daging rusa, dan lainnya."

Itu sepertinya menunjukkan dengan cukup jelas bahwa kalkun setidaknya ada di sana, tetapi sepertinya itu bukan makanan utama. Faktanya, dia tidak pernah benar-benar menjelaskan bahwa mereka dimakan di pesta itu. Ada banyak hal lain yang disebutkan oleh penulis sejarah Thanksgiving pertama itu, dan hidangan itu termasuk daging rusa dan "unggas".

Namun jurnal ini sempat hilang setidaknya selama setengah abad dan ditemukan kembali serta dicetak ulang pada 1856. Bradford menulis tentang bagaimana para kolonis memburu kalkun liar selama musim gugur 1621 dan karena kalkun adalah burung Amerika Utara (dan nikmat) yang unik, ia mendapatkan daya tarik sebagai makanan Thanksgiving pilihan orang Amerika setelah Lincoln menyatakan Thanksgiving sebagai hari libur nasional pada tahun 1863.

Mengutip Mashed, tiga tahun sebelumnya, tepat setelah pemilihannya, Lincoln memulai tradisi dengan makan malam Thanksgiving tidak resmi yang menampilkan kalkun panggang, yang kabarnya adalah makanan favoritnya.

Selain itu, alasan lain mengapa kalkun jadi makanan Thanksgiving juga disebabkan karena ukurannya. Unggas ini memiliki ukuran yang cukup besar sehingga bisa memberi makan seluruh anggota keluarga yang lapar dan berkumpul di meja makan.

Selain itu, kalkun juga tak dibiakkan untuk tujuan khusus. Misalnya seperti ayam yang bisa diambil telurnya, atau sapi yang bisa diambil susunya juga, kalkun tak bisa dimanfaatkan selain dagingnya.

Charles Dickens dan A Christmas Carol

Di Amerika, kalkun bukan makanan yang aneh. Setidaknya ini ada peran dan popularitas Charles Dickens dan Christmas Carol. Ketika buku itu diterbitkan pada tahun 1840-an, buku itu memperkenalkan kepada audiens Amerika gagasan tentang kalkun sebagai sesuatu yang istimewa.

Itulah yang paling ingin dibagikan oleh keluarga Cratchit di dunia, dan tidak lama setelah bukunya, kalkun mulai mendapatkan popularitas di masyarakat tingkat atas. Ketika kalkun mengalami penurunan harga, mereka kemudian lebih dikaitkan dengan kelas pekerja dan pengingat tentang berapa banyak daging yang mereka miliki, berapa banyak anggota keluarga yang dapat mereka beri makan, dan seberapa hemat uang mereka.

Peternak memperhatikan ayam kalkun hasil budidayanya di Desa Sidorejo, Kec. Wungu, Kab. Madiun, Jatim, Jumat (22/5). Ayam kalkun tersebut dijual dengan harga Rp 30 ribu - Rp 250 ribu per ekor sedangkan ayam kalkun indukan dijual dengan harga Rp 300 ribu per ekor. ANTARA FOTO/Siswowidodo/Rei/Spt/15.Foto: ANTARA FOTO/Siswowidodo
kalkun

(chs)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK