HARI PENYANDANG DISABILITAS

Negara-negara yang Ramah Dikunjungi Penyandang Disabilitas

tim, CNN Indonesia | Kamis, 03/12/2020 10:28 WIB
Beberapa negara ramah penyandang disabilitas dengan menyediakan trotoar lebar hingga transportasi umum yang mudah diakses. Milan menjadi salah satu negara yang ramah untuk para difabel.(AFP/Piero Cruciatti)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mengunjungi negara yang aman dan nyaman tentu menjadi dambaan bagi semua orang. Sayangnya, tidak semua negara ramah dikunjungi untuk para disabilitas.

Hanya saja, kini beberapa negara membuka diri untuk para wisatawan termasuk penyandang disabilitas agar bisa bepergian dengan mudah baik menggunakan kursi roda atau tidak.

Negara-negara tersebut umumnya menyediakan trotoar yang lebar, transportasi umum yang mudah diakses, hingga akses mudah ke tempat-tempat umum, toko, dan hotel.


Berikut sejumlah negara yang ramah untuk para penyandang disabilitas, dikutip dari berbagai sumber:

Berlin, Jerman

Dalam beberapa tahun terakhir, ibu kota Jerman menerapkan kebijakan disabilitas yang dipikirkan secara matang dan benar-benar komprehensif, serta berinvestasi besar-besaran dalam mengubah kota menjadi lingkungan yang sangat mudah diakses dan bebas hambatan untuk semua.

Pada 2013, Berlin memenangkan EU City Access Award, menerima pujian khusus atas upayanya menciptakan lingkungan bebas hambatan dan sistem transportasi yang sangat mudah diakses.

Sebagian besar teater dan museum di Berlin dapat diakses oleh penyandang disabilitas serta banyak restoran dan bar di seluruh kota.

Denver, Colorado, AS

Meski terletak di Pegunungan Rocky, Denver sendiri relatif landai dan menjadi salah satu kota terbaik di AS untuk akses kursi roda.

Sebagaimana dilansir Goodnet, kota ini menawarkan berbagai kegiatan rekreasi dan budaya bagi penyandang disabilitas serta sistem transportasi yang sepenuhnya dapat diakses serta layanan paratransit khusus dari pintu ke pintu bagi siapa pun yang memiliki cacat fisik.

Tidak hanya itu, banyak museum kota yang sepenuhnya dapat diakses dan menawarkan tur khusus untuk penyandang penyandang disabilitas pendengaran.

Sydney, Australia

Sydney Australia - August 4, 2017: A clear morning in Sydney, New South Wales, and this is the view looking across Circular Quay towards the iconic shape of the city's Opera House. In the distance we see the Royal Botanic Gardens.Sydney, salah satu negara yang ramah untuk dikunjungi oleh penyandang disabilitas. (iStockphoto/Simonbradfield)

Sebagaimana dilansir Travel Pulse, Sydney menempati salah satu posisi teratas sebagai kota yang paling mudah diakses di dunia. Banyak restoran dan toko memiliki pintu masuk yang landai dan mudah untuk diakses oleh para penyandang disabilitas.

Tidak hanya itu, situs ikonis seperti Sydney Opera House tidak hanya dapat diakses, tetapi juga memiliki tur khusus untuk penyandang disabilitas.

Milan, Italia

Menyusul Berlin, Milan pun dinobatkan penghargaan EU Access City Awards 2016, atas upayanya yang tak kenal lelah untuk menciptakan suasana inklusif bagi semua.

Setelah sempat tak bisa diakses oleh orang-orang yang menggunakan kursi roda, kota ini melakukan banyak perbaikan untuk menghilangkan penghalang bagi para penyandang disabilitas dan lanjut usia.

Itu termasuk meningkatkan sistem transportasi, mengatasi hambatan arsitektur dan sensorik, dan mengembangkan komitmen untuk terlibat penuh dengan para penyandang disabilitas.

Tel Aviv, Israel

In this Monday, April 6, 2020 photo, a railway station is deserted after authorities shut down railway service in effort to contain the spread of the coronavirus, in Tel Aviv, Israel. The once thrumming city of Tel Aviv, famed for its nightlife and bustling beachfront, has fallen eerily quiet due to Israel's tight movement restrictions to halt the spread of the coronavirus. (AP Photo/Oded Balilty)Kota Tel Aviv, Israel. (AP Photo/Oded Balilty)

Kota metropolis di Laut Mediterania ini telah membuat langkah besar dalam beberapa tahun terakhir menjadi dapat diakses sepenuhnya oleh para penyandang disabilitas.

Hampir semua jalur bus antarkota kota dapat diakses dengan kursi roda dan mencakup berbagai teknologi untuk tunanetra, termasuk stasiun bus yang membacakan bus yang akan datang dan nomor jalur bus tersebut melalui speaker saat tiba.

Selain itu, aturan bangunan yang ketat memastikan bahwa semua konstruksi baru harus dapat diakses kursi roda dan hampir setiap toko dan restoran di kota dilengkapi dengan jalur landai, jika diperlukan.

Semua bank dan kantor publik pun menawarkan layanan untuk penyandang disabilitas sensorik dan undang-undang baru bahkan mewajibkan semua situs web berbahasa Ibrani dioptimalkan untuk perangkat lunak pembaca layar.

Di samping itu, Tel Aviv merupakan tuan rumah bagi berbagai hotel dengan kamar khusus penyandang disabilitas, dilengkapi dengan pintu ekstra lebar, bak mandi khusus dan tombol panik di kamar mandi.

(agn/agn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK