Hukum Mengucapkan dan Merayakan Tahun Baru dalam Islam

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 01/01/2021 11:30 WIB
Tahun 2020 akan berganti dengan tahun 2021. Bagaimana hukum mengucapkan dan merayakan tahun baru dalam Islam? Ilustrasi. Tahun baru di Indonesia dirayakan dengan berbagai cara, mulai dari mengucapkan selamat tahun baru, makan bersama, kembang api, dan terompet. (Pixabay/suc)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pergantian tahun segera tiba. Tahun 2020 akan berganti dengan tahun 2021. Berikut hukum mengucapkan dan merayakan tahun baru dalam Islam.

Tahun baru di Indonesia dirayakan dengan berbagai cara, mulai dari mengucapkan selamat tahun baru, makan bersama, kembang api, dan terompet.

Bagaimana hukum mengucapkan tahun baru dalam Islam?


Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis menjelaskan, tidak ada penjelasan khusus dalam Alquran maupun hadis mengenai hukum mengucapkan tahun baru dalam Islam.

"Tidak ada penjelasan tentang bagaimananya. Itu boleh saja," kata Cholil kepada CNNIndonesia.com, Selasa (22/12).

Cholil menjelaskan bahwa tahun baru merupakan penanda waktu yang dapat dijadikan momen evaluasi diri, sehingga boleh dilakukan.

Bagaimana hukum merayakan tahun baru dalam Islam?

Menurut Cholil, tidak ada penjelasan khusus dalam Alquran maupun hadis mengenai hukum merayakan tahun baru. Berdasarkan kesepakatan para ulama, merayakan tahun baru boleh dilakukan.

Namun, Cholil mengatakan perayaan yang dilakukan tidak boleh berlebihan, merusak, dan mengganggu ketenangan banyak orang. Misalnya, saat merayakan dengan menggunakan kembang api maupun terompet.

"Ya, boleh saja asal tidak berlebihan, pemborosan, sehingga harga kembang apinya sampai mahal banget, sehingga terkesan buang-buang uang. Sebatas merayakan kebahagiaan tidak apa-apa," kata Cholil.

Selain itu, Allah SWT juga tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan di muka bumi. Perbuatan itu bernilai dosa di sisi Allah.

"Dan jangan-lah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik," firman Allah dalam surat Al-Araf ayat 56.

Alih-alih berfoya-foya atau berbuat kerusakan, Cholil menyarankan untuk mengisi tahun baru dengan evaluasi diri, muhasabah, dan juga berdoa kepada Allah SWT.

"Tahun baru itu perjalanan waktu yang perlu kita evaluasi, membuat resolusi, dan bisa berdoa sapu jagat memohon untuk diampuni dosa dan kebaikan di dunia dan akhirat," kata Cholil.

(ptj/asr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK