Mayoritas Orang Dewasa China Kelebihan Berat Badan

CNN Indonesia | Jumat, 25/12/2020 05:56 WIB
Komisi Kesehatan Nasional China mencatat 50,7 persen orang dewasa di China kelebihan berat badan. Jumlah tersebut melonjak tajam selama dua dekade terakhir. Komisi Kesehatan Nasional China mencatat 50,7 persen orang dewasa di China kelebihan berat badan. Jumlah tersebut melonjak tajam selama dua dekade terakhir. Ilustrasi. (Istockphoto/ Turk_stock_photographer).
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebagian besar orang dewasa di China mengalami kelebihan berat badan. Hal ini terungkap dalam sebuah penelitian yang dilakukan Komisi Kesehatan Nasional negara tersebut.

Tingkat obesitas di antara orang dewasa China juga naik lebih dari dua kali lipat dalam waktu kurang dari dua dekade, dari 7,1 persen pada 2002 menjadi 16,4 persen tahun ini.

Menurut laporan tersebut, 50,7 persen orang dewasa di China mengalami kelebihan berat badan, ini termasuk mereka yang mengalami obesitas. Saat ini, negara itu memiliki penduduk 1,4 miliar jiwa.


Persentase itu naik tajam selama dua dekade. Pada 2002, hanya 29,9 persen orang dewasa di China mengalami kelebihan berat badan, termasuk obesitas. Lalu 2012, angka itu naik jadi 42 persen.

"Penduduk negara kami menghadapi masalah berat kelebihan berat badan dan obesitas. Tingkat kelebihan berat badan dan obesitas di antara penduduk di daerah perkotaan dan pedesaan dan di semua kelompok umur terus meningkat," kata Li Bin, wakil direktur Komisi Kesehatan Nasional mengutip CNN, Kamis (24/12).

Kenaikan berat badan dan obesitas pada orang dewasa di China karena perubahan besar dalam pola makan dan kebiasaan makan yang disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi negara yang pesat.

Selama medio 1950-an dan 60-an, kelaparan menyebabkan sekitar 45 juta orang China mati kelaparan. Lalu, hingga 1993, masyarakat harus menggunakan kupon makanan yang didistribusikan pemerintah untuk mendapatkan kebutuhan pokok seperti beras, minyak, telur, dan daging.

Namun hari-hari kekurangan pangan sudah lama berlalu. Sekarang, orang di China bebas untuk makan sesuai pilihan mereka. Kekayaan baru negeri tirai bambu telah membawa makanan yang lebih bergizi dan kaya kalori ke meja makan.

Sedangkan peningkatan daya beli di sana telah menimbulkan masalah baru yakni limbah makanan. Menurut Presiden China Xi Jinping hal tersebut 'mengejutkan dan menyedihkan.'

Untuk mengatasi itu pemerintah kemudian membuat rancangan undang-undang tentang pencegahan pemborosan makanan dan telah diserahkan ke badan legislatif nasional.

Dampak Buruk

Di sisi lain, meningkatnya berat badan dan obesitas menimbulkan beban tambahan yang jarang disadari yakni masalah kesehatan. Berat badan berlebihan meningkatkan risiko penyakit serius, termasuk tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung koroner, hingga stroke.

"Tingkat kelebihan berat badan dan obesitas di China telah meningkat dengan cepat, dengan prevalensi yang tinggi dan mempengaruhi semua kelompok dalam populasi. Hal ini membawa tantangan yang sangat besar," kata Zhao Wenhua, kepala ahli gizi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setidaknya 4 juta orang meninggal setiap tahun akibat kelebihan berat badan atau obesitas.

Di seluruh dunia, WHO mencatat obesitas juga meningkat hampir tiga kali lipat sejak 1975. Pada 2016, 39 persen orang dewasa secara global, atau lebih dari 1,9 miliar orang mengalami kelebihan berat badan, termasuk lebih dari 650 juta orang mengalami obesitas.

Di Amerika Serikat, 71,6 persen orang dewasa diklasifikasikan sebagai kelebihan berat badan, termasuk obesitas, antara 2015 dan 2016.

(ryh/sfr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK