Sandi Tinjau Kesiapan Prokes CHSE di Bali Jelang Libur Nataru

Kemenparekraf, CNN Indonesia | Senin, 28/12/2020 18:12 WIB
Menteri Parekraf Sandiaga Uno melakukan kunjungan kerja ke Bali guna meninjau penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE jelang libur Natal dan Tahun Baru 2021. Sandiaga Uno. (Foto: Kemenparekraf)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno melakukan kunjungan kerja ke Bali guna meninjau penerapan protokol kesehatan berbasis Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) atau CHSE di momen libur Natal dan Tahun Baru 2021.

Menurutnya, aspek kesehatan dan keselamatan dari seluruh pemangku kepentingan menjadi hal utama untuk dijalankan.

"Kita harus pastikan bahwa kepentingan bangsa dan negara yang kita utamakan," ujar Sandiaga berdasarkan keterangan resmi, Bali, Minggu (27/12).


Terkait rencana pembukaan kembali perbatasan di Bali, Sandiaga menyebut akan membicarakan lebih lanjut dengan Gubernur Bali serta pihak terkait lainnya.

"Saya sudah terjadwal untuk bertemu dan berkoordinasi dengan Gubernur Bali dan Pak Luhut. Dalam beberapa hari ke depan, ini (rencana pembukaan border) akan kita diskusikan," ujarnya.

Karenanya, ia meminta para pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dapat bersabar karena rencana pembukaan perbatasan membutuhkan kajian dan persiapan yang matang.

"Dalam beberapa hari ke depan ini akan kami diskusikan. Mohon semua bisa bersabar, yang pasti ini jadi prioritas kita," kata Sandiaga.

Strategi Pemulihan Pariwisata

Sebelumnya, Menparekraf Sandiaga Uno menyampaikan tiga strategi yang akan didorong ke depan dalam rencana pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Yakni strategi inovasi, adaptasi, dan kolaborasi.

Strategi inovasi dilakukan dengan pendekatan big data, untuk memetakan potensi dan menguatkan berbagai aspek pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Strategi adaptasi dilakukan dengan membiasakan dan mendisiplinkan penerapan protokol CHSE (K4) di setiap destinasi wisata sebagai bentuk adaptasi kebiasaan baru.

Sedangkan strategi kolaborasi dilakukan dengan semua pihak maupun pemangku kepentingan untuk menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.

"Semua strategi pengembangan yang dikerjakan pemerintah tidak efektif jika tidak ada sokongan dan bantuan dari seluruh pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif dan juga masyarakat," ujar Sandiaga.

(fef)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK