Kata Ahli soal Beda Gejala Sinusitis dan Covid-19

tim, CNN Indonesia | Senin, 04/01/2021 16:08 WIB
Memiliki sejumlah gejala yang mirip, apa perbedaan gejala sinusitis dan Covid-19? Sinusitis dan Covid-19 memiliki sejumlah gejala yang mirip. (iStockphoto/evrim ertik)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sakit kepala dan pilek menjadi salah satu gejala umum Covid-19. Namun, gejala tersebut juga kerap ditemui pada penderita sinusitis.

Lalu apa perbedaan gejala sinusitis dan Covid-19?

Dokter pengobatan keluarga di Northwestern Medicine Central DuPage Hospital, Kavita Shanker-Patel mengungkapkan bahwa sinusitis atau rinosinusitis, umumnya dikenal sebagai infeksi sinus yang merupakan kondisi meradangnya rongga hidung dan sinus paranasal.


"Infeksi sinus biasanya berlangsung kurang dari empat minggu," paparnya, sebagaimana dilansir Women's Health.

Berikut perbedaan gejala sinusitis dan Covid-19.

Penyebab dan gejala sinusitis

Penyebab paling umum infeksi sinus adalah virus. Shanker-Patel memaparkan bahwa sekitar 0,5 hingga 2 persen infeksi sinus bisa menyebabkan rinosinusitis bakteri.

"Ini terjadi ketika bakteri menginfeksi rongga sinus yang meradang, dan paling sering terjadi sebagai komplikasi dari infeksi virus," paparnya

Gejala sinusitis meliputi:

- Hidung tersumbat
- Sakit gigi dan bau mulut
- Nyeri di wajah, khususnya di dekat sinus, saat membungkuk ke depan
- Demam dan pusing
- Kelelahan
- Batuk
- Kehilangan kemampuan penciuman dan pendengaran

Penyebab dan gejala Covid-19

Sementara itu, Covid-19 disebabkan karena infeksi virus Corona. Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) merilis gejala utama Covid-19 meliputi batuk dan sesak napas.

"Virus Covid-19 juga diketahui bisa menghilangkan kemampuan penciuman dan perasa," ujar ahli otolaringologi di Mount Sinai, Anthony Del Signore.

Perbedaan signifikan antara gejala sinusitis dan Covid-19 yaitu, penderita sinus hanya akan mengalami penyumbatan hidung, tekanan pada wajah atau telinga, maupun mengeluarkan lendir dari hidung tanpa mengalami nyeri, diare, mual, muntah, ruam, dan sesak napas.

"Banyak gejala yang sangat mirip, dan untuk alasan tersebut hal yang tepat adalah berbicara dengan tenaga medis jika mengalami gejala apapun," ujar Shanker-Patel.

Kedua ahli itu sepakat bahwa jika memiliki gejala-gejala di atas, harus memeriksakan diri ke rumah sakit untuk memastikan kondisi yang sedang dialami.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan tes di antaranya adalah jika pernah berkontak langsung dengan seseorang yang sakit atau baru-baru ini melakukan perjalanan.

"Mempertimbangkan orang-orang yang pernah Anda kunjungi dan berada di sekitar Anda, jika merasa tidak enak badan ini merupakan faktor melakukan pemeriksaan yang penting," tambah Del Signore.

KLIK DI SINI UNTUK HALAMAN SELANJUTNYA

(agn/agn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK