Studi Temukan 4 Langkah untuk Mencapai Kebahagiaan

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 05/01/2021 14:00 WIB
Keempat latihan mental ini ibarat olahraga, tidur cukup, dan asupan bergizi yang menjadi resep tubuh sehat. Melatih keempatnya dapat meningkatkan rasa bahagia. Ilustrasi. Keempat latihan mental ini ibarat olahraga, tidur cukup, dan asupan bergizi yang menjadi resep tubuh sehat. (Istock/xavierarnau)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tahun 2020 menjadi momen yang menyulitkan bagi miliaran penduduk Bumi. Kesehatan mental bahkan disebut-sebut menjadi salah satu masalah utama, selain pandemi Covid-19 itu sendiri. Semua orang tentu ingin ada kebahagiaan yang menghampiri di 2021.

Sebuah penelitian terbaru menawarkan beberapa rencana pelatihan kesehatan mental untuk meningkatkan rasa puas dan bahagia. Peneliti menemukan empat perilaku utama yang bisa berkontribusi terhadap timbulnya perasaan bahagia.

"Ini adalah pandangan akan kesejahteraan yang penuh dengan harapan," ujar salah seorang peneliti, Cortland Dahl, mengutip Huffington Post.


Beberapa langkah latihan mental ini ibarat rajin berolahraga, tidur berkualitas, dan konsumsi makanan bergizi yang dipercaya bisa meningkatkan kesehatan fisik. Anda perlu melakukan keempatnya demi terciptanya perasaan puas dan bahagia.

Berikut empat langkah dasar untuk menciptakan perasaan bahagia, dalam studi yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences.

1. Mengembangkan kesadaran

Center for Healthy Minds mendefinisikan 'kesadaran' sebagai perhatian tinggi dan penuh terhadap lingkungan dan internal diri. Misalnya saja seperti pikiran, perasaan, dan sensasi yang dirasakan tubuh.

Penelitian menunjukkan, orang dengan kesadaran tinggi cenderung memiliki kesejahteraan yang lebih baik. Perhatian yang teralihkan dapat menyebabkan stres dan rasa tidak bahagia.

Salah satu cara sederhana adalah dengan melatih mindfulness. Duduk tegak, pejamkan mata, dan bernapas secara mendalam sebanyak 10 kali. Fokus pada udara yang masuk dan keluar dari hidung, serta fokus pada pergerakan diafragma saat bernapas.

Atau, cara sederhana lain yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari misalnya mencuci piring. Perhatikan suara yang muncul dan sensasi yang dirasakan tangan saat mencuci piring.

2. Tingkatkan koneksi

Upaya kecil untuk selalu terhubung dengan teman dan orang-orang yang disayangi cukup membantu untuk meningkatkan perasaan kekeluargaan. Tetap terhubung juga memberikan kesadaran bahwa Anda tak sendirian.

Woman at home video chatting with her boyfriend on her cell phone and using earphonesIlustrasi. Selalu terhubung dengan orang-orang tersayang dapat membantu terciptanya rasa puas dan bahagia. (Istockphoto/Getty Images/andresr)

Para peneliti juga mengatakan bahwa hanya dengan menumbuhkan perasaan baik terhadap orang lain juga ampuh meningkatkan rasa terhubung dengan orang lain, terlepas dari apakah orang lain tersebut tahu bahwa Anda memikirkannya atau tidak.

Beberapa studi menemukan, meditasi kebaikan dapat menurunkan perasaan tertekan dan meningkatkan perasaan positif.

"Anda bisa mulai dengan latihan apresiasi sederhana," kata Dahl. Fokus pada hal-hal yang membuat Anda menghargai keberadaan mereka.

3. Tingkatkan pengetahuan atau wawasan tentang diri

Para peneliti mendefinisikan 'wawasan' sebagai pengetahuan mengenai diri sendiri, baik itu tentang bagaimana emosi, pikiran, dan keyakinan yang membentuk diri Anda.

Kenali lah setiap emosi yang dirasakan, sekalipun yang bersifat negatif. Misal, jika Anda adalah seorang pencemas, maka terima-lah bahwa cemas merupakan bagian dari diri Anda.

Alih-alih melawannya dan membuatnya semakin tak karuan, terima dan kenali dari mana perasaan cemas itu berasal. Dengan mengenalinya, maka Anda tak perlu lagi kalang kabut saat perasaan negatif itu muncul.

Anda bisa melatihnya dengan teknik cognitive behavioral therapy (CBT). Tulis perasaan negatif yang muncul bersamaan dengan kenyataan atau kondisi faktual yang ada dalam sebuah jurnal. Dengan catatan itu, Anda bisa mengingat bahwa perasaan cemas yang muncul hanya dibentuk berdasarkan asumsi dan tidak selalu menjadi kenyataan.

4. Hubungkan dengan tujuan

Penelitian menunjukkan bahwa memiliki tujuan hidup yang lebih besar terkait dengan kesehatan yang baik. Seseorang dengan tujuan akan memiliki ketahanan dalam menghadapi trauma.

Di luar itu semua, jika Anda merasa mengalami tekanan yang sampai mengganggu keseharian, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional seperti psikolog dan psikiater untuk penanganan lebih lanjut.

(asr/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK