Alasan Pusar Berbau Tak Sedap

tim, CNN Indonesia | Kamis, 21/01/2021 15:27 WIB
Anda pernah iseng mengorek pusar karena terlihat kotor dan bau? Bagian tubuh satu ini kerap terlupakan apalagi saat membersihkan badan. Anda pernah iseng mengorek pusar karena terlihat kotor dan bau? Bagian tubuh satu ini kerap terlupakan apalagi saat membersihkan badan.(Stefano Bolognini, Wikimedia Commons)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anda pernah iseng mengorek pusar karena terlihat kotor? Bagian tubuh satu ini kerap terlupakan apalagi saat membersihkan badan.

Namun satu hal yang kerap mengganggu adalah aromanya. Sebagian orang mengeluhkan bau pusar mereka dan menggunakan segala jenis kata sifat untuk menggambarkannya termasuk, 'cheesy', asam atau bahkan seperti kotoran.

Joshua Zeichner, direktur kosmetik dan riset klinis di departemen dermatologi, Mount Sinai New York City, menjelaskan bau ditimbulkan dari pertumbuhan jamur berlebih. Kondisi ini bisa mengakibatkan intertrigo.


Mengutip dari DermNet NZ, intertrigo merupakan ruam di bagian lipatan misal belakang telinga, lipatan leher, bawah lengan, bawah perut yang menonjol, selangkangan, antara bokong, selaput jari, atau ruang di jari kaki. Intertrigo merupakan tanda peradangan atau infeksi.

"Dalam beberapa kasus, mungkin ada bau busuk," imbuh Zeichner mengutip dari Livestrong.

Untuk pusar yang menjorok ke dalam masalah bau umum terjadi. Bahkan Zeichner menyebut ada risiko infeksi. Struktur pusar yang menjorok ke dalam mampu menciptakan lingkungan yang lembap sehingga ada pertumbuhan berlebih jamur dan bakteri.

Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal PLOS One 2012, meneliti habitat bakteri dari 60 pusar dan mengidentifikasi ada 2.400 bakteri di dalamnya. Salah satu jenis bakteri paling umum adalah Staphylococcus. Bakteri ini memang umum menghuni kulit manusia secara alami. Bakteri dalam jumlah tertentu memang tidak menimbulkan masalah. Sebaliknya, saat berlebihan, timbul masalah termasuk infeksi atau masalah kulit lain.

Orang bertubuh besar juga bisa memiliki masalah pada pusar karena area pusar lebih besar dan bisa menjebak pertumbuhan mikroorganisme. Selain itu juga penderita diabetes karena ada pengaruh dengan kekebalan tubuh.

Saat menemukan masalah pada pusar, dokter akan memberikan krim antijamur seperti yang digunakan pada kutu air. Jika kurang, dokter akan meresepkan salep yang lebih kuat.

"Berhati-hatilah dengan kebersihan Anda dan pastikan pusar Anda dibersihkan dengan sabun dan air, sama seperti Anda membersihkan bagian tubuh lainnya," kata Zeichner.

(els/chs)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK