Viral Lansia Disuntik Sinovac, Ahli Minta RI Berkaca ke Turki

Tim, CNN Indonesia | Senin, 18/01/2021 19:46 WIB
Sebuah video ramai diperbincangkan karena memperlihatkan nakes lansia yang mendapatkan vaksin corona. Ilustrasi. Sebuah video ramai diperbincangkan karena memperlihatkan nakes lansia yang mendapatkan vaksin corona. (iStockphoto/Vladans)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemberian vaksin corona Sinovac tak dianjurkan untuk orang lanjut usia lantaran belum adanya data uji klinis yang menjamin keamanan. Namun, baru-baru ini media sosial diramaikan oleh kabar seorang tenaga kesehatan (nakes) lansia yang mendapatkan suntikan vaksin corona.

Kabar tersebut pertama kali dipublikasikan oleh ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono. Lewat akun Twitter pribadinya, dia mengunggah sebuah video yang memperlihatkan seorang nakes berusia 77 tahun tengah mendapatkan suntikan vaksin Sinovac di RS Medistra, Jakarta.

"Video singkat tentang pemberian vaksin Sinovac pada Prof dr Suwandi Widjaja (77 tahun) di RS Medistra dan istri. Sinovac bisa untuk lansia yang sehat. Seperti juga dilakukan di Turkey. Sinovac dianjurkan pada usia 18-59 tahun. Tak ada larangan diberikan pada usia 60+ sehat," tulis Pandu dalam unggahannya, Minggu (17/1).


Tak ayal, unggahan tersebut pun mendapatkan balasan dari sejumlah warganet. Beberapa warganet mempertanyakan keamanan pemberian vaksin pada kelompok lansia. Pasalnya, sebelum ini, pemerintah menganjurkan pemberian vaksin hanya pada orang kelompok usia 18-59 tahun.

"Sebaiknya para dokter tidak membuat awam bingung. Panduan dari Depkes, vaksin Sinovac aman untuk rentang usia 18-59 tahun. Ini ada dokter umur 77 tahun divaksin. Apakah Sinovac sedang uji coba untuk umur 60 ke atas dan dokter Suwani salah satu relawannya," tulis pemilik akun @Margijanto.

"Informasi yang beredar ada batasan usia, ibu hamil/menyusui, ada riwayat penyakit/alergi tertentu? Infonya beda-beda. Apa enggak tambah bikin silang informasi di masyarakat prof?" tulis pemilik akun @durianruntuah.

Menanggapi hal tersebut, Pandu mengklaim tak ada larangan lansia tak boleh mendapatkan vaksin corona Sinovac. Terlebih yang disuntik adalah seorang tenaga kesehatan, salah satu kelompok prioritas vaksinasi Covid-19.

Kendati demikian, menurutnya, tak semua nakes lansia boleh mendapatkan vaksin. Nakes lansia yang boleh mendapatkan vaksin adalah mereka yang masih aktif bekerja dan dalam kondisi sehat.

"Pemerintah itu harus memprioritaskan nakes, terutama nakes yang aktif. Kalau tidak mau, ya sudah, lupakan saja," ujar Pandu, Senin (18/1).

Aman untuk Lansia yang Sehat

Kebijakan tersebut, kata Pandu, sudah dilakukan di Turki. Para ahli di sana menyebut bahwa vaksin Sinovac aman untuk lansia yang sehat.

"Lebih aman mana sama yang enggak divaksinasi? Risikonya kecil. Kita itu kalau mau memikirkan risiko itu relatif. Kalau enggak divaksinasi, risikonya jauh lebih berat," jelas Pandu.

Namun, pemberian vaksin pada nakes lansia tak bisa dilakukan sembarang. Nakes lansia harus dalam keadaan sehat dan tidak memiliki kondisi yang menjadi kontraindikasi terhadap vaksin corona.

"Harus sehat, nggak ada kontraindikasi ya."

Sebelumya pemerintah Indonesia melalui Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), vaksin Sinovac baru akan diberikan pada kelompok usia 18-59 tahun. Berdasarkan penjelasan BPOM, uji klinis fase III pada kelompok usia tersebut dinyatakan aman dan efektif melawan virus corona dalam tubuh.

Menanggapi video yang viral, juru bicara program vaksinasi COVID-19 dari BPOM, Lucia Rizka Andalusia, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan pengkajian terkait keamanan dan efikasi vaksin Sinovac untuk kelompok lansia.

"Kami sedang mengumpulkan data dukung yang cukup dan akan melakukan pengkajian," kata Rizka, seperti dikutip dari detik.

KLIK DI SINI UNTUK ARTIKEL SELENGKAPNYA.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK