Studi: Asupan Serat Tinggi Bisa Turunkan Risiko Depresi

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 17/02/2021 18:00 WIB
Asupan tinggi serat ditemukan dapat menurunkan risiko depresi lewat manfaat positif yang diberikan serat untuk kesehatan usus dan otak. Ilustrasi. Asupan tinggi serat ditemukan dapat menurunkan risiko depresi lewat manfaat positif yang diberikan serat untuk kesehatan usus dan otak. (Picjumbo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sudah bukan rahasia lagi, makanan tinggi serat punya banyak manfaat untuk kesehatan. Penelitian terbaru menemukan, diet tinggi serat bahkan dapat menurunkan risiko depresi.

Kendati demikian, penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal of the North American Menopause Society tidak dirancang untuk mencari hubungan sebab akibat antara konsumsi serat dengan depresi. Namun, para peneliti membuat spekulasi mengenai dampak positif yang diberikan untuk kesehatan usus.

"Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa asupan serat dapat memodulasi keragaman mikrobiota usus, dan perubahan ini dapat meningkatkan kesehatan otak dengan memengaruhi transmisi saraf," ujar Profesor Jung-Ha Kim, salah seorang penulis studi, mengutip Everyday Health.


Peneliti menggunakan data dari Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional Korea Selatan pada tahun 2014, 2016, dan 2018.

Studi ini merupakan yang pertama mencari hubungan asupan serat dan kesehatan mental pada wanita pramenopause dan pasca-menopause.

Sebanyak 5.807 wanita dengan rata-rata usia 47 tahun dilibatkan. Dari jumlah itu, sebanyak 2.949 sedang dalam tahap pramenopause sementara 2.858 lainnya dalam tahap pasca-menopause.

Peneliti menghitung asupan serat dengan meminta peserta mengingat daftar makanan yang dikonsumsi selama sehari. Depresi dinilai dengan survei singkat yang biasa digunakan untuk screening depresi.

Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa asupan serat yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko pelaporan gejala depresi yang lebih rendah. Peneliti juga menyesuaikan data dengan kondisi sosial-psikologis lainnya seperti status perkawinan, pendapatan rumah tangga, tingkat pendidikan, dan lain-lain. Namun, tak ada perbedaan signifikan yang ditemukan.

Penurunan risiko depresi ditemukan sebanyak 6 persen rata-rata pada wanita pramenopause dan 2 persen pada wanita pascamenopause.

"Ini menggarisbawahi tentang apa yang sudah kita ketahui sebelumnya, yaitu makan lebih banyak buah, sayur, dan serat tak larut dapat menurunkan tingkat depresi," ujar ahli gizi, Kristi Tought DeSapri, yang tidak terlibat dalam penelitian.

Sebagaimana yang ditemukan pada penelitian sebelumnya dalam Psychiatry Research pada 2017 lalu, diet sehat yang mencakup asupan tinggi buah, sayuran, dan biji-bijian dapat menurunkan risiko depresi.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK