5 Kondisi Tahi Lalat pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 17/02/2021 08:00 WIB
Tahi lalat umumnya mulai muncul saat masa kanak-kanak dan remaja. Beberapa kondisi tahi lalat pada anak perlu Anda waspadai. Foto: iStockphoto/stock_colors
Jakarta, CNN Indonesia --

Tahi lalat merupakan kondisi kulit umum yang terjadi pada banyak orang, termasuk anak-anak. Namun, ada beberapa kondisi tahi lalat pada anak yang perlu Anda waspadai.

Tahi lalat umumnya muncul saat masa kanak-kanak dan remaja. Saat anak tumbuh, tahi lalat secara alami akan membesar dan berubah warna menjadi lebih gelap atau terang.

Ada kalanya keberadaan tahi lalat harus diperiksakan oleh dokter kulit. Beberapa jenis tahi lalat menjadi penanda adanya melanoma atau kanker kulit. Dengan deteksi dini, melanoma bisa diobati.


Mengutip laman American Academy of Dermatology (AAD), berikut beberapa tanda Anda harus memeriksakan tahi lalat anak ke dokter.

1. Perubahan tahi lalat

Tahi lalat yang tumbuh atau berubah warna adalah sesuatu yang normal. Namun, Anda perlu waspada jika tahi lalat tumbuh atau berubah dengan sangat cepat.

2. Tahi lalat berbentuk kubah dan menonjol dengan pinggir yang bergerigi

Jika tahi lalat tumbuh menonjol dan membuat bentuk seperti kubah berwarna kemerahan atau cokelat gelap, Anda juga perlu waspada. Kemungkinan tahi lalat yang menonjol merupakan kondisi Spitz nevus.

Permukaan yang terangkat dan menonjol bisa halus atau kasar. Terkadang bahkan permukaan tahi lalat pecah dan berdarah.

Spitz nevus sendiri merupakan tahi lalat yang biasanya muncul antara usia 10-20 tahun. Meski tidak berbahaya, namun Spitz nevus terlihat sangat mirip dengan melanoma, yang juga bisa berdarah, pecah, dan menonjol.

Pemeriksaan ke dokter untuk memastikan bahwa tahi lalat tak menjadi tanda melanoma.

3. Berdarah

Tahi lalat yang berdarah tanpa alasan harus segera diperiksakan. Tahi lalat yang tampak seperti luka terbuka juga perlu diwaspadai. Pendarahan atau kerusakan pada kulit bisa menjadi tanda melanoma.

4. Jumlahnya banyak

Tahi lalat yang terus bertambah pada anak dan remaja adalah hal yang normal. Di usia dewasa, umumnya seseorang akan memiliki antara 12-20 tahi lalat di tubuh.

Namun, jika anak memiliki lebih dari 50 tahi lalat, Anda perlu waspada. Beberapa anak yang memiliki banyak tahi lalat mengalami melanoma sejak dini. Sebuah penelitian di Australia menemukan bahwa lebih dari separuh pasien melanoma usia 15-19 tahun memiliki setidaknya 100 tahi lalat.

5. Berukuran besar

Kebanyakan tahi lalat berbentuk bulat atau oval dengan ukuran kecil. Namun, beberapa anak lain memiliki tahi lalat dalam ukuran yang lebih besar.

Tahi lalat besar umumnya berukuran diameter 18 cm atau lebih. Tahi lalat jenis ini umumnya telah muncul saat anak dilahirkan.

Memiliki tahi lalat yang besar akan meningkatkan risiko anak terkena melanoma dan masalah kesehatan lainnya. Risiko ini lebih besar saat anak masih kecil. Lebih dari setengah kasus melanoma yang berkembang pada tahi lalat berukuran besar didiagnosis pada usia 10 tahun.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK