Studi Temukan Banyak Kesalahan dalam Video Olahraga di TikTok

Tim, CNN Indonesia | Senin, 15/02/2021 15:58 WIB
Studi menemukan, banyak kesalahan dalam konten video olahraga di TikTok. Jika diikuti, kesalahan bisa menimbulkan berbagai masalah. Ilustrasi. Studi menemukan, banyak kesalahan dalam konten video olahraga di TikTok. (iStockphoto/Inside Creative House)
Jakarta, CNN Indonesia --

TikTok kini jadi salah satu referensi untuk berolahraga. Banyak video gerakan maupun latihan olahraga bermunculan di aplikasi berbagi video ini.

Namun, studi terbaru menemukan banyak kesalahan dalam konten video olahraga di TikTok. Jika diikuti, kesalahan ini dapat menimbulkan masalah mulai dari otot yang tegang hingga cedera serius.

Laporan dari Money UK yang bekerja sama dengan personal trainer Maiken Brustad menganalisis berjam-jam konten video olahraga dan menilainya berdasarkan teknik yang dilakukan serta saran yang diberikan. Laporan ini juga mendapati bahwa ada lebih dari 27,6 miliar penayangan video yang ditandai dengan tagar #workout.


Hasilnya, satu dari empat video olahraga atau lebih dari 25 persen memuat kesalahan dalam berolahraga, baik dari gerakan maupun saran yang diberikan.

Gerakan olahraga yang paling banyak dilakukan secara salah adalah kettlebell swing atau olahraga mengayunkan beban. Hampir 80 persen gerakan olahraga ini dilakukan secara salah oleh pembuat konten.

Selain itu, kesalahan yang paling umum ditemukan adalah posisi siku yang salah saat plank dan posisi mendarat yang salah ketika squat jump.

Berikut 10 gerakan olahraga yang paling banyak dilakukan secara salah di TikTok.

1. Kettlebell swings - 80 persen salah
2. Deadlifts - 57 persen salah
3. Renegade row - 42 persen salah
4. Plank - 37,5 persen salah
5. Lunges 37,5 persen salah
6. Burpees - 33 persen salah
7. Side plank - 28 persen salah
8. Squats - 14 persen salah
9. Leg raises - 13 persen salah
10. Push-ups - 12 persen salah

Untuk mencegah kesalahan dan cedera saat berolahraga dari rumah, Brustad menyarankan untuk mencermati video tersebut sebelum menerimanya.

"Saya merekomendasikan untuk memulai latihan secara perlahan, dan jika Anda menggunakan beban, mulai-lah dengan sangat ringan. Jika memungkinkan, teliti orang yang melakukan latihan dan cari influencer dengan latar belakang personal trainer yang profesional," kata Brustad, dikutip dari Metro UK.

(ptj/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK